free hit counters
 

Gelar ‘Haji’ Itu Pemberian Penjajah Belanda, Bukan Arab

Redaksi – Senin, 3 Safar 1440 H / 15 Oktober 2018 13:15 WIB

Eramuslim.com –  Berhaji-ke-mekahTahukah anda bahwa gelar tambahan HAJI itu hanya terjadi di Indonesia ??? Di Arab Saudi maupun negara belahan dunia manapun ketika seseorang pulang menunaikan ibadah Haji tidak ada yang menambahkan gelar tersebut di depan nama mereka.

Bahkan kita tidak pernah memanggil Rosulullah Muhammad Shalallahu alaihi wasallam dengan gelar Haji Muhammad atau kepada sahabat-sahabat Rasulullah dengan sebutan Haji Abubakar Ash-Shiddiq, Haji Umar bin Khath-thab, Haji Utsman bin Affan maupun Haji Ali bin Abi Thalib. Lalu bagaimana sejarahnya gelar HAJI itu bisa muncul di Indonesia?

Pada zaman pendudukan Belanda, banyak pahlawan Indonesia yang menunaikan ibadah Haji (seperti Pangeran Diponegoro, HOS Cokroaminoto, Ki Hajar Dewantara dll.) dan kepulangan mereka dari ibadah Haji banyak membawa perubahan untuk Indonesia, tentunya perubahan ke arah yang lebih baik. Hal ini merisaukan pihak penjajah Belanda.

Maka salah satu upaya Belanda untuk mengawasi dan memantau aktivitas serta gerak-gerik ulama-ulama ini adalah dengan mengharuskan penambahan gelar Haji di depan nama orang yang telah menunaikan ibadah Haji dan telah kembali ke Tanah Air.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus