Tentang Qarin dan Mayat Hidup

Redaksi – Kamis, 7 Rabiul Awwal 1435 H / 9 Januari 2014 15:19 WIB

sigitAsalamualaikum Wr Wb.

Selamat pagi Pak Ustadz, saya ingin menanyakan beberapa hal mengenai qarin.

  1. Apa yang sebenarnya dimaksud dengan qarin?
  2. Banyak yang berkata jika ada orang meninggal kemudian menampakkan sosoknya kepada manusia, itu adalah qarin dari orang tersebut. Apakah itu benar?

Mohon penjelasan dari Pak Ustadz. Terima Kasih..

Waalaukumussalam Wr Wb

Saudara Faruq yang dimuliakan Allah swt

Apa Itu Qorin ?

Telah diteguhkan didalam syariat bahwa setiap manusia memiliki Qarin yang berasal dari setan-setan. Firman Allah swt :

 قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَكِن كَانَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ

Artinya : “Qorinnya (yang mendampinginya) berkata (pula): “Ya Tuhan Kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh“. (QS. 50 : 27)

Al Qurthubi menyebutkan bahwa Qorin didalam ayat itu adalah setan. Al Mahdawi menyebutkan bahwa tidak ada perbedaan dalam hal ini.

Imam Ahmad dan Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Tidaklah seorang pun dari kalian melainkan dikuasai pendamping dari kalangan jin.” Mereka bertanya: Anda juga, wahai Rasulullah? beliau menjawab: “Aku juga, hanya saja Allah membantuku mengalahkannya lalu ia masuk Islam, tidaklah ia memerintahkan kepadaku kecuali kebaikan.”

Muslim meriwayatkan juga dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dari kediamannya pada suatu malam. Aisyah berkata: Aku merasa cemburu pada beliau lalu beliau datang dan melihat apa yang aku lakukan. Beliau bertanya: “Kenapa engkau, wahai Aisyah?” aku menjawab: Orang sepertiku mengapa tidak menyemburui orang seperti anda? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apa setanmu mendatangimu?” Aisyah bertanya: Waha Rasulullah, apakah ada setan menyertaiku? Beliau menjawab: “Ya.” Aisyah bertanya: Juga menyertai semua manusia? Beliau menjawab: “Ya.” Ia bertanya: Menyertai anda juga? Beliau menjawab: “Ya, hanya saja Rabbku menolongku mengalahkannya hingga ia telah islam.”

Maksud dari Qorin adalah setan yang mendampingi anak Adam serta berusaha sekuat tenaga untuk menyesatkannya dari jalan yang lurus. Tidak mungkin seorang muslim mampu menguasai qorinnya itu serta memasukkannya kedalam islam karena Allah swt telah menjadikan ia sebagai ujian bagi seorang hamba agar diketahui mana orang yang beriman dan mana yang selainnya.

Qorin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah beriman dan menjadi muslim menurut pendapat yang kuat dari para ahli ilmu. Sesungguhnya Qorin itu telah menyerahkan diri dan tunduk kepada beliau.

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam فأسلم : terdapat riwayat dengan merafa’ (dhamah) huruf mim dan menashabkan (fathah). Dan jika ia dhommah maka ia menjadi fi’il mudhore sehingga maknanya : Aku selamat dari kejahatan dan fitnahnya. Sedangkan apabila ia dengan fathah maka ia menjadi fi’il madhi yang memiliki dua makna :

  1. Bahwa jin itu telah islam dan masuk kedalam agama islam.
  2. Bahwa ia telah islam maknanya adalah berserah diri dan tunduk. Sebagaimana terdapat riwayat seperti ini di selain “Shahih Muslim” sebagaimana dikatakan Nawawi didalam “Syarh” nya.

Sementara Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah lebih menguatkan pendapat bahwa Qorin Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah masuk islam, dia mengatakan bahwa ia (qorin) itu telah berserah diri dan tunduk. Ibnu ‘Uyainah meriwayatkan “Fa Aslamu” dengan dhammah dan ia mengatakan bahwa sesungguhnya setan itu tidak muslim sementara perkataannya diriwayat lainnya : Maka ia (qorin) itu tidaklah memerintahkanku kecuali kebaikan, menunjukkan bahwa ia tidak lah memerintahkannya kepada kejahatan, inilah keislamannya, walau itu hanyalah sebuah kiasan tentang ketundukannya bukan tentang keimanannya kepada Allah.

Sebagaimana seseorang yang memaksa musuhnya yang nyata lalu memenjarakanya, dan sungguh musuhnya yang dipaksa mengetahui bahwa orang yang memaksa itu tidak akan meneriman segala hal yang menunjukkan kepada kejahatan bahkan ia akan diberikan sangsi olehnya maka ditengah keterpaksaannya bersamanya maka ia tidak akan menunjukkan kepadanya kecuali kebaikan dikarenakan ketundukan dan kelemahannya bukan karena kebaikan diri dan agamanya. Oleh karena itu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda” hanya saja Allah membantuku mengalahkannya maka tidaklah ia memerintahkanku kecuali kebaikan.”

Yang pasti bahwa setiap muslim diharuskan untuk melawan setan ini, inilah yang dituntut darinya menurut syariat, dan ini adalah perkara yang disanggupinya. Qorin ini terkadang membisikan kejahatan karena itu terdapat perintah untuk meminta perlindungan terhadapa kejahatan bisikanna didalam surat an Naas.

مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾
مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ ﴿٦﴾

Artinya : “Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS. An Naas : 4 – 6)

Terkadang dengan menjadikannya lupa terhadap kebaikan, firman Allah swt :

فَأَنسَاهُ الشَّيْطَانُ ذِكْرَ رَبِّهِ

Artinya : “Maka syaitan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya.” (QS.Yusuf : 42)

Terkadang memberikan janji-janji dan angan-anagan. Firman Allah swt :

يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلاَّ غُرُورًا

Artinya : “Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, Padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.” (QS. An Nisaa : 120)

Terkadang dengan membisikan rasa takut kedalam hati. Firman Allah swt :

إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءهُ

Artinya : “Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyik).” (QS. Ali Imran : 175)

Oleh karena itu mintalah pertolongan kepada Allah dalam melawannya dan mengalahkannya. (Markaz al Fatwa No. 16408)

Sosok Menyerupai Orang yang Sudah Meninggal

Badaruddin asy Syubliy mengatakan bahwa Jin memiliki kemampuan terbang, membentuk dirinya dalam bentuk manusia dan hewan, ikan, ular, onta, sapi, kambing, kuda, peranakan kuda dan keledai, keledai, burung dan manusia, sebagaimana pernah datang setan menemui orang-orang Quraisy dalam rupa Suraqah bin Malik bin Ju’tsam tatkala mereka hendak keluar menuju Badar.

Allah swt berfirman :

وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لاَ غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَّكُمْ فَلَمَّا تَرَاءتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَى عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِّنكُمْ إِنِّي أَرَى مَا لاَ تَرَوْنَ إِنِّيَ أَخَافُ اللّهَ وَاللّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ ﴿٤٨﴾

Artinya : “Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: “tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan Sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu”. Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling Lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: “Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, Sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; Sesungguhnya saya takut kepada Allah”. dan Allah sangat keras siksa-Nya.” (QS. Al Anfal : 48)

Dan sebagaimana diriwayatkan bahwa dia menyerupai seorang kakek dari Najd tatkala mereka berkumpul di “Daarun Nadwah” untuk bermusyawarah tentang permasalahan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam apakah mereka akan membunuhnya atau memenjarakannya atau mengusirnya.

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudriy bahwa di Madinah terdapat sekelompok jin yang telah masuk Islam. Maka barang siapa yang melihat sesuatu yang aneh dari sekelompok jin-jin ini, beri izinlah dia untuk tinggal selama tiga hari. Jika sesudah tiga dia masih nampak, maka bunuhlah. Karena dia adalah setan.” (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Juz II hal 5545)

Dari penjelasan diatas tampak bahwa jin diberikan kemampuan untuk menyerupai berbagai bentuk termasuk bentuk manusia baik yang masih hidup maupun sudah meninggal kecuali menyerupai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Tirmdizi dari Abdullah bin Mas’ud Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Barangsiapa yang melihatku disaat tidur maka sungguh dia telah melihatku. Sesungguhnya setan tidak bisa menyerupaiku.” (HR, Tirimidzi, dia berkata ini adalah hadits hasan shahih)

Dengan demikian bentuk yang menyerupai seorang yang sudah meninggal adalah setan dari golongan jin. Lalu apakah ia adalah qorinnya dari golongan jin ataukah jin yang lainnya? Wallahu A’lam karena hal ini termasuk kedalam permasalahan ghaib yang membutuhkan dalil-dalil yang berasal dari wahyu Allah swt.

Wallahu A’lam

-Ustadz Sigit Pranowo, Lc-

Ustadz Menjawab Terbaru

blog comments powered by Disqus