Mana yang utama Aqiqah atau Kurban

Asim – Selasa, 25 Zulqa'dah 1431 H / 2 November 2010 09:52 WIB

Assalamu’alaikum Wr Wb

Pak ustad saya mau tanya, manakah yang harus saya dahulukan antara aqikah dengan kurban. Masalahnya saya sejak lahir belum di aqikahkan oleh orang tua saya, sekarang saya sudah berkeluarga dan ingin berkorban untuk saya. Pertanyaan saya adalah apakah saya boleh melaksanakan kurban, sementara sayah belum bayar aqikah ?

Atas jawaban Pak Ustad saya ucapkan terima kasih

Wa’alaikumussalam Wr Wb
Jumhur ulama, diantaranya para ulama Syafi’i, Hambali dan pendapat yang rojih dari dua pendapat Malik adalah sunnah muakkadah berdasarkan apa yang diriwayatkan Imam Muslim dari Ummu Salamah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Jika telah tiba sepuluh (dzul Hijjah) dan salah seorang dari kalian hendak berkurban, maka janganlah mencukur rambut atau memotong kuku sedikitpun." Dikatakan kepada Sufyan, "Sebagian orang tidak memarfu’kan (hadits ini)?" Sufyan menjawab, "Akan tetapi saya memarfu’kannya."

Kata-kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam didalam hadits itu,”Salah seorang dari kalian hendak berkurban.” Menunjukkan bahwa berkurban bukanlah sebuah kewajiban.
Sementara itu Abu Hanifah berpendapat bahwa kurban adalah wajib berdasarkan firman Allah swt :

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ﴿٢﴾

Artinya : “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS. Al Kautsar : 2)

Mereka juga berdalil dengan apa yang diriwayatkan Ibnu Majah dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa memiliki keluasaan (untuk berkurban) namun tidak berkorban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami."

Adapun hukum pelaksanaan aqiqah ini adalah sunnah muakkadah, sebagaimana diriwayatkan dari Samurah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Setiap anak yang dilahirkan itu terpelihara dengan aqiqahnya dan disembelihkan hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur dan diberikan nama untuknya.” (HR. Imam yang lima, Ahmad dan Ashabush Sunan dan dishohihkan oleh Tirmidzi)

Sementara Zhahiriyah berpendapat bahwa aqiqah adalah wajib dikarenakan hal itu diperintahkan Rasulullah sebagaimana apa yang diriwayatkan Tirmidzi dari Aisyah pernah memberitahunya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan para sahabat untuk menyembelih dua ekor kambing yang telah cukup umur untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan." Namun jumhur ulama mengatakan bahwa perintah itu adalah anjuran bukan sebuah kewajiban.

Dari penjelasan hukum kedua ibadah diatas bahwa keduanya adalah sunnah muakkadah menurut jumhur ulama. Adapun perihal anda yang belum diaqiqahkan orang tua sementara saat ini anda memiliki kemampuan berkurban maka jika anda mampu melaksanakan kedua-duanya dengan mengeluarkan satu ekor kambing untuk kurban dan dua ekor kambing untuk aqiqah anda sendiri maka itu lebih baik.

Akan tetapi jika anda tidak memiliki kemampuan untuk itu maka mendahulukan kurban pada waktu-waktu kurban adalah lebih didahulukan daripada aqiqah karena waktu pelaksanaan aqiqah terhadap diri anda sendiri masih bisa dilakukan pada hari-hari berikutnya berbeda dengan kurban yang terbatas pelaksanaannya. (baca : Aqiqah untuk Anak atau Saya)
Wallahu A’lam

Ustadz Menjawab Terbaru

blog comments powered by Disqus