Doa untuk Menaklukkan Dosen Pembimbing

Sigit Tri Atmaja – Kamis, 14 Jumadil Awwal 1428 H / 31 Mei 2007 11:04 WIB

Assalamualaikum

Ustadz, saya mo tanya tentang doa yang pernah di berikan pada teman saya, apakah ucapan doa ini pernah di ajarkan rasulullah atau tidak, atau mungkin termasuk bidah. Doa itu diberikan oleh teman saya pada saat saya mau menghadapi dosen pembimbing Tugas Akhir yang mana pada saat itu saya mo presentasi ke dosen pembimbing saya. Doanya sepeti ini ustadz:

ILA RHOHANANI JASMANI "NAMA DOSEN KAMU" AL-FATEHAH 3x

Kemudian baca

ALATAKLU ALAIYA WAKTUNI MUSLIMIN -> sebanyak mungkin

Gimana ustadz tolong segera dijawab.

Jazzakallah.

Wassalamualaikum

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Lafadz yang pertama tidak ada di Al-Quran dan hadits, dan juga bukan merupakan doa-doa yang baku. Secara makna, lafadz itu artinya kurang lebih, "Kepada ruhani dan jasmani (nama dosen)." Lalu membaca surat Al-Fatihan tiga kali.

Lafadz ini lebih seperti jampi-jampi ketimbang lafadz doa yang harus dibaca oleh seorang muslim dalam ibadah.

Sedangkan lafadz yang kedua, memang potongan dari ayat Al-Quran, namun konteksnya bukan doa melainkan perintah nabi Sulaiman ‘alaihissalam kepada ratu Saba’, Balqis.

Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."(QS. An-Naml:31)

Kalimat ‘datanglah kepadaku sebagai orang yang berserah diri’ adalah kalimat nabi Sulaiman kepada ratu Balqis, bukan lafadz doa. Karena itu tidak pada tempatnya untuk dijadikan lafadz doa buat kita.

Perlu diperjelas apa yang dimaksud dengan doa bila mau menghadap dosen pembimbing. Apakah minta kepada Allah SWT agar dikuatkan dan dimudahkan, ataukah minta kepada jin untuk membuat dosen jadi linglung?

Kalau maksudnya adalah berdoa kepada Allah SWT agar dikuatkan dan dibuat tegar menghadapi suasana yang kurang siap dihadapi, doanya bukan itu. Tetapi doa seperti nabi Musa alaihissalam, misalnya

Berkata Musa, "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku (QS. Thaha: 25-28)

Sedangkan lafadz doa yang anda sebutkan agak berbau ‘magis’ karena meminta agar dosen berserah diri. Berserah diri kepada siapa? Dan dalam rangka apa?

Tentu saja selain doa kepada Allah, kita juga harus berusaha untuk mengerjakan semua tugas yang diberikan dosen secara baik dan benar. Belajar dengan giat dan gigih adalah kunci utama. Sedangkan doa sekedar mengiringi saja. Jangan di balik, tidak mau mengerjakan tugas, tidak belajar dan tidak usaha, tiba-tiba mengharapkan keajaiban lewat doa.

Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu mengubah dengan tangan mereka sendiri. (QS. Ar-Ra’d: 11)

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Umum Terbaru

blog comments powered by Disqus