Ayah Nabi Muhammad SAW

Mohamad Nasir – Kamis, 26 Ramadhan 1427 H / 19 Oktober 2006 11:40 WIB

Assalamu’alaikum Ustadz,

Saya ingin menanyakan mengenai satu hal yang dari dulu saya belum menemukan jawabannya. Yaitu mengenai Baginda Rasulullah, Nabi Muhammad SAW yang kita cintai. Dalam Al-Qur’an ataupun dari ceramah-ceramah yang pernah saya ikuti, diriwayatkan bahwa ayah beliau adalah bernama Abdullah, selalu disebutkan Muhammad bin Abdullah. Namun baru-baru ini saya berfikir, bahwa Abdullah berarti hamba/abdi Allah.

Yang saya tanyakan adalah apakah zaman sebelum diturunkannya Nabi Muhammad SAW masyarakat jahiliyah pada saat itu sudah mengenal Allah? Sehingga pada saat ayah Rasulullah lahir beliau dinamakan Abdullah? Masalahnya saya berfikir justru Nabi Muhammad SAW diturunkan untuk mengenalkan Allah dan agamanya yaitu Islam.

Mohon penjelasan dari Ustadz.

Terima kasih, Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Nabi Muhammad SAW diutus memang bukan untuk mengenalkan Allah. Sebab orang Makkah dan Arab sejak zaman nabi Ibrahim as sudah mengenal Allah. Bahkan mereka menyebut ka’bah yang dibangun oleh nabi Ibrahim itu dengan sebuan baitullah (rumah Allah).

Maka tugas nabi Muhammad SAW memang bukan mengenalkan bahwa Allah SWT itu ada. Itu sih mereka sudah pada tahu. Bahkan orang Arab jahiliyah kalau kita tanyakan kepada mereka, siapa yang menciptakan langit dan bumi, yang menurunkan hujan dan sebagainya, jawaban mereka adalah Allah.

Lho kok bisa?

Memang bisa, karena memang itulah faktanya. Orang Arab sudah kenal siapa pencipta mereka. Dan Al-Quran menguatkannya. Silahkan baca ayat-ayat berikut ini:

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Tentu mereka akan menjawab, "Allah", maka betapakah mereka dipalingkan. (QS Al-Ankabut: 61)

Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?" Tentu mereka akan menjawab, "Allah", Katakanlah, "Segala puji bagi Allah", tetapi kebanyakan mereka tidak memahami. (QS Al-Ankabut: 63)

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab, "Allah." Katakanlah, "Segala puji bagi Allah"; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS Luqman: 25)

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" niscaya mereka menjawab, "Allah." Katakanlah, "Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmatNya? Katakanlah, "Cukuplah Allah bagiku." Kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri. (QS Az-Zumar: 38)

Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka akan menjawab, "Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (QS Az-Zukhruf: 9)

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab, "Allah", maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan? (QS Az-Zukhruf: 87)

Yang tidak mereka pahami adalah bahwa Allah SWT itu berbicara dan berfirman serta menurunkan kitab suci dan serangkaian aturan. Bahkan mereka sangat asing dengan konsep nabi yang diutus. Mereka hanya tahu malaikan saja. Karena itulah mereka mendustai nabi, ketika nabi itu hanya berbentuk manusia biasa dan berjalan di pasar.

Dan mereka berkata, "Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?" (QS Al-Furqan: 7)

Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu maha Melihat. (QS Al-Furqan: 20)

Jadi kalau orang Arab jahiliyah menamakan ayah Rasulullah SAW dengan nama Abdullah, sungguh bukan perkara aneh. Demikian juga lafadz bismillah, mereka sudah biasa gunakan. Tapi lafadz bismillahirrahmanirrahim, mereka tidak kenal. Karena tidak tahu bahwa Allah SWT punya sifat rahman dan rahim.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ahmad Sarwat, Lc.

Umum Terbaru

blog comments powered by Disqus