Siklus Mimpi Basah

Muhammad LI – Rabu, 6 Ramadhan 1430 H / 26 Agustus 2009 16:12 WIB

Assalamualaikum wr wb.

Saya memiliki beberapa pertanyaan tentang mimpi basah, bagaimana siklus yang baik seorang pemuda mengalami mimpi basah? dan apa saja faktor yang dapat mendukung terjadinya mimpi basah oleh pemuda/anak remaja? dampak apa saja yang akan ditimbulkan bila seorang pemuda jarang mengalami mimpi basah? dan adakah beberapa tips agar seorang pemuda secara teratur mengalami mimpi basah seperti faktor makanan dan kegiatan? terima kasih saya ucapkan atas perhatiaanya.

Wassalam.

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Remaja ketika memasuki masa puber akan mulai memproduksi sperma (air mani) secara terus – menerus. Secara alami sperma yang terbentuk jika tidak dikeluarkan akan diabsorbsi (serap) kembali oleh tubuh. Tetapi ada sebagian yang dikeluarkan melalui kemaluan laki – laki saat tidur, biasanya kejadian ini disertai dengan mimpi tentang seksual dan hal ini disebut sebagai mimpi basah.

Mimpi basah merupakan kejadian yang normal bagi semua remaja laki-laki. Mimpi basah adalah tanda seorang anak laki-laki telah memiliki kemampuan bereproduksi artinya telah siap digunakan.

Dr. Alfred Kinsey menemukan bahwa 83% laki-laki mengalami mimpi basah di suatu saat di dalam hidup mereka dengan prosentase tertinggi terjadi pada usia belasan tahun. Kira-kira seperempat anak laki-laki berusia 11 tahun dan hampir dua pertiga anak laki-lakiberusia 17 tahun, sekali dalam satu atau dua bulan (jarang yang lebih dari pada itu), terbangun dengan sprei lengket, selama periode timbulnya gejolak seksual tersebut.

Pada kenyataanya, mimpi basah adalah suatu fenomena kedewasaan laki-laki — namun hal ini bukanlah tanda pertama kematangan seksual. Biasanya, seorang anak laki-laki akan mulai mengalami mimpibasah setahun atau lebih setelah mengalami perubahan-perubahan kedewasaan lainnya (seperti suara yang berat, bulu di kemaluan dan keluarnya air mani secara mendadak ).

Mimpi basah, secara bertahap akan berkurang frekuensinya pada saat seorang laki-laki berusia dua puluh tahunan dan hanya kadang-kadang saja terjadi pada usia tiga puluhan dan hampir tidak terjadi lagi pada usia empat puluhan, demikian hasil temuan Dr. Kinsey. Mimpi basah menjadi sangat berkurang atau bahkan tidak terjadi pada laki – laki yang sudah menikah, karena dia sudah mempunyai penyalurannya melalui hubungan suami istri.

Faktor yang mungkin berpengaruh terhadap kejadian mimpi basah adalah factor makanan, aktivitas, fantasi seksual. Semakin makanan bergizi, kurang aktivitas dan fantasi seksualnya liar maka kejadian mimpi basah kemungkinan semakin sering. Tetapi jika makanan kurang bergizi, aktivitas padat, dan fantasi seksualnya kurang maka kemungkinan kejadian mimpi basah berkurang.

Insyaalloh tidak ada dampak negatif jika seorang pemuda atau remaja hanya sesekali saja mengalami mimpi basah. Mimpi basah adalah kejadian alami, jadi tidak perlu dipermasahkan. Allohu’alam bisshowab

Wassalam.

Klinik Sehat Terbaru

blog comments powered by Disqus