Perlukah Imunisasi

Firmansyah – Senin, 5 Rabiul Awwal 1430 H / 2 Maret 2009 16:10 WIB

Assalamu’alaikum wr wb

Klinik sehat era muslim yang dirahmati Allah, saya mau bertanya beberapa hal mengenai imunisasi :

1 Apa itu imunisasi dan manfaatnya untuk kita

2 Apa hukumnya

3 Ada berapa jenis imunisasi

terima kasih,

wassalamu’alaikum wr wb 

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Jawaban ini untuk menjawab beberapa pertanyaan lainnya berkenaan dengan vaksinasi.
Sistem Imun
Imun atau daya tahan tubuh merupakan suatu hal yang penting bagi kelangsungan hidup manusia. Alloh telah menciptakan manusia dengan sempurna, termasuk membekali manusia dengan suatu system yang berguna mencegah, melawan dan membunuh gangguan mikroorganisme (bakteri, virus, dan parasit). Sistem tersebut biasa di sebut daya tahan tubuh atau sistem imun. Ada daya tahan tubuh lini pertama (kulit, selaput lendir saluran pernafasan dan pencernaan, air mata, asam lambung, air liur) yang berfungsi sebagai benteng umum pertahanan tubuh. Kemudian ada sistem imun lini kedua, yang berperan jika benteng pertama gagal menghalau musuh. Sistem imun lini kedua ini diperankan oleh leukosit (sel darah putih) dan turunannya seperti limfosit, makrofag, sel B (menghasilkan immunoglobulin), sel T dan lainnya.
Imunisasi
Imunisasi adalah usaha untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas). Imunisasi ada dua macam, yaitu imunisasi pasif dan aktif. Imunisasi pasif adalah tubuh mendapatkan antibodi (immunoglobulin) secara langsung (sudah jadi). Imunisasi pasif alami dan terbaik adalah ASI, karena ASI kaya dengan immunoglobulin. Imunisasi pasif buatan contohnya adalah ATS (anti tetanus serum). Imunisasi aktif adalah tubuh dirangsang untuk membuat antibodi baik secara alami maupun buatan. Imunisasi aktif alami adalah tubuh membuat antibodi jika terkena kuman secara alami. Sedangkan imunisasi aktif buatan adalah tubuh membuat antibodi karena diberi kuman dari luar dengan cara vaksinasi (memasukkan vaksin). Vaksin adalah kuman atau bagian dari kuman atau racun kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan. Jika tubuh sudah mempunyai antibodi khusus terhadap suatu kuman, maka diharapkan pada saat tubuh kemasukan kuman untuk kedua kalinya dapat segera merespon dan melawan dengan baik, sehingga tidak menyebabkan penyakit, atau jika terkena sakitpun gejalanya ringan dan tidak menyebabkan komplikasi.
Vaksinasi dan permasalahannya
Vaksinasi ada berbagai macam antara lain vaksinasi BCG, DPT, Polio, Hepatitis B, Hib, MMR, Cacar air, Hepatitis A, Typhoid dan meningitis. Pembuatan vaksin memang menjadi permasalahan tersendiri bagi umat muslim, karena dalam proses tersebut bercampur dengan barang yang haram. Sebagai contoh vaksin polio dibiakkan menggunakan media dari babi. Beberapa vaksin juga dapat diperoleh dari aborsi calon bayi manusia yang sengaja dilakukan, anatara lain vaksin untuk cacar air, Hepatitis A dan MMR. Untuk vaksin polio MUI telah mengelarkan fatwa Halal dalam kondisi darurat, karena ada kaidah usul fikih yang menyebutkan bahwa mencegah kemudharatan lebih didahulukan daripada mengambil manfaatnya. Meskipun ada pendapat yang mengatakan biarkan tubuh mebentuk kekebalannya sendiri secara alami. Dr.William Howard dari USA mengatakan tubuh telah memiliki metode sendiri untuk pertahanan yang tergantung vitalitas tubuh saat tertentu.Kita tidak dapat mengubah vitalitas tubuh menjadi lebih baik justru dengan menggunakan berbagai jenis racun(vaksin) ke dalam tubuh tersebut

Tuntunan Agama dalam menjaga kesehatan Anak
1. Berikanlah ASI ekslusif (tanpa makanan lainnya) selama 6 bulan, dan dilanjutkan sampai dengan dua tahun. Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. (QS Al-Baqarah : 233) karena ASI mengandung antibodi.
2. Lakukan tahnik pada bayi, yaitu dengan mengunyah makanan hingga halus, biasanya kurma atau madu, kemudian dioleskan di langit-langit bayi, hal ini dijelaskan dalam hadits Bukhari-Muslim. Tahnik sebaiknya dilakukan oleh orang yang sehat, dan tidak terkena penyakit HIV/AIDS, hepatitis B, Tbc atau penyakit lainnya. Tahnik merupakan sebuah upaya memperkenalkan bayi pada berbagai potensi penyakit dari luar. Dan juga merupakan cara memasukkan bakteri baik (probiotik) ke dalam tubuh bayi, karena di dalam mulut banyak terdapat bakteri baik.
3. Berikan makanan yang baik. Yaitu makanan yang menigkatkan daya tahan tubuh, dan tidak merusak tubuh. Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (QS An-Nahl : 114). Makanan yang baik antara lain sayuran, buah-buahan, tahu, tempe, ikan, atau lainya yang diolah secara sederhana, tanpa bahan pewarna, pengawet, penyedap rasa dan zat tambahan lainnya yang merugikan tubuh.
4. Ajari anak bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, jangan mengunci anak di dalam rumah, menonton televisi, dan bermain play stasion. Sosialisi dengan lingkungan penting untuk membiasakan anak terkena kuman, sehingga melatih daya tahan tubuhnya.
Semoga ini membuka cakrawala kita dan semuanya dikembalikan kepada diri kita sendiri. Allahu a’lam
Wassalam.

Klinik Sehat Terbaru

blog comments powered by Disqus