Keputihan Ketika Hamil

Irni Irhamnia – Rabu, 3 Rabiul Awwal 1431 H / 17 Februari 2010 11:38 WIB

Assalamu’alaikum wr. wb.

Saya IRT, usia 28 tahun, sedang hamil anak ke-3. Dikehamilan sebelumnya tidak ada keluhan yang berarti (alhamdulillah). Tetapi, saat hamil sekarang, saya mengalami keputihan yang cukup mengganggu. Jumlahnya banyak dan kekuningan, terkadang disertai rasa gatal. Saya belum mencoba selain obat luar berupa produk pencuci kewanitaan. Pertanyaan saya, apa resep ramuan herbal untuk masalah saya? Terima kasih, Wassalam.

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Keputihan dalam istilah medis disebut fluor albus atau leucorrhoea merupakan cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat terjadi pada setiap wanita, tanpa memandang usia. Tiga per empat wanita di dunia diperkirakan mengalami keputihan setidaknya sekali seumur hidupnya

Wanita lebih rentan mengalami keputihan pada saat hamil karena pada saat hamil terjadi perubahan hormonal yang salah satu dampaknya adalah peningkatan jumlah produksi cairan dan penurunan keasaman vagina serta terjadi pula perubahan pada kondisi pencernaan. Semua ini berpengaruh terhadap peningkatan risiko terjadinya keputihan.

Keputihan dapat bersifat normal (fisiologis) dan tidak normal (patologis). Dalam keadaan normal, cairan yang keluar cenderung jernih atau sedikit kekuningan dan kental seperti lendir serta tidak disertai bau atau rasa gatal. Namun bila cairan yang keluar disertai bau, rasa gatal, nyeri saat buang air kecil atau warnanya sudah kehijauan atau bercampur darah, maka ini dapat dikategorikan tidak normal.

Pada kasus yang dialami ibu, ada kemungkinan keputihan tersebut karena jamur atau bakteri, sehingga membutuhkan penanganan (pengobatan).

Penanganan secara herbal yaitu dengan menggunakan rebusan daun sirih (20 lembar) yang dicampur dengan sambiloto (satu genggam) direbus dengan 3 liter air sampai mendidih, dan gunakan untuk membilas tiga kali sehari setelah air rebusan tersebut dingin atau hangat-hangat kuku.

Selain itu, penjagaan secara umum terhadap organ intim tersebut perlu dilakukan, antara lain dengan menghindari penggunaan bedak, tissue atau sabun dengan pewangi pada daerah vagina, menggunakan celana dalam yang menyerap keringat, menghindari pemakaian celana jeans. Wallahu’alam bisshowab.

Wassalam.

Klinik Sehat Terbaru

blog comments powered by Disqus