Kehamilan Kosong

Taufik – Kamis, 6 Jumadil Akhir 1431 H / 20 Mei 2010 14:10 WIB

Assalamu’alaikum wr wb

Dokter mau tanya apa penyebab kehamilan kosong (BO) selain dari virus TORCH dan kira-kira pengobatan seperti apa yang harus di lakukan dan obat apa yang cocok untuk di konsumsi, mohon informasinya. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum wr wb

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Blighted ovum (BO) kehamilan kosong adalah keadaan dimana seorang wanita merasa hamil tetapi tidak ada bayi di dalam kandungan. Seorang wanita yang mengalaminya juga merasakan gejala-gejala kehamilan seperti terlambat menstruasi, mual dan muntah pada awal kehamilan (morning sickness), payudara mengeras, serta terjadi pembesaran perut, bahkan saat dilakukan tes kehamilan baik test pack maupun laboratorium hasilnya pun positif.

Hal ini terjadi karena pada saat konsepsi, sel telur (ovum) yang matang bertemu sperma. Namun akibat berbagai faktor maka sel telur yang telah dibuahi sperma tidak dapat berkembang sempurna, dan hanya terbentuk plasenta yang berisi cairan. Plasenta menghasilkan hormon HCG (human chorionic gonadotropin) dimana hormon ini akan memberikan sinyal pada indung telur (ovarium) dan otak sebagai pemberitahuan bahwa sudah terdapat hasil konsepsi di dalam rahim. Hormon HCG yang menyebabkan munculnya gejala-gejala kehamilan seperti mual, muntah, ngidam dan menyebabkan tes kehamilan menjadi positif.

Hingga saat ini belum ada cara untuk mendeteksi dini kehamilan blighted ovum kecuali dengan pemeriksaan USG pada kehamilan memasuki minggu ke-8. Sebab saat itu diameter kantung kehamilan berkisar antara 2,5 – 3 cm, sehingga bisa terlihat lebih jelas. Dari situ juga akan tampak, adanya kantung kehamilan yang kosong dan tidak berisi janin.

Sekitar 60% blighted ovum disebabkan kelainan kromosom dalam proses pembuahan sel telur dan sperma. Infeksi TORCH, rubella dan streptokokus, penyakit kencing manis (diabetes mellitus) yang tidak terkontrol, rendahnya kadar beta HCG serta faktor imunologis seperti adanya antibodi terhadap janin juga dapat menyebabkan blighted ovum. Risiko juga meningkat bila usia suami atau istri semakin tua karena kualitas sperma atau ovum menjadi turun.

Untuk mencegah terjadinya blighted ovum, maka dapat dilakukan beberapa tindakan pencegahan seperti pemeriksaan TORCH, imunisasi rubella pada wanita yang hendak hamil, bila menderita penyakit disembuhkan dulu, dikontrol gula darahnya, melakukan pemeriksaan kromosom terutama bila usia di atas 35 tahun, menghentikan kebiasaan merokok agar kualitas sperma/ovum baik, membiasakan pola hidup sehat, antara lain dengan rajin berolah raga dan mengkonsumsi makanan organik yang tidak mengandung zat tambahan. Rutinkan minum madu dan habbat extract yang merupakan antioksidan sekaligus sebagai penguat daya tahan tubuh.

Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmatNya kepada Bpk dan keluarga, dan jangan takut untuk menghadapi kehamilan selanjutnya jika kita sudah memeriksakan diri ke dokter. Karena biasanya setelah blighted ovum jarang akan terjadi yang kedua kalinya. (sf/)

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Klinik Sehat Terbaru

blog comments powered by Disqus