Gusi Bengkak

Chandra Cakti – Minggu, 9 November 2008 14:11 WIB

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,

Saya sudah baca artikel mengenai akibat terlalu sering mengkonsumsi Vitamin C dosis tinggi, namun demikian saya tidak bisa menghindarinya dan hampir setiap hari mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi tersebut (dan hal ini sudah berlangsung tahunan), karena bila tidak maka gusi membengkak, bibir dan lidah perih (sariawan?) dan bila terus dibiarkan maka gigi jadi goyah. Saya sudah coba untuk hanya mengkonsumsi vitamin C dari buah-buahan saja, namun ternyata hal ini tidak cukup dan gusi tetap bengkak.

Pertanyaan saya , kenapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana jalan keluarnya agar saya tidak harus selalu mengkonsumsi vit. C berdosis tinggi?

Wassalam,

Wa’alaikum Salam.wr.wb.

Bapak yang saya hormati, yang insya’alloh selalu dalam lindungan Alloh SWT. Sariawan (stomatitis) adalah peradangan yang terjadi pada mukosa mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan yang terasa perih/sakit. Bercak ini dapat berupa bercak tunggal maupun berkelompok. Sariawan ini dapat menyerang selaput lendir pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi, serta langit-langit dalam rongga mulut. Meskipun tidak tergolong berbahaya, namun sariawan ini sangat-sangat mengganggu sekali seperti pada saat kita makan dan minum.

Sariawan dapat terjadi oleh kondisi mulut itu sendiri, seperti kebersihan mulut yang buruk, pemasangan gigi palsu dan kawat gigi, luka pada mulut karena makanan atau minuman yang terlalu panas, dan kondisi tubuh yang buruk atau dalam kondisi badan yang lemah (imunodefisiensi), dan juga disebabkan oleh adanya alergi atau infeksi setempat pada tubuh.

Sariawan identik sekali dengan kekurangan vitamin C (defisiensi vit.C). Kekurangan vitamin itu memang mengakibatkan jaringan di dalam rongga mulut dan jaringan penghubung antara gusi dan gigi mudah robek seperti yang bapak alami saat ini , yang akhirnya menyebabkan sariawan dan goyahnya gigi-geligi. Namun, kondisi tersebut dapat diatasi jika kita sering mengonsumsi buah dan sayuran.

Sariawan umumnya ditandai dengan rasa nyeri seperti terbakar yang terkadang menyebabkan penderita sulit untuk menelan makanan dan minuman, dan bila sudah parah dapat menyebabkan demam atau panas tubuh yang tinggi. Gangguan sariawan dapat menyerang siapa saja, termasuk bayi yang masih berusia 6-24 bulan atau balita.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa faktor psikologis/ psikis (seperti emosi dan stress) juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya sariawan. Kondisi lainnya yang diduga memicu sariawan yaitu kekurangan vitamin B, vitamin C, serta zat besi; luka tergigit pada bibir atau lidah akibat susunan gigi yang tidak teratur; luka karena menyikat gigi terlalu keras atau bulu-bulu sikat gigi yang sudah mengembang atau rusak; alergi terhadap suatu makanan (seperti cabai dan nanas); gangguan hormonal (seperti sebelum atau sesudah menstruasi); menurunnya kekebalan tubuh (setelah sakit atau stress yang berkepanjangan); dan adanya infeksi oleh berbagai mikroorganisme.

Sariawan dapat diredakan atau disembuhkan dengan menggunakan beberapa jenis obat, baik dalam bentuk salep (yang mengandung antibiotika dan penghilang rasa sakit), obat tetes, maupun obat kumur. Saat ini, sudah banyak tersedia pasta gigi yang dapat mengurangi terjadinya sariawan. Jika sariawan sudah terlanjur parah, dapat digunakan antibiotika dan obat penurun panas (bila disertai dengan demam). Sariawan umumnya akan sembuh dalam waktu 3-4 hari. Namun, bila sariawan tidak kunjung sembuh, segera periksakan ke dokter, karena hal itu dapat menjadi gejala awal adanya kanker mulut.

Banyak berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menyembuhkan terjadinya sariawan, antara lain yaitu menghindari kondisi stress; sering mengonsumsi buah dan sayuran, terutama yang mengandung vitamin B, vitamin C, dan zat besi; menjaga kesehatan atau kebersihan gigi dan mulut yaitu salah satunya dengan membersihkan mulut pada saat berwudhu,saat mandi dan sebelum tidur; serta menghindari makanan dan obat-obatan yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada rongga mulut (terutama hindarilah merokok). Dan jangan lupa perbanyak selalu mengkonsumsi air putih minimal 2 liter sehari. Insya’alloh dapat bermanfaat dan juga jaga selalu kondisi badan anda dengan istirahat yang cukup.

Wassalau’alaikum, wr. wb.

Klinik Sehat Terbaru

blog comments powered by Disqus