Strategi Manajemen Diri

Abdillah Arif – Jumat, 31 Oktober 2008 11:25 WIB

Assalaamu’alaikum Wr Wb.

Yth. Pak Satria, saya pernah bertemu bapak pada waktu bapak bedah buku Breaking Time beberapa tahun lalu. Buku bapak tersebut dapat memberikan inspirasi saya dalam mengelola waktu tuk manajemen diri. Alhamdulillah saya telah membuat visi, misi, serta peta kehidupan dan planning dunia -akhirat…. Tapi seiring dengan waktu kadang muncul virus-virus yang menurunkan motivasi diri..

Yang ingin saya tanyakan:

1. Bagaimana agar dapat memiliki motivasi diri yang dahsyat selalu dalam performa tinggi dan stabil…?

2. Bagaimana strategi manajemen diri dalam merealisasikan target dan planing yang talah disusun (melaksanakan dengan kesadaran diri)….?

3. Bagaimana menumbuhkan kepercayaan diri yang mantap..?

Jazakallahu ahsanal jaza’ atas jawaban dan motivasi yang bapak diberikan…

Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.

Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.
Saudara Abdillah yang dicintai Allah SWT, saya langsung saja menjawab pertanyaan Anda satu per satu :
1. Untuk memiliki motivasi diri yang dahsyat dan selalu dalam performa yang tinggi dan stabil, maka kita harus mengandalkan motivasi dari diri sendiri (motivasi intrinsik) dan jangan mengandalkan motivasi dari luar/lingkungan (ekstrinsik). Contoh motivasi ekstrinsik adalah pujian, lingkungan yang mendukung atau upah yang besar. Kalau kita tergantung pada motivasi ekstrinsik maka kita akan menunggu dimotivasi. Padahal motivasi dari luar itu tidak selalu kita dapatkan, sehingga akhirnya motivasi kita jadi naik turun tergantung stimulus dari luar.
Sedang motivasi intrinsik bisa kita bangkitkan kapan saja sesuai kehendak kita, bahkan bisa terus kita bangkitkan sehingga kita akan selalu mempunyai motivasi yang tinggi. Caranya bisa dengan berbagai cara (saya telah menulis buku yang khusus membahas soal ini, judulnya : Total Motivation), diantaranya : dengan membayangkan manfaat besar yang akan didapat, melakukan sugesti untuk menyenangi pekerjaan yang sedang kita lakukan, menumbuhkan rasa tanggung jawab dan meyakini bahwa kita baru berarti hidup di dunia ini jika berhasil melakukan pekerjaan tersebut atau dengan cara memaksa diri bertindak walau ogah-ogahan (karena pada dasarnya sebagian besar motivasi/semangat muncul ketika kita beraktivitas, bukan sebelum beraktivitas).
2. Untuk strategi merealisasikan target dan planning yang sudah dibuat, caranya adalah : bawa target dan planning tersebut ke alam bawah sadar kita. Dengan membawa ke alam bawah sadar, kita akan bergerak sepenuhnya dan menjadikan target/planning tersebut sebagai kebiasaan sehari;hari. Bagaimana cara membawa target/planning kita ke alam bawah sadar? Caranya dengan selalu mengingat dan mengevaluasi pencapaian target tersebut. Oleh karena itu kita harus punya waktu minimal 30 menit sehari untuk mengevaluasi pencapaian target hidup kita. Jangan pernah bosan dan putus asa untuk mengevaluasinya setiap hari. Sebab ketika Anda tidak lagi mengevaluasinya setiap hari, maka target tersebut berubah hanya menjadi rencana di atas kertas belaka.
3. Untuk menumbuhkan kepercayaan diri yang mantap, maka kita harus selalu berpikir positif bahwa kita bisa, kita baik dan kita pasti sukses. Kita bisa karena Allah pada dasarnya telah mengaruniakan kita otak yang hebat dan tubuh yang luar biasa. Otak kita lebih hebat dari komputer secanggih apa pun (bahkan otak kita yang membuat komputer). Kita baik karena pada dasarnya manusia mempunyai fitrah yang selalu mengajaknya untuk berbuat baik (disebut juga hati nurani). Kita sukses karena kita pernah mengalahkan 1 milyar lebih calon manusia (sperma) pada masa dahulu (tapi kita tidak ingat saja). Kemudian selain berpikir positif, kita juga harus bertumpu pada kelebihan kita supada PD. Maksudnya, jangan sering mengingat-ingat kekurangan kita. Sebaliknya lebih sering mengingat-ingat kelebihan/potensi kita. Bahkan kalau bisa kita beraktivitas yang sesuai dengan kelebihan/potensi kita supaya PD yang kita miliki lebih besar lagi. Dan yang terakhir, supaya kita selalu PD jangan lupa untuk tidak takut berbuat. Jangan takut gagal dan harus berani mencoba. Pada dasarnya ketakutan kita akan kegagalan lebih besar daripada kegagalan itu sendiri.
Demikian masukan dari saya. Semoga bermanfaat. Salam luar biasa untuk Anda !!

Konsultasi Motivasi Terbaru

blog comments powered by Disqus