Pacaran dengan Non Muslim

Chandra Winata – Kamis, 3 Ramadhan 1429 H / 4 September 2008 04:30 WIB

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Pak bagaimana menurut bapak jika seorang muslim menjalin hubungan dengan seorang non muslim tetapi hanya sebatas pacaran. Tetapi saya mempunyai keinginan yang kuat untuk bisa menlanjutkan ke hubungan yang lebih serius sama dia.Pernah saya tanya sama dia, tetapi dia bilang dia masih belum memikirkan untuk pindah agama.

Menurut Bapak apakah masih perlu dilanjutkan hubungan ini, karena saya juga tidak yakin dia mau pindah agama, sedangkan saya dan dia sama-sama saling sangat mencintai. Mohon diberikan masukan. Terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Saudara Joey yang saya hormati, pada kesempatan ini saya tidak menjawab dari sudut pandang agama secara utuh, tetapi marilah dipahami dengan berpikir logis dan cermat akan masalah ini.

Faktor agama (keyakinan) merupakan hal yang paling prinsip dalam kehidupan seseorang. Agama dapat menjadi titik tolak seseorang dalam memandang sesuatu hal. Agama dapat menjadi barometer seseorang dalam memilih dan menentukan sesuatu. Dan Agama menjadikan orang mempunyai penilainan berbeda dalam menjalani dan menempuh kehidupan ini.

Oleh karenanya adalah sangat riskan ketika seseorang bersatu dengan nilai-nilai yang berbeda. Mereka akan banyak menemui kesulitan ketika harus memutuskan persoalan yang sedikit banyak akan terkait dengan persoalan agama. Karena pada dasarnya ketika kita membangun rumah tangga ujuannya adalah bagaimana kita dapat menciptakan rumah tangga yang harmonis dengan kesamaan keinginan dan kehendak yang ingin dicapai.

Adapun bila kita beralasan ada orang lain yang berbeda agama namun ia dapat membangun rumah tangganya dengan baik, hal itu tidak dapat menjadi dalil yang kuat untuk kita menirunya, mengapa? Karena di dalamnya pastilah ada hal-hal yang prinsipil pula yang harus dikorbankan. Misalnya tentang anak. Anak merupakan amanah Allah bagi orang tuanya untuk dididik dan diarahkan menjadi hamba Allah yang sholeh. Bagaimana jadinya ternyata anak ‘dipaksa’ untuk memilih agama lain mengikuti salah satu agama orang tuanya. Amanah yang besar diberikan Allah ternyata dikhianati demi sebuah kecantikan seseorang.

Cobalah Anda memikirkan manfaat dan hal positif lainnya hubungan pacaran Anda selama ini, apakah hanya kesenangan belaka yang diraih atau cinta semu yang didapat? Cinta semu, Bukankah cinta itu membutuhkan pengorbanan? Jika memang ia benar-benar mencintai Anda dengan sepenuhnya, beranikah ia untuk mengorbankan sesuatu yang paling berharga dari dirinya dengan meninggalkan agama yang dianutnya demi keberadaan Anda?

Semoga bermanfaat.

Konsultasi Motivasi Terbaru

blog comments powered by Disqus