Melupakan Wanita yang di Cintai

Nizar Robijansyah – Kamis, 25 Sya'ban 1429 H / 28 Agustus 2008 06:16 WIB

Assalamualaikum. Wr Wb

Ustaz, salahkah kiranya saya mencintai seseorang wanita lagi, padahal saya sudah beristri dan mempunyai seorang anak..!

Awal saya sangat mencintai wanita tersebut sama kiranya saya mencintai isteri dan anak saya begitu juga dengan dia mencintai saya tapi dalam tanda kutip, dia tahu bahwa saya sudah beristri dan punya satu anak, sampai akhirnya kamiputuskan untuk berteman tapi teman yang sangat special, saya nggak bisa bohong dengan hati nuranisaya, semakin lama semakin harisaya menjalankan ini semua di semakin besar rasa cinta saya dengan wanita tersebut..

Bagaimana ustadz cara saya harus melupakan dan membuang jauh-jauh rasa cinta saya terhadap wanita tersebut..?

Wa’alaikum salam wr. Wb.

Saudaraku yang dikasihi Allah SWT, tindakan yang Anda lakukan dengan mencintai wanita lain dan memacarinya (istilah Anda menjadi teman spesial) padahal Anda sudah mempunyai isteri adalah tindakan yang keliru, dilihat dari sisi mana pun. Dari sisi agama, jelas hal itu termasuk penghianatan terhadap janji pernikahan yang menuntut kesetiaan pasangan suami isteri.

Dilihat dari sisi psikologis, hal itu jelas akan menyakitkan isteri Anda jika kelak ia mengetahuinya. Dari sisi etika, hal tersebut menyimpang dari moral yang ada di lingkungan masyarakat kita (walau akhir-akhir di lingkungan tertentu semakin banyak saja orang yang “bermain hati” dengan lawan jenis yang bukan haknya).

Solusi idealnya agar tidak jatuh cinta dengan lawan jenis adalah membatasi pergaulan dengan mereka. Tidak terlalu akrab dan jangan berbicara yang terlalu pribadi. Jika ada wanita yang ingin curhat, batasi curhat mereka agar jangan sampai mengajak untuk terlibat secara pribadi dalam mengatasi masalahnya.

Terkait dengan masalah saudara El Nino yang sudah terlanjur cinta pada wanita yang bukan haknya, maka cara mengatasinya bisa dikatakan mudah, tapi bisa dikatakan sulit.

Bisa dikatakan sulit karena hal ini adalah masalah hati yang kadangkala tidak bisa dipecahkan dengan solusi yang rasional dan obyektif. Harus ada keberanian untuk mengenyahkan perasaan cinta itu. Hal ini menyakitkan, tapi harus dilakukan kalau tidak ingin lebih sakit hati lagi di kemudian hari. Ibarat menyembuhkan penyakit serigkali kita butuh obat yang pahit untuk menyembuhkan penyakit tersebut kalau ingin sembuh.

Bisa dikatakan mudah jika kita mau lebih rasional mengatasinya, yakni misalnya dengan cara:

- Menyadari betapa besarnya dosa selingkuh. Dalam Islam bahkan mereka yang berselingkuh sampai berzina hukumannya dicambuk (bagi yang belummenikah) dan dirajam (bagi yang sudah menikah). Hukuman dunia yang berat tersebut menunjukkan betapa besarnya dosa selingkuh, termasuk dosa yang ‘nyerempet-nyerempet’ ke arah selingkuh.

- Merasakan betapa besar sakit hati isteri jika ia tahu Anda “bermain hati”. Coba bayangkan jika Anda yang diperlakukan sebaliknya oleh isteri Anda bagaimana perasaan Anda. Tentu Anda akan merasa sakit hati, benci dan marah kepada isteri Anda. Begitu pula perasaan isteri Anda terhadap Anda jika ia mengetahuinya.

- Lupakan wanita tersebut dengan cara membatasi pertemuan dengan dia. Tidak lagi jalan bareng. Tidak berdua-duaan dengan dia di tempat sepi. Bahkan kalau perlu pindah rumah/kerja jika ia ada di lingkungan sekitar Anda.

- Untuk mempercepat melupakannya, selalu ingat-ingat kejelekannya, baik pada bagian fisik tertentu maupun pada sifat-sifatnya.

Dan masih banyak cara lainnya untuk melupakan cinta Anda kepada dia. Yang penting sikap Anda harus konsisten, jangan plin plan ketika berusaha menjauhinya.

Saya yakin dengan keteguhan hati dan meminta bantuan kepada Allah SWT untuk membalikkan hati Anda, insya Allah Anda akan berhasil untuk melupakannya. Lakukan dengan segera dan jangan ditunda-tunda melakukannya! Saya doakan semoga Anda berhasil kembali ke jalan yang lurus…amiin yan robbal alamiin.

Konsultasi Motivasi Terbaru

blog comments powered by Disqus