Mapping Peran

Rizki Ridyasmara – Kamis, 8 Ramadhan 1428 H / 20 September 2007 05:40 WIB

Assalamu’alaikum ustad..

Ana adalah seorang guru di boarding school putri di kota Batu-Malang sekitar 7 bulan yang lalu, siswi dan guru berasrama-selama guru masih bujang disyaratkan tinggal diasrama. ana sangat suka menghadapi, membangun dan mengelola karakter, motivasi anak/remaja, sehingga ana enjoy dengan pekerjaan saya.

Namun karena ana juga mengabdikan diri sebagai seorang aktivis harokah partai, terang tuntutan kesibukan menuntut ana membagi waktu untuk beraktivitas diluar asrama.

Pimpinan ana sebenarnya sudah pernah menerima penjelasan tentang. Visi-misi ana saat seleksi rekruitment, terus teranganaadalah tipe akhwat yang cenderung perfectionist -dengans endirinya mengetahui bahwa pekerjaan yang harus kita selesaikan itu banyak-dan mendapati diri saya perlu mengembangkan potensi yang kebetulan tidak terwadahi ketika hanya di dakwah sekolah saja.

Namun sering kali ketika jatah istirahat ana pakai beraktivitas diluar, pimpinan tampak sering menyindir tentang fasilitas asrama yang disediakan dan seperti menuntut ana untuk all-out disekolah.

Pertanyaan ana:

1. Bagaimana ana harus bersikap bijak menghadapi beliau?

2. Apakah ana perlu menunjukkan mapping peran ana kepada beliau, ttg posisi dari prosentase peran ana di sekolah? (sebagaimana saran ustaddalam pembuatan mapping peran di buku ust. Yang berjudul "Breaking the Time" itu)

Jazakummullah khairan katsira, ana haturkan.

Sebuah perusahaan wajar bila menuntut loyalitas dari para karyawannya. Karena pada dasarnya seseorang yang dipekerjakannya adalah dalam rangka mengelola dan meningkatkan produksi untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Sah-sah saja bila seseorang yang bekerja dan mempunyai kegiatan ekstra diluar yang sudah di program perusahaan. Namun mungkin akan menjadi dilema bila kegiatan diluar tersebut beririsan dengan kegiatan kantor.

Oleh karenanya, pertama-tama Anda harus dapat meyakinkan pimpinan bahwa apa yang Anda lakukan selama ini tidak mengganggu produktifitas kerja (yang dituntut perusahaan) Anda. Yakinkan bahwa hasil kerja Anda tidak menurun akibat kegiatan Anda diluar, bahkan kalau bisa yakinkan bahwa justru dengan kegiatan Anda diluar, produktifitas Anda pun lebih meningkat atau bahkan adanya nilai tambah bagi perusahaan Anda.

Ada baiknya pula Anda membatasi pemakaian fasilitas sekolah untuk dipergunakan dalam kegiatan luar Anda. Misalnya bila Anda akan mengadakan pertemuan, cobalah Anda mencari tempat diluar sekolah atau kalau tidak bisa keluar dari lingkungan sekolah, fasilitas umum bisa anda pergunakan seperti taman dan sebagainya.

Tidak ada salahnya memberitahukan peran-peran yang telah Anda buat tersebut, bilamana Anda sudah terdesak untuk menjelaskan aktivitas yang selama ini Anda lakukan. Namun harus dipahami bahwa jangan sampai peran-peran Anda meminimalkan porsi peran Anda di sekolah.

Intinya adalah secara umum setiap perusahaan pasti senang bila performance karyawannya meningkat, namun tentunya pula akan kecewa bila hanya memanfaatkan fasilitas tanpa memberikan kontribusi yang signifikan bagi perusahaan.

Konsultasi Motivasi Terbaru

blog comments powered by Disqus