Boikot Produk-Produk Halal Yang Dihasilkan Perusahaan Pendukung Zionisme

Dimas D – Rabu, 27 Rajab 1432 H / 29 Juni 2011 18:47 WIB

Ustadz, ana ingin menanyakan mengenai boikot terhadap produk – produk halal yang dihasilkan perusahaan perusahaan yang mendukung zionis israel seperti yang tercantum di web www.inminds.com/boycott-israel.html.

Tetapi ada pemikiran lain dari saudara kita yang tercantum di web lain (http://www.rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3023-fatwa-ulama-tentang-hukum-boikot-produk-yahudi.html) dan link link lainnya.

Mohon opini lain dari ustadz.

Terima kasih. Jazakallahu khairan katsira

Jazakallah pertanyaannya saudaraku Dimas, semoga kita senanatiasa diberikan keberkahan oleh Allah dalam sebuah transaksi ekonomi di zaman penuh fitnah seperti saat imi.

Saudaraku, saya menghormati pandangan lain tentang gerakan boikot dari saudara-saudara kita. Karena sejatinya hak setiap orang berpendapat jika memang itu memiliki landasan dalil yang cukup kuat.

Namun saudaraku, yang mesti kita ketahui adalah Yahudi yang kita bicarakan saat ini bukan sekedar beberapa oknum Yahudi zaman Rasulullah yang tidak langsung memerangi beliau, tapi Yahudi saat ini yang kita bicarakan adalah sebuah gerakan konspiratif yang berupaya memadamkan cahaya Allah. Dan menariknya dari kantong kita pula mereka membiayai pelurunya untuk membunuh umat Islam. Sayangnya, link artikel yang saudara berikan tersebut tidak membahas konspirasi Zionisme di bidang ekonomi.

Ada sebuah kisah menarik dari Rasulullah bagaimana beliau menghindari -kalau mau tidak dikatakan boikot- jual beli dengan orang Yahudi. Sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah, pasar dan sistem perdagangan di kota itu dikuasai dan dimonopoli sepenuhnya oleh orang–orang Yahudi. Maju mundurnya masyarakat Madinah saat itu secara tidak langsung diatur oleh kapitalis Yahudi. Di dalam masyarakat terjadi penindasan, penzaliman dan riba dimana–mana.

Setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, maka selaku pemimpin, Baginda tidak bisa berdiam diri melihat kekacauan masyarakat Madinah yang bersumber pada eksploitasi oleh sistem ekonomi kapitalis. Langkah yang diambil Rasulullah SAW adalah mengerahkan Sayidina Abdurrahman bin Auf, seorang hartawan, untuk membangun sistem ekonomi Islam yang jauh dari nilai Yahudi. Sayidina Abdurrahman bin Auf memulai dengan membangun pasar yang dikelola seratus persen oleh umat Islam sendiri yang berlokasi terpisah dari pasar Yahudi, yang kemudian diberi nama “Suqul Anshar“ atau pasar Anshar.

Saudaraku, Rasulullah pun tidak pernah bekerjasama dengan musuh Islam, apalagi musuh yang kita hadapi adalah musuh yang sudah diingatkan oleh Allah.

Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu. (QS. Al Maidah:62)

Saudaraku, kita juga tidak bisa membayangkan bagaimana jika Rasulullah SAW masih hidup saat ini beliau bisa terfikir mau bekerjasama dengan Ariel Sharon, George Bush, Obama, dan Yahudi laknatullah lainnya yang jelas-jelas membunuh saudara kita di Palestina lewat serangkaian aksi konspirasi Zionisme. Padahal jelas ada hadis yang berbunyi:

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam. (HR. Muslim).

Dalam kesempatan lain, Rasulullah SAW juga pernah bersabda, "Perangilah kaum musyrik itu dengan harta, jiwa dan lisan kalian." (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).

Fatwa boikot juga pernah dikeluarkan oleh 70 ulama Sudan yang mewajibkan seluruh kaum muslimin untuk mengambil peranan terhadap permasalahan Palestina dengan menggunakan seluruh sarana yang ada yang diawali dengan pemboikotan terhadap produk-produk Amerika dan Israel, dikarenakan beberapa hal berikut :

1. Firman Allah SWT yang berbunyi, “Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. dan Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, Maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Mumtahanah : 9)

2. Ketetapan Nabi Muhammad SAW terhadap Tsumamah bin Atsal yang mengatakan kepada orang-orang Quraisy,”Demi Allah, tidak akan pernah sampai kepada kalian biji-bij gandum sebelum mendapatkan izin dari Rasulullah saw.”

3. Firman Allah SWT yang berbunyi, “dan ( bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri.” (QS. Asy Syu’ara : 39). Sebagaimana diketahui bahwa orang-orang Amerika telah melakukan banyak kezhaliman, menguasai negeri-negeri Islam serta para penduduknya.

4. Ijma para ulama akan diharamkannya mengambil manfaat dari orang-orang kafir yang memerangi kaum muslimin.

Urgensi memboikot akan menghentikan salah satu pintu masuk ekonomi Zionis. Israel pun sangat takut sekali sama gerakan boikot ini, karena kita ketahui Yahudi adalah bangsa yang sangat cinta dunia.

Ada beberapa keberhasilan yang dicatat dari gerakan boikot. Salah satunya terjadi pada Supermarket Sainsbury’s asal Inggris yang terpaksa menutup semua outletnya di Mesir, sesudah beberapa bulan diboikot, meskipun perusahaan itu membantah bahwa mereka didukung negara Zionis. Sejak diluncurkannya boikot, 2 dari 6 McDonald’s di Yordan pun telah ditutup. Begitu juga dengan Coca-Cola, yang mengalami penurunan penjualan hingga 60% di Timur Tengah.

Kata halal dalam produk Yahudi pun juga masih debatable. Saya kadang suka terfikir apakah memang produk Yahudi seperti Coca-cola dan Pepsi masih bisa dipandang halal? Masyarakat India pernah dikejutkan lewat sebuah laporan Pusat ilmu pengetahuan dan lingkungan (CSE) di New Delhi. CSE menemukan bukti bahwa produk minuman ringan Coca Cola dan Pepsi yang dijual di negara itu mengandung residu pestisida dengan kadar 24 sampai 200 kali dari standar baku.

Tidak hanya di India, bahkan pada tahun 2009 Venezuela resmi melarang Coke Zero. Minuman kemasan ringan produksi Coca-Cola itu dinilai membahayakan kesehatan konsumen. Pelarangan itu memang beralasan. Bahan dasar
industri coca cola adalah gula yang dibuat menjadi karamel. Pewarna di karamel sendiri dapat memicu kanker. Allahua’lam. (Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi)

Di Balik Konspirasi Terbaru

blog comments powered by Disqus