About Reiki

San Aji – Selasa, 13 Syawwal 1429 H / 14 Oktober 2008 06:06 WIB

Assalmualaikum wr.wb

Saya ingin menanyakan mengenai reiki, apakah diperbolehkan atau diharamkan dalam ajaran Islam.

Atas Penjelasannya saya ucapkan terima kasih

Wassalam

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Reiki adalah sebuah teknik dari Jepang yang digunakan untuk mengatasi stress, relaksasi dan juga untuk penyembuhan. Reiki mempunyai satu pengertian “energi kehidupan”. Sebuah energi yang tak dapat dilihat mengalir di dalam diri kita, dan energi ini dirancang oleh sang Pencipta dan telah diprogram untuk tubuh manusia supaya bisa bekerja dalam mempertahankan kehidupan. Jika “energi kehidupan” seseorang rendah, maka ia akan sakit atau merasa stress, dan jika energi kehidupan seseorang tinggi, maka ia akan menjadi bahagia dan sehat.

Reiki berasal dari dua kata dalam bahasa Jepang – Rei mempunyai arti “Kebijaksanaan Tuhan atau Kekuasaan yang lebih Tinggi” dan Ki mempunyai arti “energi kekuatan hidup”. Dengan demikian istilah Reiki mempunyai arti “energi kehidupan yang dikendalikan secara spiritual. Orang yang sudah mengalami sebuah attunement reiki (Yaitu sebuah proses penyelarasan energi) akan mempunyai aura bersinar yang sangat bagus, mengalir di sekelilingnya.

Nah disinilah masalahnya, saya tidak akan menyatakan Reiki itu boleh atau tidak, karena pertanyaan tentang boleh atau tidaknya lebih baik ditanyakan langsung kepada Ustadz atau Ulama yang mumpuni dalam keilmuan di bidang akidah. Hanya saja, sepanjang pengetahuan saya, proses attunement atau penyelarasan energi ini merupakan sesuatu yang tidak dikenal dalam Islam. Prosesnya nyaris sama dengan proses pengisian ilmu-ilmu kedigdayaan, yakni obyek harus duduk diam bersemedi dan sang guru aktif melakukan ritualnya.

Reiki termasuk dalam ilmu-ilmu esoteris yang memiliki banyak nama dan aliran, di mana ilmu esoteris ini sejak zaman purba telah dilakukan banyak orang. Keyakinan Kabbalah melakukan ini, demikian pula Freemasonry atau Theosofist di zaman Hindia Belanda. Ciri-cirinya hampir sama yakni dengan melakukan dialog dengan alam ghaib, penuh dengan simbol-simbol, doa-doa khusus (mantra), penggunaan sihir, bantuan mahluk halus bernama jin, dan sebagainya. Padahal Islam tidak mengenal itu semua, bahkan mengkategorikan sebagai perbuatan syirik, yakni dosa besar yang tak terampuni. Islam telah cukup untuk keseluruhan, termasuk dalam hal pengobatan dan kesehatan.

Bagi yang ingin mengetahui tentang seluk-beluk Reiki, silakan searching di mesin pencari di internet, sangat banyak. Demikian pula dengan segala kontroversinya. Saya disini hanya ingin menegaskan jika Reiki memiliki kesamaan dengan ilmu-ilmu Kabbalah, ritus-ritus paganisme purba, dan sejenisnya. Wallahu’alam bishawab.

Wassalamu;alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Di Balik Konspirasi Terbaru

blog comments powered by Disqus