Menghilangkan Sifat Keras Kepala

Dina Marsidi – Jumat, 30 Oktober 2009 06:21 WIB

Assalamualaikum ustazah,

Bagaimana untuk menghilangkan sifat keras kepala yang ada pada diri saya? DIsebabkan sifat buruk ini, saya cepat terasa dan kecil hati bila suami menegur walaupun perkara itu memang wajar ditegur. Sesudah itu, saya pun mengeluarkan nada suara yang marah atau sarkastik sebagai respons…saya cepat menginsafi perbuatan itu cuma perkara ini ulangkali berlaku…dan saya benar-benar ingin perbaiki diri..

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu
Ibu Anis yang dirahmati Allah, bersyukurlah kepada Allah atas nikmat yang telah anda terima. Abdullah bin Mas’ud berkata : iman ada dua paruh, separuh adalah sabar dan separuh adalah syukur. Maka sabar dan syukurnya anda akan membuat anda tenang menjalani kehendak Allah dalam meniti jalan kehidupan.
“apabila Allah menghendaki hambaNya menjadi orang yang baik maka dibuatNya paham terhadap agama, dibuatNya zuhud terhadap dunia dan dibuatNya menyadari aib diri sendiri.”
Kesadaran Ibu Anis bahwa ibu memiliki aib yang harus diubah, sesungguhnya adalah kunci pertama untuk memperbaiki diri. Maka ibu, perbaikilah iman anda dan buktikan perbaikan iman itu dengan amal sholih yang nyata.
“Iman itu naik dengan ketaatan kepada Allah dan turun dengan kemaksiyatan.” Semakin ibu memperbaiki diri dengan taat kepada Allah dan menjauhi maksiyat, insya Allah, akhlak ibu akan terperbaiki.
Kenalilah emosi Anda kemudian berlatihlah untuk mengelola emosi. Setiap kali ibu marah, sadari dan kenali reaksi tubuh Anda, seperti nafas tidak teratur, pikiran kacau, detak jantung lebih cepat, maka aturlah nafas perlahan sambil beristighfar. Lalu ibu ubah posisi tubuh sebagaimana hadits Rasulullah saw. Bila ibu sedang berdiri, duduklah. Bila masih berasa marah, berbaringlah. Kalau perlu segera ambil wudhu untuk menghalangi setan mengambil alih kontrol diri ibu. Tataplah wajah ibu di cermin ketika sedang marah dan lihatlah, betapa tidak menyenangkan wajah ibu di dalamnya, apalagi bila orang lain yang melihatnya.
Ibu, kali lain bila ibu melakukan banyak hal yang bermanfaat untuk diri ibu dan juga untuk orang lain, tersenyumlah, ucapkan hamdallah dan hargai prestasi itu dengan cara-cara tertentu yang ibu buat.
Berlatih pula untuk mendengar. Bukankah Allah menciptakan dua buah telinga dan satu mulut agar kita lebih banyak mendengar dibanding berbicara. Dengan banyak mendengar perkataan orang lain, ibu akan tahu, betapa banyak hal indah dan baik yang keluar dari mulut orang lain. Yakinilah bahwa kebenaran itu tidak hanya keluar dari diri kita. Juga mau menang sediri, selalu ingin diperhatikan tak selamanya membuat nyaman orang lain.
Mintalah ma’af dengan tulus pada suami dan siapapun akan sifat Anda ini; mengakui kelemahan diri bukan indikasi kekalahan Anda, tapi justru menunjukkan kemenangan. Juga minta tolonglah pada suami agar ia sabar membimbing anda. Berjanjilah untuk tidak sakit hati dan marah bila ia menegur Anda. Berdo’alah di tengah hening malam agar Allah swt mengaruniai Anda hati yang lembut, akhlak yang mulia sebagaimana dicontohkan Nabi SAW. Yakinilah proses latihan ini, insyaAllah akan membawa manfaat untuk Anda dan bagi sakinah, mawadah wa rahmah keluarga Anda berdua. Selamat berlatih.
Wallahu a’lam bisshawab,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuhu

Bu Urba

Konsultasi Keluarga Terbaru

blog comments powered by Disqus