Membangun Rumah Tangga yang Harmonis

Tri Wijayanto – Kamis, 26 Jumadil Akhir 1428 H / 12 Juli 2007 09:58 WIB

Assalamu’alaikum wr, wb.

Saat ini usia perkawinan kami sudah berjalan 3th lebih, tetapi saya dan isteri masih belum bisa merasakan indahnya rumah tangga yang harmonis. Banyak hal yang bisa menjadi pemicu pertengkaran di antara kami, dari masalah keuangan, kebiasaan hidup, dan terutama masalah komunikasi dll.

Terus terang saya memang orang yang susah untuk bisa berkomunikasi, tetapi saya tetap mencoba. Tetapi biasanya isteri akan berkomentar kurang enak dengan apa yang coba saya utarakan sehingga akhirnya saya memilih mundur.

Hal inimembuat saya semakin sulit untuk memulai komunikasi dengan isteri. Mohon sarannyabagaimanakah cara membangun komunikasi yang positif dengan isteri sehingga rumah tangga kami bisa harmonis.

Jazakallah khoiron katsiro.

Wassalamu’alaikum wr, wb.

Assalamualaikum wr.wb

Bapak Yanto yang dirahmati Allah

Membangun keharmonisan rumah tangga memang bukan hal mudah, karena perkawinan merupakan penyatuan dua pribadi yang berasal dari latar belakang berbeda, baik itu sosial, budaya, ekonomi dan lingkungan keluarga. Karenanya sering terdengar meskipun pernikahan sudah dijalani selama bertahun-tahun masih saja terbentur dengan hambatan-hambatan dalam membangun kehamonisan suami isteri.

Seperti yang anda akui, diusia 3 tahun perkawinan ternyata belum dapat merasakan kehamonisan dalam berumah tangga. Banyak penyebab yang menjadi pemicu pertengkaran anda dengan isteri, dari masalah keuangan, kebiasaan hidup dan terutama masalah komunikasi yang sering menemui jalan buntu.

Kebuntuan komunikasi memang sering menjadi penyebab sulitnya pasangan untuk dapat saling mengenali dan memahami. Meskipun setiap individu memiliki perbedaan, namun sebenarnya tetap bisa diselaraskan sepanjang ada kemauan untuk melakukan keterbukaan.

Untuk memecahkan kebuntuan komunikasi dengan isteri, sebaiknya anda berdua berusaha untuk berlatih mengungkapkan segala perasaan, keinginan, dan ketidaknyamanan pada pasangan. Bila masih ragu, cobalah untuk menulis surat dulu saja sebagai surat cinta misalnya.

Di samping itu juga, anda perlu berlatih untuk dapat menjadi pendengar yang baik dan tetap diam, penuh perhatian dan hindari berbantahan ketika saling mengungkapkan perasaan masing-masing.

Namun juga perlu diperhatikan saat ingin membuka komunikasi dengan isteri, lakukan pada saat dan kondisi yang tepat, misalnya ketika sedang mesra dan akur dengan isteri. Hindari saat kondisi tengah lelah, lapar, mengantuk atau ketika sedang sedih.

Bila pola komunikasi sudah terbangun dengan baik, maka akan lebih mudah bagi masing-masing pasangan untuk dapat saling memahami. Sebaiknya diingat bahwa setelah menikah mestinya tidak ada lagi saling menonjolkan ego masing-masing.

Karena dalam sebuah hubungan suami isteri bukan hubungan antara aku dan kamu lagi, tapi hubungan kami. Oleh karena dalam memutuskan apapun pendapat dari pasangan kita menjadi sangat penting, karena suami isteri adalah satu kesatuan yang utuh.

Perhatikan juga pola hubungan antara suami isteri, jadikan pasangan kita sebagai partner sekaligus sahabat yang hubungannya berlandaskan rasa cinta dan kasih sayang. Rasa cinta itu sendiri harus senantiasa dipelihara dan dipupuk agar tumbuh, berkembang dan kokoh saat beragam masalah kehidupan datang menerpa.

Caranya, lihat, ingat dan cari sebanyak mungkin kebaikan-kebaikan pasangan kita. Lantas cari, ingat dan sadari kekurangan-kekurangan diri sendiri. Mungkin terdengar klise dan sepele yah, namun bila sudah dilakukan sering kita tersadar saat kita menemukan betapa banyak alasan untuk jatuh cinta pada pasangan kita., dan bersyukur akan kebaikan-kebaikannya.

Akhirnya, setiap hati adalah milik Allah, maka untuk mengetuk hati dekatilah Sang pemilik hati. Mintalah pada Allah dengan memperbanyak ibadah agar hati anda dan isteri selalu berpadu dalam cinta kepada-Nya.

Wallahua’lam bishawab.

Wassalamu’alaikum wr, wb.

Konsultasi Keluarga Terbaru

blog comments powered by Disqus