Mana yang Didahulukan, Orang Tua atau Isteri

Koko Karyono – Rabu, 26 Rajab 1429 H / 30 Juli 2008 06:17 WIB

Ass.

Saya seorang laki-laki berusia 25 tahun, telah menikah, dan sudah dikaruniai 1 orang anak perempuan 3.5 bulan.

Pertanyaan saya Bu, mana yang harus didahulukan dan dituruti terlebih dahulu antara keinginan orang tua dengan keinginan isteri….

Saya pernah mendengar dari salah satu ustadzah di TV bahwa dalam posisi kita sebagai suami tetap yang harus didahulukan adalah orang tua (dalam hal ini Ibu)

Sebenarnya bagaimana posisi Saya (Suami), Isteri Saya, dan Orang Tua Saya Bu?

Atas jawabannya, saya ucapkan terima kasih

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh

Bapak Aa yang dirahmati Allah, segala puja dan puji hanya untuk Allah yang aturanNya demikian membuat nyaman bagi para hambaNya.

Bapak Aa, sebenarnya aturan Islam tentang berbakti kepada orang tua sudah sedemikian jelas, di antaranya:

Ada seorang laki-laki dating kepada Rasulullah saw dan bertanya, “ Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku hormati?” Beliau menjawab, “Ibumu”. Lalu dia bertanya lagi, “Siapa lagi, ya Rasul?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Kemudian bertanya lagi, “Lalu siapa lagi?” Beliau menjawab, ”Ibumu.” Kemudian bertanya lagi, “Lalu siapa lagi?” Beliau menjawab, ,” Ayahmu.” (HR Bukhari Muslim)

Berdasar hadits ini maka sampai kapan pun seorang anak (laki-laki) tetap harus berbakti kepada ibunya. Sedangkan anak perempuan, setelah dia menikah, bakti pertamanya kepada suaminya, meskipun mestinya, ini tak menghalanginya juga dari berbakti kepada orang tua.

Contoh yang lain tentang mengutamakan orang tua dibanding keluarga adalah tentang kisah tiga orang laki-laki yang terjebak oleh batu yang menutup pintu gua ketika mereka berteduh di dalamnya. Masing-masing mereka menceritakan amal sholihnya.

Salah satu dari mereka bercerita, “Ya Allah, aku mempunyai dua orang tua yang sudah lanjut usia. Aku dan kleuargaku tidak pernah minum susu di kala sore hari sebelummereka minum. Suatu hari, aku pergi mencari kayu, ketika aku sampai di rumah, ternyata keduanya sudah tertidur. Seperti biasa, aku pun memerahkan susu untuk mereka. Setelah selesai, aku temui mereka masih dalam keadaan tertidur. Aku enggan membangunkan mereka. Aku dan keluargaku tidak mau meminumnya sebelum mereka minum.

Namun, aku tetap membawa gelas itu di tanganku, menunggu mereka bangun walaupun sampai fajar menyingsing. Tangisan anak-anakku karena lapar di kakiku membuat mereka terbangun. Akhirnya, mereka pun meminumnya. ”ya Allah, bila hal itu kulakukan karena mencari ridhoMu, maka keluarkan kami dari batu besar ini.” Tiba-tiba batu besar itu bergeser sedikit….” (HR Bukhori Muslim)

Jadi, mengutamakan orang tua adalah kewajiban bagi setiap anaknya. Lalu bagaimana dengan isteri? Berakhlak baik kepada isteri dan tidak menyakitinya juga adalah bagian dari kewajiban. Maka karena dua-duanya adalah kewajiban secara syar’i, maka tidak boleh dibenturkan, lebih baik bila Bapak berkomunikasi dan terbuka kepada isteri, mengajaknya musyawarah dan juga menyertakannya untuk berbakti kepada kedua orang tua Anda dan juga orang tuanya.

Wallahu a’lam bish-shawab

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Bu Urba

Konsultasi Keluarga Terbaru

blog comments powered by Disqus