Konsep Rumah Sekaligus Toko

Tri Pramudaya – Kamis, 7 Zulqa'dah 1429 H / 6 November 2008 02:34 WIB

Assalamualaikum Warramatullahi Wabarrakatuh

Saya memiliki tanah dengan bentuk trapesium dengan ukuran lebar muka 8.5 m dan panjang sisi kanan 11,5 m dan sisi kiri 10 meter, terletak di pojok jalan menghadap ke barat. Letaknya menurut saya strategis untuk usaha, Oleh karena itu saya ingin merenovasi dengan cara merobohkan dan membangun kembali rumah tersebut dengan dijadikan sebuah toko dan rumah. Mohon bantuan dari bapak untuk dibuatkan desain rumah toko dengan rincian kebutuhan sebagai berikut:

1. Rumah satu lantai, dengan lebar 7 meter dan panjang 10 meter
2. Mempunyai dua sisi muka, yang pertama yang menghadap jalan utama (muka rumah) dan yang menghadap jalan samping (sisi kiri)
3. Bagian depan rumah saya inginkan dua buah kios, yakni untuk warung dan satunya untuk usaha service elektronik
4. Untuk kamar tidur cukup 2 buah saja
5. Dapur, kamar, mandi dan ruang makan, ruang keluarga 1 ruang saja

Pak, saya mohon dibuatkan denah ruangan agar bisa mengoptimalkan pemanfaatan ruang tersebut, Terima kasih atas bantuannya.

Wasalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wassalamu ‘alaikum wr.wb,

Bapak yang terhormat, ternyata naluri bisnis anda melihat letak rumah yang strategis cukup peka. Apalagi jika di lingkungan sekitar masih belum banyak yang menjual produk sejenis. Walaupun luas lahan pas-pasan tapi dengan penataan ruang yang cermat, anda masih bisa berbisnis untuk menambah penghasilan keluarga. Bukankah dalam Islam, mencari penghidupan dengan berdagang memang disunahkan oleh Nabi kita, karena aktifitas ini memang menghindarkan kita dari hal-hal yang subhat. Tentu saja syarat kejujuran menjadi nomor satu sehingga keberkahan akan selalu menyertai kehidupan anda dan keluarga.

Bapak, secara naluri arsitektur, walaupun luas lahan tidak bisa membuat saya banyak bergerak, tetapi saya tetap mengatur ruang-ruang yang dibutuhkan sesuai dengan kaidah-kaidah arsitektural dan peraturan tata bangunan seperti, jarak bangunan, sirkulasi udara, pencahayaan, hubungan antar ruang serta penampilan bangunan.

Jika kita hitung-hitungan, dengan luas lahan yang ada, bapak ingin luas bangunannya 7m x 10m, berarti sisi depan bangunan akan langsung menempel ke jalan dan sisi kirinya hanya berjarak 1.5 m, maka secara kaidah arsitektural dan peraturan dalam membangun tidak dibenarkan karena selain ada ketentuan GSB atau jarak minimal bangunan ke jalan, rumah juga menjadi tidak sehat karena udara dan debu dari jalan akan langsung masuk ke dalam rumah. Oleh karena itu dengan posisi rumah yang ada di hook atau pojok jalan saya tetap mencoba membuat jarak bangunan yang cukup aman yaitu 1.5 m di sisi muka dan 2.5 m di sisi kiri.

Kebutuhan ruang, saya sesuaikan dengan yang bapak inginkan, tidak besar tapi cukup sehat dan tetap nyaman untuk beraktifitas di dalamnya. Satu buah ruang tidur utama dan ruang tidur anak saya letakkan di sisi timur dimana terdapat sisi miring akibat bentuk lahan yang trapesium. Sisi miring ini dapat di kamuflase dari penataan interiornya dengan membuat lemari pakaian yang tegak lurus dengan 3 sisi lain yang siku-siku. Kamar tidur anak mendapatkan cahaya dan udara dari bukaan ke arah taman samping sedangkan kamar tidur utama mendapatkannya dari taman di tengah-tengah ruangan.

Selanjutnya ruang keluarga yang merangkap juga sebagai ruang tamu saya letakan di sisi utara dan punya akses langsung ke teras samping. Pada sisi ini bisa dibuat pintu masuk samping sebagaimana umumnya rumah dengan 2 muka. Sejajar dengan ruang keluarga masih di bagian tengah, terdapat ruang makan yang menyatu dengan taman dalam. Taman dalam bisa dibuat terbuka di bagian atasnya sehingga perputaran udara dalam ruangan menjadi lebih sehat.

Daerah servis seperti dapur dan kamar mandi dibuat di sisi timur bersisian dengan toko, dan memiliki akses menuju toko. Posisi kamar mandi yang berdekatan dengan toko inipun nantinya akan sangat berguna apabila anda telah memiliki karyawan, dimana privasi akan tetap terjaga.

Dua buah toko kecil yang bisa dicapai dari muka jalan bisa anda atur sendiri interiornya tergantung dari jenis usaha yang anda akan geluti. Toko bisa menggunakan jendela yang lebar untuk mendisplai barang-barang yang dijual.

Taman depan pun tetap bisa dipertahankan dengan jarak bangunan yang ada, sehinggga anak-anak masih bisa bermain di halaman. Agak aktifitas di muka dan di samping bangunan masih bisa menyatu, maka sebuah pedestrian atau jalan setapak kecil bisa dibuat untuk menghubungkan teras ruang keluarga dan teras toko.

Dari sisi penampilan bangunan pun desainnya cukup sederhana, dengan menggunakan atap pelana 2 arah yang dipangkas menyesuaikan tekukan dinding pada bangunan. Agar teras tidak terkena tampias hujan, penambahan canopy beton dengan sistem cantilever (menggantung tanpa tiang) cukup efektif dan memperkuat kesan modern pada rumah anda. Selebihnya, jika ingin ada variasi agar tampilan dinding tidak monoton, maka anda bisa menempelkan batu alam atau material lainnya pada sekeliling dinding dengan jarak 1 m dari lantai. Alhasil jadilah rumah mungil yang memiliki nilai bisnis yang tinggi tetapi tetap nyaman untuk dihuni. Akhirul kalam, semoga bermanfaat….

Wassalam.

Konsultasi Arsitektur Terbaru

blog comments powered by Disqus