Desain Rumah Bebas Banjir di Lahan 90 M2

Yunilasari – Sabtu, 20 Muharram 1430 H / 17 Januari 2009 03:23 WIB

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bapak Ir. Aria yang terhormat.

Kami memiliki tanah seluas 90m2 dengan ukuran lebar 6m dan panjang 15m. (Layout Existing terlampir).

Rumah yang baru kami tempati ini sejak tahun 2007 telah sedikit kami renovasi dari aslinya yaitu memindahkan kamar tidur yang sebelumnya berdampingan. Kami tidak merenovasi tinggi lantai bangunan karena keterbatasan dana. Namun ketika hari hujan, rumah kami kemasukan air dari bawah (rembesan) disela2 keramik karena tinggi lantai yang sangat rendah dibandingkan jalan raya. Air tidak masuk dari depan karena pemilik sebelum kami telah mengurug bagian carport dan teras serta taman setinggi 20cm, kecuali kalau hujannya deras dan banjir lebih dari 20cm di jalan raya, baru air masuk ke dalam rumah. Artinya kondisi sekarang, tinggi lantai dalam rumah lebih rendah 20cm dari teras/carport. Air didalam harus kami pompa untuk mengurasnya.

Untuk itu, kami berencana merenovasi kembali agar tidak ada lagi rembesan dari bawah lantai. Daerah rumah kami memang daerah banjir yaitu di Perumahan Duta Kranji Bekasi, waktu banjir besar tahun 2007, rumah tersebut (rumah tsb berdekatan dengan rumah orang tua), kebanjiran setinggi 1 meter dari jalan raya, atau 120cm kalau dari dalam rumah kami sekarang. Rencana kami akan mengurug lantai dalam rumah sekitar 1 m, taman dan carport bisa dipertahankan dengan ketinggian sekarang agar pintu masuk lewat teras bisa menggunakan tangga agar menambah kesan bagus (mungkin..:).

Agar renovasi kami tidak berulang, kami berencana untuk merenovasi jadi bertingkat, sedangkan teknis pembangunannya bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan yang ada. Maksudnya desain renovasi sudah siap untuk jadi rumah bertingkat. Saya sendiri seorang dokter PNS di Puskesmas Kab. Bekasi, selama ini praktek dirumah saya layani dirumah orang tua yang letaknya berdekatan. Saya berkeinginan jika telah direnovasi, saya bisa praktek kedokteran di rumah kami, tidak di rumah orang tua lagi. Untuk itu kami mohon bantuannya agar kami bisa mewujudkan keinginan kami, dengan kebutuhan ruang sebagai berikut:

Lantai 1: Taman (sumur resapan) : 1 Car port : 1 (min: 4,5×3) Teras : 1 Ruang Tamu : 1 Ruang Praktek Dokter : 1 (max: 3×3) Ruang Keluarga :  1 Ruang Tidur : 1 Ruang makan : 1 Dapur : 1 K. mandi : 1 Taman belakang: 1

Lantai 2: Balkon/Teras : 1 Ruang Keluarga  : 1 Ruang Tidur : 2 K. Mandi : 1 Gudang : 1 R. Tidur Pembantu : 1 Void (ruang terbuka) : 1

Lantai 3: Tempat Nyuci : 1 Tempat Jemuran : 1 Torn Air : 1

Pak Aria, keuangan kami belum memungkinkan untuk membangun sekaligus, bagaimana caranya supaya kami bisa memiliki rumah seperti yang kami inginkan dengan cara membangun secara bertahap. Mohon bantuan dan saran dari Bapak. Atas bantuan Bapak kami ucapkan Jazakallah khair…….

Wassalamu’alaikum Wr.Wb….

dr. Yunilasari

Layout Existing:

Wa ‘alaikumussalam Wr. Wb…..

Ibu dokter Yunilasari yang insya Allah selalu dalam kemuliaan dan rahmat Allah SWT, sayang sekali dalam renovasi tahap pertama yang telah dilakukan, ibu kurang mempertimbangkan faktor lingkungan dan kebutuhan ruangnya, sehingga dana yang sudah dikeluarkan menjadi kurang bermanfaat.

Karena itulah perlunya ibu berkonsultasi dengan arsitek sehingga semua kebutuhan ibu dapat terpenuhi. Walaupun ibu belum memiliki dana yang cukup untuk membangun seluruhnya, tetapi jika desain pengembangannya sudah ada, ibu tidak perlu meraba-raba lagi dalam membangun, sehingga dana yang terbatas tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Tentunya jika saya sakitpun saya tidak akan gegabah untuk menentukan penyakit saya sendiri dan membeli obat sembarangan, tetapi terlebih dulu akan berkonsultasi dengan Ibu dokter….

Untuk kondisi rumah ibu seperti yang telah ibu ceritakan cukup lengkap, saya mencoba membuatkan solusi-solusi agar seluruh ruangan yang ibu inginkan bisa terpenuhi tetapi tetap memenuhi kaidah arsitektur yang baik dan penampilan yang cukup artistik.

Karena wilayah ibu rawan banjir, maka solusi untuk menaikkan rumah dari jalan memang adalah langkah satu-satunya selain jika ibu ingin menjualnya. Tetapi rumah pertama yang dimiliki dari hasil jerih payah dan tentunya karena kemudahan dari Allah biasanya akan dipertahankan karena menjadi kenangan tersendiri bagi anda dan suami.

Di sini lantai rumah dinaikkan 120 cm dari jalan, dan saya sarankan agar naik lebih tinggi lagi dari ambang tertinggi banjir agar cukup aman dari kemungkinan air akan naik lagi. Agar pengurugan tanah tidak perlu terlalu padat, sebaiknya lantai dibuat dengan konstruksi panggung seperti kita membuat lantai 2, sedikit lebih mahal tetapi dalam pelaksanaannya lebih simple dan cepat dibanding harus memadatkannya.

Tangga naik dibuat dari arah teras dengan ketinggian masing-masing anak tangga maksimal 20 cm dan lebar pijakannya 30 cm (semakin pendek anak tangga maka ruang tangga akan semakin panjang sehingga memakan ruang). Dengan adanya tangga naik ini, teras di muka pintu tersisa 1.5-1.7 m. Level taman juga sebaiknya dibuat dengan ketinggian minus 20 cm dari teras sehingga tidak terasa sempit pada saat keluar masuk rumah. Taman anda juga akan terbebas dari banjir yang akan merusak tanaman-tanaman kesayangan anda.

Pada lantai 1, Ruang tamu berukuran 3m x 3m, berfungsi juga sebagai ruang tunggu pasien, karena bersisian dengan ruang praktek dokter berukuran 3m x 2.5m. Ruang praktek terdiri dari 1 tempat tidur, kursi dan meja dokter serta 1 unit lemari arsip dan alat-alat kesehatan.
Di sisi kanan ruang tamu ada ruang keluarga dan ruang tangga berbentuk U untuk menghemat tempat. Ruang keluarga di lantai 1 ini juga bisa berfungsi sebagai ruang makan jika tidak mencukupi. Agar lebih compact dan tidak memakan ruang, meja makan dapat didesain menyatu dengan kitchen set/ dapur. Kamar mandi dan kamar tidur untuk tamu berukuran 3m x 3.5 m terletak di sisi kiri bangunan.

Lahan di bagian belakang sebaiknya disisakan untuk taman agar ruang-ruang mendapatkan penghawaan dan pencahayaan alami.

Naik ke lantai 2, terdapat ruang keluarga atau ruang bersantai, dan 2 kamar tidur, serta kamar mandi, kamar pembantu dan gudang. Kamar tidur utama berukuran 3m x 4m dan memiliki balkon yang menghadap ke jalan. Kamar tidur anak berukuran 3m x 3.5m,  memiliki jendela kearah void di atas taman belakang.

Agar lebih menghemat biaya, saya sarankan agar ruang cuci dan jemur diletakkan pada balkon belakang saja sehingga anda tidak perlu mencor dak untuk lantai 3.

Tampilan bangunan cukup atraktif dengan balkon yang menonjol menggunakan kontruksi gantung (cantilver) dan kaca lebar pada ruang tangga. Teras dan pintu masuk dengan ketinggian 120 cm dari jalan juga memberikan keunikan tersendiri pada desain rumah anda. Atap pelana yang digunakan untuk menutupi bangunan terkesan simple tetapi tetap menjadi syarat sebagai bangunan tropis untuk mengantisipasi curah hujan yang tinggi, ditambah kanopi beton diatas teras dan balkon yang semakin menambah kesan modern pada rumah anda. Anda dapat menggunakan material batu alam pada kaki bangunan agar tampak lebih kokoh dipadu dengan kombinasi warna abu-abu muda dan tua pada dinding.

Pada sisi bagian bawah dinding tangga dapat dimasukkan ke dalam sejauh 30cm – 50cm sehingga bangunan terkesan menggantung dan di bawahnya dapat anda letakkan lampu sehingga pada malam hari terlihat lebih menarik.

Jika keuangan anda belum mencukupi untuk membangun seluruhnya, maka dengan pedoman desain yang saya berikan, anda dapat membangunnya secara bertahap dengan membuat lantai 1 sampai dak lantai 2 lebih dulu. Dengan usaha dan selalu memohon pada Allah, tentunya Allah tidak akan menelantarkan hambanya yang selalu berharap sehingga anda dan suami akan diberikan kecukupan untuk menyelesaikannya.

Akhirnya kita harus mensyukuri apapun yang dikaruniakan Allah untuk kita walaupun tidak seperti yang kita harapkan, sebagai manusia kita hanya bisa mensiasati agar amanah Allah tersebut bermanfaat buat kita. Jika kita selalu bersyukur insya Allah, akan ditambah karunia Nya dari arah yang tidak disangka-sangka.

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Konsultasi Arsitektur Terbaru

blog comments powered by Disqus