Desain Musholla Kecil yang Artistik

Nurul Huda – Kamis, 21 Zulqa'dah 1429 H / 20 November 2008 14:45 WIB

Assalamu’ alaikum Wr.Wb.

Pak ustad, saya mempunyai tanah dengan luas 8 x 13 m dan tanah ini sudah saya wakaf kan untuk pembangunan mushollah, tetapi saya tidak bisa menggambar dan membuat model serta bentuk mushollah. Karena tidak ada biaya dalam pembangunan mushollah ini terpaksa saya membuat proposal ke teman-teman dan instansi pemerintah. Tetapi dalam proposal tadi harus di cantumkan model gambar dan rencana biaya yang dibutuhkan. karena saya sangat awam banget masalah ini, bisakah ustad membantu saya membuatkan rencana gambar, model bentuk mushollah yang akan saya bangun serta berapa besarnya biaya yang diperlukan dalam pembangunan mushollah ini.

Saya sangat berharap sekali ustad bisa membantu saya.

Atas bantuan ustad saya sampaikan banyak terima kasih.

Wassalamu’ alaikum wr.wb.

Wa ‘alaikumussalam Wr. Wb.

Alhamdulillah wa syukurillah, akan bertambah rumah Allah di muka bumi ini dengan wakaf saudaraku Nurul Huda, semoga menjadi amal jariah yang pahalanya mengalir tak henti-hentinya, seperti mata air zam zam di Baitul Haram.

Saudaraku yang dimuliakan Allah, membangun rumah Allah apalagi di lingkungan yang masih langka dengan masjid dan musholla, insya Allah akan menjadi bukti amal nyata kita di dunia dan janji Allah nanti : “Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya gedung di Surga”, demikianlah sabda Nabi Muhammad dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim.

Saya sangat senang diberi kepercayaan untuk mendesain rumah Allah ini, tapi sayangnya banyak informasi yang belum anda sampaikan, seperti arah kiblat yang merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan arah bangunan, kemudian posisi kapling terhadap jalan, serta kondisi lingkungan di sekitar lahan. Tapi walaupun dengan informasi yang terbatas tersebut saya mencoba mengasumsikan bahwa bentuk lahan memanjang dengan sisi ukuran 8 m yang menghadap jalan, dan arah kiblat searah dengan jalan. Apabila perkiraan saya kurang tepat, karena masih dalam tahap pengajuan proposal saya anggap tidak jadi soal asalkan nantinya ada penyesuaian-penyesuaian desain terhadap kondisi lahan sebenarnya.

Musholla mungil ini, memiliki luas bangunan utama 4.8 m x 4.8 m, diambil dari ukuran lebar shaff yang nyaman yaitu 1.2 m x 0.6 m. Dengan luasan tersebut maka kapasitas dari bangunan utama adalah 32 orang belum ditambah dengan selasar di kanan dan kiri bangunan yang mampu menampung 12 orang. Sehingga total kapasitasnya 44 orang. Bentuk bangunan utama diambil simetris untuk memudahkan bentuk konstruksi atapnya yang menggunakan atap limasan/ jurai. Sedangkan untuk melindungi selasar di kanan kiri dengan menggunakan pelat beton sehingga tampilan bangunan tetap modern. Lantai bangunan utama dibedakan ketinggiannya dengan lantai selasar di kanan kiri setinggi 18 cm dan 36 cm dari lapangan parkir, untuk menciptakan kesan keagungan.

Mihrab atau tempat imam berukuran 2 m x 1.5 m , didesain menonjol dengan pelindung juga menggunakan atap dari pelat beton. Musholla ini dilengkapi dengan toilet dan gudang untuk menyimpan peralatan, serta tempat wudhu terbuka dan tertutup. Untuk memudahkan saat berwudhu khususnya bagi orang tua, dibuat tempat duduk dari beton yang dilapis batu alam. Ruang-ruang ini juga terlindung dengan menggunakan penutup atap dari pelat beton.

Untuk meminimalisir biaya, musholla ini didesain terbuka tanpa menggunakan pintu dan jendela sehingga anda tidak perlu mengorder kusen, semua bukaan di atas mihrab, toilet serta gudang juga didesain tanpa kusen.

Jika kita membuka literatur, bentuk arsitektur Islam tidak memiliki kekhususan, sehingga yang paling tepat adalah menyesuaikan dengan lingkungan bangunan tersebut berada, jadi bentuk atap limasan/jurai dengan teritisan tetap saya gunakan sebagai ciri khas bangunan di daerah tropis. Unsur-unsur geometris yang banyak digunakan pada bangunan ber-arsitektur Islam di sini juga saya terapkan pada lengkungan dinding di antara kolom/ tiang. Kolom/tiang juga di desain seolah-seperti ‘umpak’ dengan ketinggian 80 cm dari lantai sehingga seolah-olah seperti bangunan panggung.

Dari luas yang terbangun, musholla ini juga masih menyisakan ruang luar untuk taman dan plasa atau lapangan yang dapat digunakan untuk parkir atau dapat difungsikan jika ada kegiatan-kegiatan hari besar Islam seperti kurban dan sebagainya.

Penggunaan material yang berbeda serta pencahayaan juga dapat anda terapkan untuk menghasilkan bangunan musholla yang artistik tetapi tetap bernuansa islami. Seperti penggunaan cat dengan warna yang berbeda untuk dinding lengkung dan kolom/tiang. Penggunaan batu alam seperti batu candi atau batu andesit untuk mihrab serta toilet serta batu kali untuk dinding-dinding yang lain. Suasana musholla yang tenang dan khusuk juga dapat diciptakan dari pengaturan pencahayaan yang tepat.

Dari total bangunan seluas 57 M2 ini, perkiraan biaya yang harus dikeluarkan jika kita asumsikan per M2 nya 2 juta rupiah, adalah 57 x 2 juta = 114 juta rupiah. Sedangkan untuk perincian biayanya anda bisa mengkonsultasikan dengan kontraktor atau pemborong yang akan menggarapnya nanti.

Akhirul kalam, saya doakan mudah-mudahkan niat ikhlas anda cepat mendapatkan tanggapan dari para dermawan. Karena janji Allah SWT, jika engkau menolong agama Allah, insya Allah, Allah SWT akan menolong dan memudahkan langkah hambanya.

Wassalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Konsultasi Arsitektur Terbaru

blog comments powered by Disqus