Mengatasi Bak Air yang Bocor

Abu Afkar – Senin, 14 Jumadil Akhir 1430 H / 8 Juni 2009 21:35 WIB

Assalamualaikum w. w.

Langsung saja Mas Aria, bagaimana mendeteksi bak air (dari beton) yang bocor secara efektif. Sampai sekarang, bak mandi di rumah mertua saya bocor namun tidak dapat diketahui bocornya di sebelah mana. Sudah saya coba dipoles dengan penambal (sejenis waterproof atau noDrop), namun tidak bapat bertahan lama, hanya beberapa hari sudah bocor lagi. Kalaulah tahu bocornya di mana, sudah saya tambal dengan semen, tapi karena tidak kelihatan, seluruh bak saya poles dengan waterproof tadi…

Demikian, mudah-mudahan ada solusi dari Mas Aria….

Wassalam

Wa alaikumussalam Wr.Wb.

Mas Sofyan rahimakumullah, sekali lagi saya mohon maaf, juga kepada para netters yang selalu setia mengikuti rubrik konsultasi ini karena keterbatasan saya sebagai manusia, banyak pertanyaan yang sampai saat ini belum bisa terjawab. Mudah-mudahan yang belum bisa terjawab tidak merasa kecewa dan tetap bisa saling mengambil pelajaran dari kasus-kasus yang sudah terjawab.

Mendeteksi kebocoran pada bak mandi, memang cukup menyulitkan karena ibarat penyakit , demam dan panas menandakan adanya infeksi pada tubuh kita, sehingga tidak cukup hanya menurunkan panas nya saja tapi harus diketahui sumber penyakitnya dan segera diberikan terapi obatnya. Daripada kita menghabiskan banyak energi untuk menambalnya sedangkan kita tidak tahu sumber kebocorannya maka sepertinya akan sia-sia saja, karena sifat air pasti akan selalu mencari bagian lain yang lebih lemah. Karena itu saya lebih menyarankan untuk melapis ulang seluruh permukaannya dan menutupnya dengan keramik.

Langkah-langkah yang harus dilakukan :

  • Pastikan sumber kebocoran hanya sampai batas dinding atau dasar bak mandi. Caranya dengan melihat batas ambang maksimal air tersebut surut ketika dalam posisi diisi penuh. Jika habis tak bersisa, maka sudah dapat dipastikan kebocoran tersebut ada di dasar bak. Tapi jika masih bersisa walaupun hanya 0.5 cm maka kebocoran tersebut ada pada bagian dinding bak.
  • Jika bak menggunakan keramik maka lebih dulu dibongkar keramiknya, tapi jika tidak maka ketriklah bagian dasar atau dinding bak tersebut agar semen menempel lebih kuat pada bagian dasar atau dinding bak tersebut.
  • Campurlah adukan semen dengan waterproofing kemudian lapiskan pada permukaan bak sehingga merata. Setelah permukaan rata dan mengering sempurna, maka oleskan lagi lapisan waterproofing terutama pada keempat sudut dasar bak yang berbatasan dengan dinding. Biarkanlah waterproofing mengering sempurna.
  • Sebelum memasang keramik, ujilah bak mandi tersebut apakah masih bocor dengan mengisinya penuh dan membiarkannya selama 1 hari untuk melihat apakah masih merembes atau tidak, barulah jika anda sudah yakin tidak ada kebocoran lagi, keramik dapat dipasang.
  • Untuk perawatan lebih lanjut usahakan untuk membuat lubang pembuangan di bagian dasar sehingga pengurasan bak lebih mudah serta jangan menyikat dengan sikat yang keras karena akan menyebabkan kebocoran lagi.

Mudah-mudahan masalah yang membuat Mas Sofyan jengkel segera bisa teratasi, tapi jika memang mertua anda tidak keberatan, saya lebih menyarankan untuk mengganti bak mandi dengan shower karena selain perawatannya lebih mudah (tidak membutuhkan pengurasan dsb) juga menghindarkan hidupnya jentik-jentik nyamuk DBD yang sangat berbahaya.

Untuk pertanyaan anda tentang penambahan ruang servis di belakang rumah untuk sementara waktu anda bisa membaca artikel untuk rumah umi Alya di edisi Sabtu, 25/10/2008 20:03 WIB "Menambah Ruang Servis Sekaligus Mempercantik Rumah"….

Semoga bermanfaat

Wassalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Konsultasi Arsitektur Terbaru

blog comments powered by Disqus