fatudin22Oleh : Fatuddin Jaffar MA

Hari ini bertepatan dengan 9 Syawal 1434 H. Artinya sudah 8 hari kita melewati bulan Ramadhan yang penuh berkah… Bagi yang disiplin shaum 6 Syawal, berarti sudah selesai pula….Pertanyaannya adalah : Apa yang tersisa dari bulan yang salah satu malamnya lebih baik dari 1.000 bulan itu?

Berbagai jawaban akan kita dengarkan dari masyarakat Muslim Nusantara ini. Ada yang mengatakan, sekarang tinggal pegal-pegalnya saja akibat belasan dan bahkan puluhan jam duduk di atas kendraan pribadi atau umum akibat macetnya pulkam lebaran… Ada pula yang mengatakan, saya mah biasa-biasa aja… Ada pula yang mangatakan, saya tinggal dikejar-kejar debt collector akibat terlalu sering menggesek kartu kredit setiap kali belanja pra dan pasca lebaran… Hmmm… Sungguh kasian…

Tapi ada yang lebih memilukan, para koruptor negeri ini dengan keluarga mereka hidup selama Ramadhan dan selama libur lebaran dengan berfoya-foya belanja kesana dan kemari seakan tidak ada masalah…. Bahkan tak jarang pula memperbanyak “infak/shdaqoh” di bulan yang penuh maghfirah dan selama libur lebaran, apalagi jika pulkam.. Hmmm.. Mereka mengira Allah tidak mengetahuai amal perbuatan mereka yang bercfampuraduk antara yang baik dan yang buruk itu (At-Taubah : 102). Mereka mengira Allah akan menerima amal kebaikan mereka. Padahal Allah itu Mahabaik dan tidak menerima kecuali dari sumber dan jenis yang baik pula (Al-Hadits).

Sama halnya dengan para pelacur, politisi busuk, pengusaha hitam, pedagang narkoba, makelar hukum, dan preman negeri ini seakan tak tersentuh keberrkahan Ramadhan… Habis Ramadhan korupsi lagi… Habis Ramdhan melacur lagi… Habis Ramadhan memalak lagi… Habis Ramadhan menipu lagi.. Habis Ramdhan kumat lagi dan kambuh lagi…. dst…

Yaa Allah…. Beginikah parahkah negeri ini dan akankah tetap seperti ini? Padahal Ramdhan Engkau syari’atkan dengan Shiyam, Quiyam, Infaq dan berbagai amalan lainnya agar kami dapat kesempatan training charterer building Taqwa yang otomatis kami menjadi suci karena telah meraih ampunan-Mu… Ibarat pakaian yang kotor keluar dari mesin cuci… Engkau rancang kami setiap tahunnya bersih dan fitri ibarat bayi-bayi yang baru dilahirkan ibu-ibu mereka…

Sebab itu, berbahagialah orang yang Ramadhannya dapat menyisakan TAQWALLAH dalam dirinya pasca Ramadhan… dan begitulah seterusnya setiap diberi Allah kesempatan bertemu Ramdhan berikutnya….Sebuah puncak kemuliaan dan ketinggian yang digapai sang hamba di sisi Rabb-Nya.. Di dunia mereka menjadi sumber kebaikan dan sumber inspirasi yang bailk-baik pula dan di akhirat kelak mendapatkan tempat yang amat mulia di sisi Rabb-nya, Jannatin ‘Ardhuhassamawatu wal ardh, (syurga seluas langit dan bumi) disediakan spesial untuk orang-orang yang bertakqwa kepada- Nya (Al-Imran : 133).. Semoga kita termasuk di dalamnya… Amin..

Resensi Buku : Mari Miliki Al Quran Tadabur , Raihlah Amal Wakafnya, Gratis Kitab + CD Membaca Quran Hingga Faseh + CD