Eramuslim http://www3.eramuslim.com Media Islam Rujukan Thu, 24 Apr 2014 13:23:13 +0000 id-ID hourly 1 http://www3.eramuslim.com/ Tifus? Makan Saja Buah-Buahan Ini! http://www3.eramuslim.com/konsultasi/thibbun-nabawi/tifus-makan-saja-buah-buahan-ini.htm http://www3.eramuslim.com/konsultasi/thibbun-nabawi/tifus-makan-saja-buah-buahan-ini.htm#comments Thu, 24 Apr 2014 11:30:09 +0000 http://www3.eramuslim.com/?p=44516 Pisang (Talh)

“Dan pohon pisang yang bersusun-susun.” (Q.S. Al Waqiah: 29) Menurut Al Maqdisi pisang yang terbaik adalah pisang yang bentuknya besar dan sangat manis. Pisang memiliki karakter sedang, namun ada yang berpendapat karakternya dingin dan dalam buku Thibbun Nabawi disebutkan karakternya panas diikuti lembab pada tingkat pertama. Al Maqdisi juga berpendapat pisang berguna untuk mengatasi batuk dan memberikan banyak nutrisi. Ibnu Qoyyim berpendapat pisang mampu melemaskan otot perut. Bagi penderita tifus apabila memerlukan nutrisi dapat mengkonsumsi pisang bersama dengan madu dan sakanjabin sebagai menu yang seimbang seperti yang dianjurkan oleh Imam Ibnu Muflih Al Maqdisi. Cara lain mengkonsumsi pisang adalah dengan mengambil pisang yang matang dan ditambahkan satu sendok madu lalu dilumatkan (diblender) hingga halus. Jus pisang plus madu dapat dikonsumsi dua kali sehari selama dua bulan hingga sepenuhnya pasien pulih dari nyeri otot, lemah dan lesu.  

Apel (Tuffah) Ibnu Jazlah berpendapat apel yang masam berkarakter dingin dan kasar, sedangkan apel merah lebih cenderung panas. Al Maqdisi menyatakan bahwa apel dapat menguatkan jantung dan lambung yang lemah. Dalam buku Thibbun Nabawi disebutkan bahwa apel berfungsi untuk menjaga kekuatan dan untuk memicu selera (nafsu makan). Disebutkan dalam buku Thibbun Nabawi bahwasannya apel dapat menguatkan jantung apabila dibuat minuman (Sharbat) dan juga bermanfaat untuk was-was (depresi). Apel dapat dibuat jus sementara untuk menetralisir dampak degatifnya, Al Maqdisi berpendapat agar ditambahkan air daun mint (ekstrak mentol) karena daun mint dapat mencegah muntah.

 

Jeruk Sitrun (Utrujjah)Perumpamaan orang mukmin seperti perumpamaan buah utrujjah rasanya enak dan baunya harum.” (HR. Al-Bukhari) Menurut buku Thibbun Nabawi, kemasaman (airnya) utruj bersifat dingin kering, dan suka dibuat sirup masam, bermanfaat untuk perut yang panas, menguatkan hati dan menggembirakannya, membuat lezat makanan, menghilangkan haus, memperbaiki selera makan, menghentikan diare, muntah karena pengaruh empedu kuning, denyut jantung, menghilangkan kesedihan. Bagi penderita tifus dapat mengkonsumsi air perasan jeruk sitrun (Citrus medica) atau jika tidak ada diganti dengan lemon dan ditambahkan madu sesuai selera. Jus dapat diminum untuk memperbaiki selera makan, mencegah muntah dan menghentikan diare (tifus kadang disertai diare).

 

(Ulasan selengkapnya mengenai herbal dan terapi untuk menghadapi tifus dapat dibaca di Tabloid Bekam Edisi 15/Usus Sehat Tifus Lewat)

Ingin memiliki series 5 edisi Tabloid Bekam dengan harga Rp 60 ribu (Belum termasuk Ongkos kirimnya) :

Edisi Tabloid bekam : Jurus Ampuh Atasi Stroke

Edisi Tabloid bekam : Liver Sakit, Kurma Beraksi

Edisi Tabloid Bekam : Menjinakkan Kolesterol tanpa dikontrol

Edisi Tabloid Bekam :  Usus Sehat Tifus lewat

Edisi Tabloid Bekam :  Siapa bilang Diabetes tak bisa sembuh

Bila minat silahkan pesan melalui sms ke 085695070099  atau email ke marketing@eramuslim.com, dengan menyebutkan nama, no Telepon yang bisa dihubungi , dan alamat kirimnya.

bekam

]]>
http://www3.eramuslim.com/konsultasi/thibbun-nabawi/tifus-makan-saja-buah-buahan-ini.htm/feed 0
Mengingat Kematian http://www3.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/mengingat-kematian.htm http://www3.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/mengingat-kematian.htm#comments Thu, 24 Apr 2014 09:45:39 +0000 http://www3.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/mengingat-kematian.htm Sesungguhnya di antara hal yang membuat jiwa melantur dan mendorongnya kepada berbagai pertarungan yang merugikan dan syahwat yang tercela adalah panjang angan-angan dan lupa akan kematian. Oleh karena itu di antara hal yang dapat mengobati jiwa adalah mengingat kematian yang notabene merupakan konsekuensi dari kesadaran akan keniscayaan keputusan Ilahi, dan pendek angan-angan yang merupakan dampak dari mengingat kematian. Janganlah ada yang menyangka bahwa pendek angan-angan akan menghambat pemakmuran dunia. Persoalannya tidak demikian, bahkan memakmurkan dunia disertai pendek angan-angan justeru akan lebih dekat kepada ibadah, jika bukan ibadah yang murni.

Rasulullah saw bersabda:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

“Orang yang cerdas ialah orang yang mengendalikan dirinya dan bekerja untuk kehidupan setelah kematian.” (HR Tirmidzi)

Persiapan untuk menghadapi sesuatu tidak akan terwujud kecuali dengan selalu mengingatnya di dalam hati, sedangkan untuk selalu mengingat di dalam hati tidak akan terwujud kecuali dengan selalu mendangarkan hal-hal yang mengingatkannya dan memperhatikan peringatan-peringatannya sehingga hal itu menjadi dorongan untuk mempersiapkan diri. Kepergian untuk menyambut kehidupan setelah kematian telah dekat masanya sementara umur yang tersisa sangat sedikit dan manusiapun melalaikannya.

اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ

“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).” (QS Al-Anbiya 1)

Orang yang tenggelam dengan dunia, gandrung kepada tipu-dayanya dan mencintai syahwatnya tak ayal lagi adalah orang yang hatinya lalai dari mengingat kematian; ia tidak mengingatnya bahkan apabila diingatkan ia tak suka dan menghindarinya. Mereka itulah yang disebutkan Allah di dalam firman-Nya:

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS Al-Jumu’ah 8)

Kemudian manusia ada yang tenggelam ke dalam dunia, ada pula yang bertaubat dan ada pula yang arif.

Pertama: adapun orang yang tenggelam ke dalam dunia, ia tidak mengingat kematian sama sekali. Jika diingatkan ia mengingat semata-mata untuk menyesali dunianya dan sibuk mencelanya. Baginya, mengingat kematian hanya membuat dirinya semakin jauh dari Allah.

Kedua: Adapun orang yang bertaubat, ia banyak mengingat kematian untuk membangkitkan rasa takut dan khawatir pada hatinya lalu ia menyempurnakan taubat dan kadang-kadang tidak menyukai kematian karena takut disergap sebelum terwujud kesempurnaan taubat dan memperbaiki bekal. Dalam hal ini ia dimaafkan dan tidak tergolong ke dalam sabda Nabi saw:

مَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ

“Barangsiapa membenci pertemuan dengan Allah, maka Allah membenci pertemuan dengannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Karena sesungguhnya ia tidak membenci kematian dan perjumpaan dengan Allah, tetapi hanya takut tidak dapat berjumpa dengan Allah karena berbagai kekurangan dan keteledorannya. Ia seperti orang yang memperlambat pertemuan dengan kekasihnya karena sibuk mempersiapkan diri untuk menemuinya dalam keadaan yang diridhainya sehingga tidak dianggap membenci pertemuan. Sebagai buktinya ia selalu siap untuk menemuinya dan tidak ada kesibukan selainnya. Jika tidak demikian maka ia termasuk orang yang tenggelam ke dalam dunia.

Ketiga: Sedangkan orang yang ‘arif, ia selalu ingat kematian karena kematian adalah janji pertemuannya dengan kekasihnya. Pecinta tidak akan pernah lupa sama sekali akan janji pertemuan dengan kekasihnya. Pada ghalibnya orang ini menganggap lambat datangnya kematian dan mencintai kedatangannya untuk membebaskan diri dari kampung orang-orang yang bermaksiat dan segera berpindah ke sisi Tuhan alam semesta. Sebagaimana diriwayatkan dari Hudzaifah bahwa ketika menghadapi kematian, ia berkata:

“Kekasih datang dalam kemiskinan, semoga tidak berbahagia orang yang menyesal. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa kemiskinan lebih aku cintai dari kekayaan, sakit lebih aku cintai dari kesehatan, dan kematian lebih aku cintai dari kehidupan, maka permudahlah kematian atas diriku agar segera dapat berjumpa dengan-Mu”

Jadi, orang yang bertaubat dimaafkan dari sikap tidak menyukai kematian sedangkan orang yang ‘arif dimaafkan dari tindakan mencintai dan mengharapkan kematian. Tingkatan yang lebih tinggi dari keduanya ialah orang yang menyerahkan urusannya kepada Allah sehingga ia tidak memilih kematian atau kehidupan untuk dirinya. Apa yang paling dicintai adalah apa yang paling dicintai kekasihnya. Orang ini melalui cinta dan wala’ yang mendalam berhasil mencapai maqam taslim dan ridha, yang merupakan puncak tujuan. Tetapi bagaimanapun, mengingat kematian tetap memberikan pahala dan keutamaan. Karena orang yang tenggelam ke dalam dunia juga bisa memanfaatkan dzikrul maut untuk mengambil jarak dari dunia sebab dzikrul maut itu membuat dirinya kurang berselera kepada kehidupan dunia dan mengeruhkan kemurnian kelezatannya. Setiap hal yang dapat mengeruhkan kelezatan dan syahwat manusia adalah termasuk sebab keselamatan. Rasulullah saw bersabda:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

“Perbanyaklah mengingat penghancur berbagai kelezatan, yaitu kematian.”

(HR Tirmidzi, Nasaa’I dan Ibnu Majah)

Artinya, kurangilah berbagai kelezatan dengan mengingat kematian sehingga kegandrungan kamu kepada berbagai kelezatanterputus lalu kamu berkonsentrasi kepada Allah, karena mengingat kematian dapat menghindarkan diri dari kampung tipudaya dan menggiatkan persiapan untuk kehidupan akhirat, sedangkan lalai akan kematian mangakibatkan tenggelam dalam syahwat dunia, sabda Nabi saw:

تحفة المؤمن الموت

“Hadiah orang mu’min adalah kematian.” (HR Thabrani dan al-Hakim)

Nabi saw menegaskan hal ini karena dunia adalah penjara orang mu’min, sebab ia senantiasa berada di dunia dalam keadaan susah mengendalikan dirinya, menempa syahwatnya dan melawan syetannya. Dengan demikian, kematian baginya adalah pembebasan dari siksa ini, dan pembebasan tersebut merupakan hadiah bagi dirinya. Nabi saw bersabda:

الموت كفارة لكل مسلم

“Kematian adalah kafarat bagi setiap muslim.” (HR al-Baihaqi)

Yang dimaksudnya adalah orang muslim sejati yang orang-orang muslim lainnya selamat dari gangguan lidah dan tangannya, yang merealisasikan akhlaq orang-orang mu’min, tidak terkotori oleh berbagai kemaksiatan kecuali beberapa dosa kecil, sebab kematian akan membersihkannya dari dosa-dosa kecil tersebut setelah ia menjauhi dosa-dosa besar dan menunaikan berbagai kewajiban. Sebagian kaum bijak bestari menulis surat kepada salah seorang kawannya:

“Wahai saudaraku hati-hatilah terhadap kematian di kampung ini sebelum kamu berada di sebuah kampung di mana kamu berharap kematian tetapi tidak akan mendapatkannya.”

Ket: gambar dari Deviant-Art.com

]]>
http://www3.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/mengingat-kematian.htm/feed 0
Resensi Buku : Inilah Negeri Negeri di Akhir Zaman, Tahukah Anda ? http://www3.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-inilah-negeri-negeri-di-akhir-zaman-tahukah-anda.htm http://www3.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-inilah-negeri-negeri-di-akhir-zaman-tahukah-anda.htm#comments Thu, 24 Apr 2014 08:05:48 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=72288 negeriBuku ini mengupas secara rinci tentang negara-negara dunia yang
menjadi saksi menjelang dekatnya akhir zaman.

Seperti apa kehancuran Mekkah dan Madinah di akhir zaman? Bagaimana umat islam Iraq akan memenangkan peperangan dengan Amerika dan Eropa? Bagaimana India ditaklukkan oleh umat Islam? Benarkah akan terjadi kemurtadan pada bangsa Arab dan kepemimpinan mereka akan jatuh ke tangan pasukan panji hitam yang akan keluar dari Khurasan?

Benarkah Negeri Turki Sekuler akan jatuh ke tangan umat Islam dan bagaimana negeri itu tunduk dibawah bendera Islam? Siapakah Sufyani dan pasukan bani Kalb yang akan menggempur Al-Mahdi? Benarkah akan muncul pasukan Arab yang akan ditenggelamkan di tanah Hijaz?

Adakah hubungan antara pembenaman pasukan itu dengan fenomena penambangan minyak dan gas di tanah Jazirah? Benarkan Khilafah Rasyidah akan dimulai kemunculannya dari Iraq? Siapakah musuh bersama yang akan diperangi oleh koalisi islam Romawi di akhir zaman? Siapakah bani Qanthura yang akan menggempur negeri 1001 malam di akhir zaman? Benarkah mereka koalisi Amerika dan Eropa? Yang juga tidak kalah menariknya, adakah nubuwah Rasulullah yang mengisyaratkan lahirnya Arab Spring, revolusi Timur Tengah yang menumbangkan rezim-rezimnya?

Masih banyak lagi pertanyaan menarik yang dikupas dalam buku ini, boleh jadi ini merupakan buku ‘pertama’ yang mengupas secara detail dan rinci tentang bagaimana nasib negara-negara dunia di akhir zaman. Edisi revisi kali ini lebih lengkap dengan menyuguhkan data, dan utamanya kejadian-kejadian besar yang saat ini tengah melanda bangsa Arab dan Syam. Dengan merujuk pada nash-nash yang Shahih dan fakta-fakta sejarah yang valid, buku ini mencoba untuk menyuguhkan sesuatu yang berbeda tentang hadits-hadits futuristik. Insya Alloh…
Selamat Membaca

Judul Buku : Negeri Negeri Akhir Zaman

Penulis : Abu Fatiah Al Adnani
19.5 x 26.5 cm _ 480 pages
HARDCOVER
Harga Rp. 120.000

Untuk pemesanan hubungi atau sms/email dengan dituliskan nama, alamat dan jumlah pemesanan ke: 085811922988 email : marketing@eramuslim.com

 

]]>
http://www3.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-inilah-negeri-negeri-di-akhir-zaman-tahukah-anda.htm/feed 0
Wanita Yang Kaya Raya http://www3.eramuslim.com/akhwat/wanita-bicara/wanita-yang-kaya-raya.htm http://www3.eramuslim.com/akhwat/wanita-bicara/wanita-yang-kaya-raya.htm#comments Thu, 24 Apr 2014 07:50:51 +0000 http://www.eramuslim.com/akhwat/wanita-bicara/wanita-yang-kaya-raya.htm

Kaya…? Siapa di dunia ini yang tidak ingin kaya raya, baik dengan cara halal atau pun haram. Teringat kisah seorang bandar narkoba di Colombia yang akhirnya tewas di sebuah troatoar.

Ia merupakan orang terkaya ke-7 versi majalah Forbes di seluruh dunia. Hidupnya penuh kekelaman, kemaksiatan dan bergelimang harta haram, namun akhir hidupnya sungguh mengenaskan. Tidak ada yang mau mengikuti pola dan gaya hidupnya, dicerca seluruh dunia karena perbuatannya yang mengerikan.

Ratu Elizabeth juga dikenal sebagai wanita ke 111 terkaya diseluruh dunia, dan beberapa wanita lainnya dari india juga terkenal dengan kekayaannya. Namun ada satu wanita hebat yang diam dan sederhana dan merupakan wanita paling kaya dan kalau mau bisa menjadi wanita terkaya di dunia.

Namun keimanan di dadanya yang tinggi membuat dirinya menjadi nampak biasa saja, namun karena ketaatannya kepada Allah membuat dia menjadi seorang wanita yang sosoknya dikenal seluruh umat yang jumlahnya bermilyar-milyar dari jaman dahulu hingga sekarang.

Allah pun meninggikan dirinya dengan menjadikan tingkah lakunya berjalan mondar-mandir sejauh beberapa kilometer dalam kepanasan dan ketegangan, menjadi sebuah rukun syariah yang diikuti semua orang di seluruh dunia.

Subhanallah Siti Hajar, wanita solehah penemu air zam-zam, sumur yang tak pernah kering, sumur ajaib yang muaranya tidak diketahui berasal dari mana. Sumur yang berisi air yang diminati banyak orang, bahkan di Indonesia ada beberapa toko yang menjual se-dirigen air zam-zam dengan harga 50 ribu rupiah.

Bila air zam-zam dijual, dan menyebar distribusinya diseluruh dunia, betapa kaya rayanya Siti Hajar, dan kita wajib memasukkan beliau sebagai wanita terkaya diseluruh dunia tanpa harus melakukan tindakan maksiat untuk mendapatkan kekayaannya.

Wanita yang mulia itu adalah simbol ketaatan pada Allah, dengan status yang kurang menguntungkan sebagai hamba sahaya Nabi Ibrahim dan istri kedua dari sang nabi, beliau ketika diperintahkan oleh sang suami untuk tinggal di gurun tanpa air tanpa makanan. Awalnya beliau menolak karena wanita mana yang mau ditinggal di gurun tanpa apapun. Kita saja kalau ditinggal di mal tanpa uang, mungkin juga tidak akan mau, padahal di mal sudah jelas dingin dan banyak orang, sedangkan ini di gurun, bayangkan…!

Jawaban Siti Hajar kepada sang suami hanyalah “bila Allah yang menyuruh, maka aku taat.” Subhanallah, ketaatannya berbuah hadiah yang manfaatnya dirasakan oleh sangat banyak orang dari sejak jamannya sampai jaman anak cucu kita. Sumur ajaib yang airnya mengalir tiada henti, tidak akan pernah kering, itu adalah bukti mukjizat Allah sampai hari ini.

Dengan bekal taat, maka Siti Hajar menjadi wanita yang patut diambil hikmah dari kehidupannya sebagai seorang wanita yang sederhana.

1. Taat kepada Allah walaupun secara logika terasa sangat berat.

2. Perbuatannya yang sungguh-sungguh dan hanya berharap pada Allah, yaitu berlari mencari air kehidupan untuk anaknya, diikuti semua orang dari seluruh dunia, berbagai bangsa, berbagai usia, bahkan Obama sekalipun bila masuk Islam dan naik haji, wajib mengikuti perbuatan Siti Hajar, sosok wanita sederhana.

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

Dan (ingatlah), ketika kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim[89] tempat shalat. dan Telah kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”. (QS. Al-Baqarah [2] : 125)

3. Dialah wanita yang dicintai Allah, dan berusaha untuk hidup dan menghidupkan kesejahteraaan umat (terbukti akhirnya banyak kafilah dagang yang membuat perkampungan di sekitar sumur zam-zam).

Siti Hajar, dialah wanita yang tidak punya apa-apa, hanya iman di dada yang akhirnya membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada.

]]>
http://www3.eramuslim.com/akhwat/wanita-bicara/wanita-yang-kaya-raya.htm/feed 0
Belajar dari Siti Hajar, Ibunda Nabi Isma’il AS http://www3.eramuslim.com/peradaban/belajar-dari-siti-hajar-ibunda-nabi-ismail-as.htm http://www3.eramuslim.com/peradaban/belajar-dari-siti-hajar-ibunda-nabi-ismail-as.htm#comments Thu, 24 Apr 2014 07:41:40 +0000 http://www3.eramuslim.com/peradaban/belajar-dari-siti-hajar-ibunda-nabi-ismail-as.htm  

4padangpasirKalimat tawakkal (dalam berbagai bentuknya) beberapa kali disebut dalam al-Qur’an. Dan menariknya lagi, kata ini selalu dipakai dalam pernyataan yang indah. Maksud indah disini adalah ungkapan yang tidak berkaitan dengan ancaman-ancaman Allah Subhanahu wa ta’ala. Jadi kalau tawakkal disebut maka disana disebut juga masalah rizki yang banyak, karakter orang yang beriman dan lain sebagainya. Kaitannya dengan tawakkal, maka al-Qur’an pun juga menuturkan tentang kisah refleksi hidup orang-orang yang tawakkal. Sangat menarik dan menakjubkan. Sampai-sampai sikap ketawakkalan mereka diabadikan dalam al-Qur’an. Salah satu darinya adalah kisah tawakkalnya Hajar, ibunda Nabi Isma’il Alaihi salam.

Kisah ini berawal dari perjalanan Nabi Ibrahim as yang hendak meninggakan salah salah satu istri dan anaknya di sebuah lembah yang gersang, kering kerontang. Tempat itu yang hari ini lebih dikenal dengan nama Makkah. Makkah saat itu tentu tidak seramai hari ini. Disana tak ada kehidupan. Tak ada orang. Tak ada tanaman. Tak ada mata air. Kalaupun ada barangkali adalah binatang buas padang pasir. Nabi Ibarahim sendiri sadar betul dengan apa yang dilakukannya kepada anak dan istrinya. Dan ia juga paham betul di tempat seperti apa ia hendak meninggalkan mereka. Diantara munajat Nabi Ibrahim sebelum meninggalkan anak dan istrinya adalah: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Aku telah menempatkan keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati” (QS. Ibrahim: 37).

Sebagai seorang istri, yang harus mengasuh anaknya yang masih sangat kecil sendirian, di tempat yang sangat asing bahkan ganas, tentunya wajar saja jika ketika itu Hajar sempat bimbang. Hingga akhirnya, ia putuskan untuk bertanya kepada suaminya, “Apakah Allah yang menyuruhmu melakukan ini semua?” “Iya!” jawab Nabi Ibrahim. “Kalau begitu, pasti Allah tidak akan mensia-siakan kita!” sambut Hajar dengan mantap dan yakin. Ungkapan terakhir seorang Hajar inilah yang hendak kita jadikan inspirasi dalam sikap tawakkal. Ini adalah kalimat yang agung yang penuh makna dan bertenaga. Menariknya lagi, kalimat ini terucap dari lisan seorang wanita dalam segala keterbatasan kondisinya. Intinya hanyalah satu, jika suatu perkara memang telah menjadi perintah Allah yang harus ia ta’ati, maka pasti akan berujung pada kebaikan dan keberkahan yang melimpah, pasti akan berujung pada keajaiban-keajaiban hidup yang luar biasa. Sekalipun secara logika tidak masuk. Sekalipun secara hitung-hitungan manusia terkesan mustahil. Namun perintah Allah tetaplah perintah yang harus dilaksanakan. Masalah nanti yang terjadi bagaimana itu urusan Allah. Urusan seorang hamba hanyalah ‘sendiko dawuh’ dan melaksanakan segala titah-Nya. Dan sikap tawakkal Hajar ternyata tidaklah sia-sia. Anak keturunannya menjadi kabilah nomor wahid di Arab. Lembah Makkah berubah menjadi tempat persinggahan para bisnisman dan saudagar. Kota yang dulunya sepi, tak ada apa-apa selain hamparan padang pasir yang kejam kini berubah menjadi ramai dan pusat perhatian ummat manusia, khususnya ummat Islam sampai hari ini. Lebih dari itu semua, Allah Subhanahu wa ta’ala menjadikan salah satu dari keturunannya menjadi pemimpin sekaligus penutup para nabi dan rasul. Dialah nabi akhir zaman, Muhammad bin Abdullah Shallalahu alaihi wa sallam.

Itu semua merupakan keberkahan sikap tawakkal seorang Hajar, istri Nabi Ibrahim Alaihi salam.

]]>
http://www3.eramuslim.com/peradaban/belajar-dari-siti-hajar-ibunda-nabi-ismail-as.htm/feed 0
Tujuan Akhir Zionisme Mendirikan Kerajaan Daud dan Sulaeman http://www3.eramuslim.com/berita/laporan-khusus/tujuan-akhir-zionisme-mendirikan-kerajaan-daud-dan-sulaeman.htm http://www3.eramuslim.com/berita/laporan-khusus/tujuan-akhir-zionisme-mendirikan-kerajaan-daud-dan-sulaeman.htm#comments Thu, 24 Apr 2014 07:10:15 +0000 http://www.eramuslim.com/berita/laporan-khusus/tujuan-akhir-zionisme-mendirikan-kerajaan-daud-dan-sulaeman.htm

Koalisi antara fundamentalis sayap kanan di Israel, Partai Likud yang dipimpin Perdana Menteri Benyamin Netanyahu dengan Partai Yisrael Beiteneu yang dipimpin Menlu Avigdor Lieberman, serta semakin populernya sayap kanan di mata rakyat Israel, ini menandakan kecenderungan rakyat Israel memiliki pandangan yang sama dengan para pemimpin sayap kanan, yang memiliki cita-cita ingin membangun Israel Raya.

Tak aneh bila Israel terus menolak langkah-langkah perdamaian yang didorong oleh AS, yang sebenarnya sudah sangat menguntungkan bagi kepentingan masa depan Israel. Gagasan dua negara Palestina-Israel, yang digagas oleh AS itu, tak mempengaruhi pemimpin Israel, khususnya sayap kanan, yang sekarang berkuasa. Netanyahu menolak mentah-mentah gagasan dua negara itu. Gagasan dua negara itu, hanyalah akan menjadi malapetaka bagi keamanan Israel.

Hakikatnya politik Zionis itu, tak lain, bangkitnya kembali entitas Yahudi, yang diaspora (terpencar-pencar) di seluruh dunia, dan menyatu kembali ke dalam satu bangsa, dan hidup di tanah yang ‘dijanjikan’, Palestina. Gerakan Zionisme itu meniru gaya penjajahan Barat secara politis. Selama beberapa dekade gerakan Zionisme itu, belajar dan berkhidmat kepada Barat dan mewujudkan kepentingan-kepentingan bersama antara keduanya. Maka, sangatlah wajar, bila sekarang terjadi apa yang disebut dengan ‘mutualisma simbiosa’ antara Zionisme dengan Barat.

Gerakan Zionisme itu mempunyai tujuan akhir yang hendak diwujudkan, dan bukan hanya ingin mendirikan negara Israel Raya, tetapi mempunyai tujuan yang lebih luas diantaranya :

1.Gerakan Zionisme mempunyai tujuan akhir mendirikan Kerajaan Nabi Dawud dan Sulaiman, yang menjadi sebuah mitos dikalangan masyarakat Yahudi, dan dibangun oleh kalangan Zionis, yang sangat aktif secara politik dan ideologi.

2.Melakukan penguasaan sumbe daya ekonomi dan sumber daya alam vital guna menunjang gerakan, terutama bagi membangun negara yang menjadi ‘Kerajaan’ Nabi Dawud dan Sulaeman.

3.Menanamkan doktrin Zionisme kepada seluruh orang-orang Yahudi di seluruh dunia, tentang doktrin tanah yang dijanjikan, Palistina, dan menjadi hak mutlak bagi mereka. Karena itu, tak ada entitas lainnya, yang mempunyai hak hidup di wilayah itu.

4.Karakter hubungan saling berkaitan antara politik dan ekonomi itu, sudah menjadi ideologi Zionisme yang mapan, dan sangat mempengaruhi dalam setiap gerak dan langkah, yang mereka lakukan. Karena itu, setiap gerakan Zionisme berusaha melakukan penguasaan terhadap setiap pemerintahan di dunia, dan menguasai ekonomi mereka.

5.Menciptakan langkah-langkah strategis, yang tujuan melemahkan perjuangan bangsa Arab dan Islam dalam menghadapi Zionis-Israel dengan politik adu-domba (divide at impera), dan menanamkan sekulerisme, yang menghilangkan fanatisme terhadap agama (Islam), dan mendorong agar paham pluralisme itu menjadi ideologi. Dengan cara itulah gerakan-gerakan yang menentang Zionisme akan menjadi lemah. Karena masyarakat muslim sudah tidak lagi memiliki keyakinan terhadp agama mereka.

Gerakan Zionisme ini berdiri kokoh diatas landasan yang substansial, bahwa Yahudi itu bukan sekedar konsep agama, melain juga negara yang didukung dengan ideologi menjajah melalui cara penguasaan, baik secara politik, ekonomi, yang ditopang dengan ideologi. Inilah hakekat Zionisme yang ada ini.

Tak bakal lahir Palestina yang merdeka, hanya mengandalkan belas kasihan Israel, seperti apa yang sudah dilakukan Mahmud Abbas dan Organisasi Al-Fatah sekarang, yang benar-benar mengabdi kepada Israel. Tak juga dengan perundingan dan perdamaian yang akan menghasilkan sebuah cita-cita kemerdekaan, karena Israel tak menginginkan Palestina menjadi sebuah entitas politik yang eksis dan berdaulat. Israel hanyalah menginginkan Palestina itu, sebagai sebuah bangsa kelas dua, yang hidupanya tergantung oleh belas kasihan Israel.

Inti sari konsep Zionisme itu, tak lain, adalah sikap panatisme dan ortodok, yang sangat mendalam, yang tidak mungkin akan berubah. Mereka memiliki gambaran yang ideal tentang negara, yang membentang dari Sungi Nil (Mesir) sampai Sungai Eufrat (Irak). Inilah yang menjadi bentuk kerajaan Nabi Dawud dan Sulaimen, di era Benyamin Netanyahu sekarang ini.

Apakah konsep Zionisme yang membangun kerajaan Dawud dan Sulaiman itu sudah terwujud? Secara teritori (wilayah) negara mungkin belum. Tetapi, secara substansi (hakekat), sejatinya negara-negara tetangga Israel itu sudah menjadi wilayah negara Israel. Karena, negara-negara di sekeliling Israel itu, sudah mengabdi kepada kepentingan Israel. Mereka tidak merupakan sebuah negara yang berdaulat yang dapat menentukan kebijakannya secara bebas.

Kasus yang sangat kasat mata, seperti ketika Israel menyerang Gaza, tak ada satupun, negara Arab di sekelilingnya yang berani menentang Israel, tapi yang ada justru mereka mendukung tindakan agresi Israel ke wilayah Gaza, yang bertujuan untuk menumpas ‘teroris’ Hamas. Para pemimpin Arab, seperti Presiden Mesir Hosni Mubarak, Raja Arab Saudi Abdullah, Raja Jordania Abullah, dan Presiden Suriah Bashar Assad, dan Presiden Lebanon Rafiq Hariri, mereka membiarkan rakyat Palestina dihancurkan oleh Israel.

Jadi Kerajaan Dawud dan Sulaeman hakikatnya sudah berdiri di tanah Arab, yang membujur dari sungai Nil (Mesir) sampai ke sungai Eufrat (Iraq). Meskipun, wilayah itu masih mempunyai pemerintahan, presiden, raja, tapi semuanya mengabdi kepada Zionis Israel. (m/berbagai sumber)

]]>
http://www3.eramuslim.com/berita/laporan-khusus/tujuan-akhir-zionisme-mendirikan-kerajaan-daud-dan-sulaeman.htm/feed 0
Sudah Bisa Hidup Tenang? http://www3.eramuslim.com/oase-iman/sudah-bisa-hidup-tenang.htm http://www3.eramuslim.com/oase-iman/sudah-bisa-hidup-tenang.htm#comments Thu, 24 Apr 2014 06:19:04 +0000 http://www3.eramuslim.com/oase-iman/sudah-bisa-hidup-tenang.htm jalan“Tenang sudah hidup saya…” ia menghela nafasnya panjang seakan itu tarikan terakhirnya. Puas sekali, bukan, sangat puas bahkan yang tergambar di wajahnya. Binar matanya menyiratkan kebahagiaan hidup yang dijalaninya selama bertahun-tahun. Ia memiliki isteri yang cantik, yang menjadi perantaran kelahiran seorang putri jelita serta tiga ksatria kecilnya. Rumah besar, berhalaman dan latar belakang yang luas. Kolam renang yang menyegarkan di kelilingi taman bunga yang indah menenteramkan pandangan. Bekerja dengan penghasilan yang takkan pernah habis hingga tanggal gajian berikutnya tiba, mobil mewah, serta beragam kenikmatan dunia lainnya yang tak dimiliki separuh lebih penduduk bumi ini. “Apa yang membuat Anda tenang?” saya memberanikan diri bertanya kepadanya. “Saya sudah mengasuransikan diri dan keluarga. Jika saya atau isteri dan anak-anak sakit, tidak perlu pusing memikirkan biaya rumah sakit. Berapa pun, akan ditanggung oleh asuransi, ” jelasnya. “Itu saja?” “Oo tidak! Bahkan saya sudah mengasuransikan rumah, mobil dan seluruh harta yang saya miliki. Sehingga kalau pun rumah kebakaran, mobil hilang, saya tidak akan merasa sedih…” “Apa lagi…?” “Tentu saja saya memiliki asuransi pendidikan untuk anak-anak sampai mereka meraih gelar doktor. Selain itu, terpenting dari semuanya, asuransi jiwa terbaik pun sudah saya pilih. Jika saya meninggal nanti, isteri dan anak-anak akan mendapatkan dana asuransi hingga setengah milyar. Lebih dari cukup, sekadar menambah tabungan yang ada saat ini… indah bukan?” Saya mengangguk. Mencoba memahami makna ketenangan hidup yang dinikmatinya. Sejurus kemudian, “Ada satu lagi asuransi yang belum Anda miliki…” Ia tertegun. Dahinya mengerut, menerka-nerka apa yang saya pikirkan. Namun ia tak berhasil. Karena menurutnya, segala jenis program asuransi sudah dimilikinya. “Ini program asuransi yang baru. Belum ada di perusahaan asuransi manapun, ” saya membuatnya penasaran. “Coba bandingkan, apakah asuransi jiwa yang Anda miliki bisa dinikmati sendiri setelah kematian Anda? Ya, Anda sendiri yang menikmatinya, bukan ahli waris Anda. Apakah asuransi Anda memberi kesempatan perlindungan di akhirat nanti?” ia semakin bingung. “Bagaimana mungkin saya yang sudah mati bisa menikmatinya? Program asuransi macam apa itu? Bank mana yang mengeluarkan program itu? Berapa preminya per bulan?” sederet pertanyaan pun mengalir. Nalarnya memang takkan pernah sampai. Memang belum pernah ada sebelumnya asuransi yang bisa dinikmati sendiri oleh si pemegang polis setelah kematiannya. Bagaimana mungkin orang yang sudah mati bisa menikmati klaim asuransi? *** Yang dimaksud di sini memang bukan asuransi biasa. Premi yang dibayarkan berupa amal shaleh, dan ilmu yang terus dibagi kepada siapapun. Membuat Allah tersenyum, adalah asuransi dahsyat yang tanpa kita klaim pun, hasilnya boleh kita nikmati sesudah kematian menjemput. Satu hal lagi bentuk investasi yang sangat menguntungkan dunia akhirat, yakni jika memiliki anak, bimbinglah agar tetap shaleh hingga dewasa, ia akan meringankan beban orang tuanya dengan doa yang tak henti dipintanya. Tahukah Anda, anak-anak itu senantiasa berdoa, “Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orangtuaku. Sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil”. Indah bukan? Tertarik? Mulailah detik ini juga! (Gaw)

]]>
http://www3.eramuslim.com/oase-iman/sudah-bisa-hidup-tenang.htm/feed 0
Resensi Buku : Syam dan Yaman adalah Negeri Para Pejuang di Akhir Zaman, Bacalah Serial Gagasan Khilafah Ini… http://www3.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-syam-dan-yaman-adalah-negeri-pejuang-di-akhir-zaman-bacalah-serial-gagasan-khilafah-ini.htm http://www3.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-syam-dan-yaman-adalah-negeri-pejuang-di-akhir-zaman-bacalah-serial-gagasan-khilafah-ini.htm#comments Thu, 24 Apr 2014 03:25:57 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=72536 syamSaat lisan Rasulullah SAW mendoakan keberkahan bagi bumi Syam , beberapa sahabat  ingin agar Yaman  pun didoakan serupa. Setelah mengulang kembali doa keberkahan bagi Syam, beliaupun berkenan mendoakan serupa untuk Yaman. Namun, dalam riwayat lain, ketika diminta untuk mendoakan keberkahan bagi bumi Najd, beliau malah menyebutkan di tempat itulah berbagai fitnah dan bencana akan terjadi.

Buku ini adalah analisis ilmiah yang mengupas keistimewaan  dua tempat tersebut, Syamdan Yaman. Berbekal hadis -hadits Nabi  SAW, Penulis menggambarkan hiruk-pikuk yang terjadi di Syam pada akhir zaman. Tentang kemunculan pasukan  terpilih dari kaum Muslimin, kehadiran Imam Mahdi, hingga turunnya Isa AS untuk menumpas Dajjal dan para  pengikutnya. Sebuah uraian yang mendebarkan –dan kita yakin itu semua akan terjadi.

Di bagian kedua, dikupas nilai strategis Yaman, sebuah negeri bagian Jazirah Arab  yang kini secara sitemik sengaja dimiskinkan dan dilemahkan. Betapa, Yaman adalah pangkalan strategis untuk membebaskan Jazirah Arab dari penjajarah kaum Musyrikin masa kini dan antek-anteknya. (420)

Dan buku ini juga dilengkapi dengan seri ke dua nya yaitu Strategi Dua Lengan.

“Inilah isi surat yang saya tulis untuk Syaikh Usamah bin Ladin setelah keberhasilan revolusi Mesir. Sayang, beliau lebih dahulu meninggal sebelum pesan saya sampai.”

Pentas sejarah islam penuh dengan jatuh bangun gerakan jihad demi mengembalikankekhilafahan yang hilang. Dengan ragam pola mulai dari jihad yang bersifat kedaerahan hingga berskala regional bahkan internasional. Sebagian ada yang musnah sebelum sempat bersemi, membusuk oleh infiltrasi lawan, atau tak sanggup bertahan lama karena miskin dukungan publik. Tak hanya harta dan nyawa. Sebuah negara basis pun pernah hilang dalam pentas tersebut.  Eksperimen mahal, panjang, dan melelahkan itu sudah seharusnya menghasilkan sebuah kesimpulan penting sebagai starting point langkah berikutnya.

Buku ini hadir untuk menawarkan kesimpulan tersebut. Mengacu kepada perubahan peta kekuatan dunia, di mana Amerika serika mulai kelimpungan memegang kendali. Jurus “1001 Sayatan” yang dipraktikkan AL Qaidah dengan menggelar medan laga di berbagai negara menguras kekayaan satu-satunya adi daya di dunia itu. Bumi Arab pun bergejolak, memaksa Amerika harus kompromis dan merelakan rezim sekutunya gugur satu per satu. Gejolak itu pun melanda tanah Syam , bumi yang dijanjikan Nabi SAW sebagai benteng terakhir pertahanan umat Islam di akhir zaman.

Berangkat dari analisis politik kawasan, ditambah kajian terhadap geografi dan demografi negara-negara Arab yang sedang bergejolak. Penulis berkesimpulan bahwa Syam dan Yaman merupakan wilayah ideal untuk didirikan Khilafah Islamiyah. Ia mengajak seluruh kekuatan umat Islam untuk fokus menggarap proyek pembangunan kkhilafah ini, dengan sandi “Strategi Dua Lengan.” Di dalamnya, penulis menjelaskan detil-detil langkah yang perlu ditempuh untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Logis, aplikatif dan jauh kesan jargon kosong semata. Berisi saran taktik operasi militer, langkah politik hingga penyediaan layanan sosial bagi publik di wilayah yang diincar.

Jadi, ketika hari  ini kita masih sibuk membicarakan pentingnya khilafah, Penulis sudah rampung menjelaskan 5W – 1H pendiriannya. Buku ini semakin berbobot dengan artikel-artikel ringan Penulis yang membahas politik, pertahanan, dan keamanan seputar Tanah Arab. Misalnya, mengapa kekuatan Internasional – Termasuk Saudi – Bersikeras menganulir jihad di Suriah; cara efektif untuk melemahkan Iran, apakah dengan aksi militer atau ekonomi, dan sebagainya. Sebagai sebuah kajian strategis, artikel ini memang pantas bila hendak ditunjukkan kepada Usamah bin Ladin Rahimahullah. Namun, Allah telah berkehendak lain.

Nama Buku : Syam Bumi Ribath dan Jihad, dan Strategi Dua Lengan

Penulis : Syaikh Abu Mus’ab As Suri dan Abdullah bin Muhammad

Penerbit : Jazera

Harga : Rp 90,000 (Belum termasuk ongkos kirim)

Bagi yang berminat memesannya, silahkan sms ke 085811922988 atau email ke marketing@eramuslim.com dengan menyebutkan judul pesanan, nama lengkap, no Telepon yang bisa dihubungi dan alamat lengkapnya.

]]>
http://www3.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-syam-dan-yaman-adalah-negeri-pejuang-di-akhir-zaman-bacalah-serial-gagasan-khilafah-ini.htm/feed 0
Masih Berharap Dengan Politik Uang? http://www3.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/masih-berharap-dengan-politik-uang.htm http://www3.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/masih-berharap-dengan-politik-uang.htm#comments Thu, 24 Apr 2014 02:57:12 +0000 http://www3.eramuslim.com/?p=75712 moneyPemilihan umum calon anggota legislatif 2014 baru saja selesai di gelar. Pesta demokrasi 5 tahunan ini, dari tahun ke tahun senantiasa menyisakan permasalahan. Mulai dari tidak profesionalnya para penyelenggara dan pengawas pemilu. Semisal data pemilih yang tak sesuai (orang yang sudah meninggal masih masuk data atau bahkan orang gila yang masuk daftar calon pemilih), logistik yang tak terkirim tepat waktu hingga tidak sedikit daerah yang menunda hari pemilihan, tertukarnya surat suara. Dan yang tak kalah “heboh”adanya politik uang yang nampaknya sudah dianggal legal.

Sikap pragmatis masyarakat dalam menghadapi pemilu, kadang kala dimanfaatkan oleh para caleg (calon anggota) legislatif. Tidak jarang para caleg ‘menghalalkan’segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, yaitu untuk mendapatkan suara terbanyak hinggamereka terpilih menjadi anggota legislatif. Salah satunya dengan semakin menguatnya budaya transaksional antara caleg dengan masyarakat.

Saat musim kampanye tiba, hampir semua para caleg mendadak jadi orang yang begitu dermawan. Memberikan infak untuk pembangunan mesjid atau ikut memfasilitasi perbaikan jalan. Yang biasanya tidak pernah ikut pengajian, jadi rajin datang ke majlis ta’lim sambil membawa “hadiah”dadakan.

Menjelang hari H pencoblosanpun tak ketinggalan,serangan fajar menjadi modus kecurangan yang dilakukan para caleg untuk mendulang suara. Di Subang, misalnya praktik serangan fajar yang dilakukan caleg melalui tim sukses dengan cara membagi-bagikan uang berkisar Rp.20.000,00 hingga Rp.100.000,00 (Pikiran Rakyat Online, 14/4/2014). Inilah fakta budaya demokrasi transaksional.

Jadi, bagaimana mungkin kita berharap pemilu yang ada akan melahirkan pemimpin yang ‘bersih’, amanah dan berkualitas, jika anggota yang terpilih hasil dari adanya ‘transaksi pragmatis’ yang nampaknya sudah dianggap legal. Apa mungkin bangsa ini akan maju, jika belum jadi pemimpin saja sudah melakukan transaksional seperti ini?. Konsekuensinya, ketika mereka telah terpilih tidak jarang mereka pada akhirnya berfikiran bagaimana caranya untuk mengembalikan modal yang sudah dikeluarkan. Karena itu, jangan harap mereka mau memperjuangkan aspirasi rakyat dengan optimal apalagi dalam keadaan bersih berwibawa, untuk sekedar mendatangi para konstituennya saja belum tentu.

PANDANGAN ISLAM TENTANG POLITIK UANG

Islam sebagai agama yang kaffah tidak hanya membahas masalah ibadah saja, tapi semua aspek dibahas dan diatur oleh Islam, tidak terkecuali masalah politik. Dalam konteks Islam, secara bahasa  politik (as-siyaasah) berasal dari kata saasa-yasuusu-siyaasatan, yang berarti mengurus kepentingan seseorang. Sedangkan menurut istilah definisipolitik, sebagaimana yang di ungkap oleh Syaikh Abdul Qadim Zallum dalam bukunya Al-Afkar as-Siyaasiyah,adalah mengatur urusan umat dengan negara sebagai institusi yang mengatur urusan tersebut secara praktis, sedangkan umat mengoreksi pemerintah dalam melakukan tugasnya. Oleh karena itu politik dalam Islam bukan hanya sekedar seseorang terpilih jadi anggota dewan dan duduk diparlemen. Tapi bagaimana seseorang yang diberi amanah menjadi seorang pemimpin mampu mengurusi rakyatnya dengan sebaik-baiknya.

Di dalam sistem Islam orang tidak akan berlomba-lomba ingin menjadi pemimpin, karena mereka tahu hal tersebut adalah amanah yang akan di pertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat nanti. Maka tak akan kita temukan orang menghalalkan segala cara untuk menjadi pemimpin, termasuk politik uang.

Selain itu Islam dengan tegas mengharamkan memberi atau menerima pemberiaan dalam rangka pemilihan umum, karena hal tersebut termasuk risywah (suap). Sebagaimana di ungkapkan dalam hadits dari Abdullah bin ‘Amr ra bahwa Rasulullah SAW telah melaknat setiap orang yang menyuap dan yang menerima suap. (HR.Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Juga hadits dari Tsauban ra bahwa Rasulullah SAW telah melaknat setiap orang yang menyuap, yang menerima suap, dan yang menjadi perantara di antara keduanya. (HR.Ahmad).

Dalil-dalil tersebut memang umum tentang keharaman risywah (suap), namun dapat diterapkan pada fakta pemberian yang diberikan oleh caleg kepada para pemilih. Pemberian ini termasuk dalam pengertian umum suap, yaitu setiap harta yang diberikan kepada setiap pihak yang mempunyai kewenangan untuk menunaikan suatu kepentingan yang seharusnya tidak memerlukan pemberian bagi pihak tersebut untuk menunaikannya.

Jadi, masihkah kita berharap pada PEMILU ini akan melahirkan caleg yang ‘bersih’ anti-korupsi, sementara mereka terpilihmelalui ‘budaya transaksional’ pragmatis yang rawan akan penyelewengan dan penyimpangan ini?

 

Wallahu’alam bish showwab.

 

Sumiyati Karimah

Tanjungsari Sumedang

]]>
http://www3.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/masih-berharap-dengan-politik-uang.htm/feed 0
Pejabat Israel: Rekonsiliasi Hamas-Fatah Bertujuan Hancurkan Israel http://www3.eramuslim.com/berita/palestina/pejabat-israel-rekonsiliasi-hamas-fatah-bertujuan-hancurkan-israel.htm http://www3.eramuslim.com/berita/palestina/pejabat-israel-rekonsiliasi-hamas-fatah-bertujuan-hancurkan-israel.htm#comments Thu, 24 Apr 2014 02:08:02 +0000 http://www3.eramuslim.com/?p=75720 abbas-haniyahSeorang pejabat penting Israel menyebut bahwa upaya rekonsiliasi nasional yang dilakukan oleh Hamas-Fatah dapat berdampak hancurnya negara Yahudi Israel, ujar wakil menteri luar negeri Israel Zeev Elkin hari Rabu (23/04) kemarin.

Dalam pernyataannya yang dipublish di website surat kabar Yediot Aharonot Israel, Zeev Elkin mengatakan “Persatuan di antara mereka ( Hamas dan Abbas ) bertujuan untuk menghancurkan negara Yahudi, dan aku tidak terkejut dengan hal tersebut.”

Sebelumnya pada hai Selasa (22/04) Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman, meminta Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk memilih perdamaian antara Israel atau dengan Hamas.

Dalam konferensi pers yang digelar di rumah Perdana Menteri Ismail Haniyah di Jalur Gaza mengatakan “kami telah sepakat dalam pertemuan 2 hari sejak Senin (21/04) kemarin untuk membentuk pemerintah konsensus nasional sejak tanggal penandatanganan perjanjian persatuan Palestina, yang akan diumumkan dalam lima minggu mendatang.”

Selain pembentukan pemerintah konsensus nasional, Hamas dan Fatah juga bersepakat untuk segera melakukan pemilu yang akan diselenggarakan dalam 6 bulan mendatang setelah pembentukan pemerintah konsensus nasional. (Rassd/Ram)

]]>
http://www3.eramuslim.com/berita/palestina/pejabat-israel-rekonsiliasi-hamas-fatah-bertujuan-hancurkan-israel.htm/feed 0