Eramuslim http://www.eramuslim.com Media Islam Rujukan Sat, 25 Oct 2014 03:24:16 +0000 id-ID hourly 1 http://www.eramuslim.com/ Yahya Schroder: Rela Meninggalkan Kenikmatan Hidup, Demi Masuk Islam http://www.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/yahya-schroder-rela-meninggalkan-kenikmatan-hidup-demi-masuk-islam.htm http://www.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/yahya-schroder-rela-meninggalkan-kenikmatan-hidup-demi-masuk-islam.htm#comments Sat, 25 Oct 2014 03:24:16 +0000 http://www.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/yahya-schroder-rela-meninggalkan-kenikmatan-hidup-demi-masuk-islam.htm Bulan November tahun 2006, menjadi bulan bersejarah bagi remaja Jerman itu. Karena pada saat itu ia yang masih berusia 17 tahun mengucapkan dua kalimat syahadat dan menjadi seorang Muslim. Ia memilih Yahya, sebagi nama Islamnya dan sejak itu remaja Jerman yang kini tinggal di Postdam, dikenal dengan nama Yahya Schroder.

Yahya hidup berkecukupan dengan ibu dan ayah tirinya di sebuah desa kecil di Jerman. Ia tinggal di rumah yang besar lengkap dengan kolam renang yang luas. Di kamarnya ada tv dan play station dan Yahya tidak pernah kesulitan dalam masalah uang. Seperti remaja lainnya, Yahya sering pergi bergerombol bersama teman-temannya, minum alkohol atau melakukan hal-hal yang konyol.

Tapi semua kenikmatan dunia itu harus ia tinggalkan ketika ia memutuskan masuk Islam. Setelah menjadi seorang mualaf, Yahya memilih tinggal dekat ayahnya yang sudah lebih dulu masuk Islam, di Postdam dekat kota Berlin. Yahya mengaku tidak merasa bahagia meski saat masih ikut ibu dan ayah tirinya yang kaya, hidupnya serba enak. “Saya mencari sesuatu yang lain,” ujarnya.

Yahya mengenal komunitas Muslim di Postdam ketika ia berusia 16 tahun, lewat ayah kandungnya yang lebih dulu masuk Islam pada tahun 2001. Ketika itu, ia biasa mengunjungi ayah kandungnya sebulan sekali dan sering ikut sang ayah menghadiri pertemuan-pertemuan dengan komunitas Muslim yang diselenggarakan setiap hari Minggu.

Yahya merasa tertarik dengan Islam dan ayahnya memperhatikan hal itu. Hingga suatu hari sang ayah mengatakan tidak mau membahas soal Islam ketika mereka sedang berdua saja. Ayah Yahya menginginkan puteranya itu belajar dari orang-orang yang ilmunya tentang Islam lebih tinggi agar jika Yahya masuk Islam tidak dipandang cuma ikut-ikutan apa yang telah dilakukan ayahnya.

“Saya setuju dengan ayah dan saya mulai menghadiri pertemuan-pertemuan itu sendiri, setiap bulan. Tapi saat itu terjadi sesuatu hal yang mengubah cara berpikir saya,” ujar Yahya.

Yahya bercerita, ia mengalami kecelakaan saat pergi berenang bersama komunitas Muslim. Ketika ia melompat ke kolam renang dari ketinggian, kepalanya membentur dasar kolam renang dan tulang punggungnya patah. Ayahnya membawa Yahya ke rumah sakit dan dokter di rumah sakit itu mengatakan hal yang membuat gentar hatinya.

“Punggungmu mengalami patah tulang yang parah, satu satu saja gerakan yang salah, bisa membuatmu lumpuh,” kata dokter.

Yahya harus menjalani operasi. Beberapa saat sebelum masuk ruang operasi, teman Yahya di komunitas Muslim bernama Ahmir memberinya semangat, “Yahya, sekarang engkau berada di tangan Allah. Ini seperti naik rollercoaster. Sekarang engkau sedang berada dalam puncak kenikmatan naik sebuah rollercoaster dan percayalah pada Allah.”

Operasi berlangsung selama lima jam dan Yahya baru siuman tiga hari kemudian. “Saya tidak bisa menggerakan tangan kanan saya, tapi saya merasa sangat bahagia. Saya bilang ke dokter bahwa saya tidak peduli dengan tangan kanan saya. Saya sudah sangat bahagia Allah telah membiarkan saya tetap hidup,” tutur Yahya. Dokter mengatakan Yahya harus dirawat di rumah sakit dalam beberapa bulan. Tapi Yahya cuma dua minggu di rumah sakit, karena ia berlatih dengan keras. Yahya bahkan sudah bisa naik turun tangga dua hari sebelum seorang dokter datang dan mengatakan bahwa hari itu ia akan berlatih naik tangga.

“Alhamdulillah saya cuma dua minggu di rumah sakit. Sekarang saya sudah bisa menggerakan tangan kanan saya. Kecelakaan itu telah banyak mengubah kepribadian saya,” aku Yahya.

“Saya merasakan, ketika Allah menginginkan sesuatu terjadi, hidup seseorang berubah total dalam hitungan detik. Oleh sebab itu, saya lebih menghargai kehidupan dan mulai berpikir tentang kehidupan saya dan Islam, tapi saat itu saya masih tinggal di sebuah desa kecil,” kisah Yahya.

Keinginan Yahya untuk menjadi seorang Muslim makin kuat, sehingga ia berani memutuskan untuk meninggalkan keluarganya di desa itu. Yahya menuturkan, “Saya meninggalkan ibu dan ayah tiri saya, meninggalkan gaya hidup saya yang mewah dan pergi ke Postdam, tinggal di apartemen kecil ayah kandung saya. Saya tak keberatan harus menempati sebuah dapur kecil, karena saya cuma membawa sedikit pakaian, buku-buku sekolah dan beberapa CD.”

“Kedengarannya saya kehilangan segalanya, tapi saya merasa bahagia, sebahagia ketika saya siuman di rumah sakit setelah kecelakaan buruk itu,” ujar Yahya.

Diejek Teman Sekolah

Sehari setelah hari pertamanya masuk sekolah di Postdam, Yahya mengucapkan dua kalimat syahadat. Yahya pun menjalani kehidupan barunya sebagai seorang Muslim, meski di sekolah banyak yang mengejeknyakarena menjadi seorang Muslim. Beberapa orang menganggapnya “gila” bahkan tidak percaya kalau dirinya orang Jerman asli.

“Saya melihatnya sebagai hal yang biasa karena informasi yang mereka baca di media tentang Islam dan Muslim. Media massa menulis tentang Islam yang disebut teroris, Usamah bin ladin, Muslim yang jahat, dan sebagainya,” tukas Yahya.

Sepuluh bulan berlalu dan situasi mulai berubah. Yahya aktif berdakwah pada teman-teman sekelasnya dan ia mendapatkan sebuah ruangan untuk salat, padahal cuma dia satu-satunya siswa Muslim di sekolahnya.

“Teman-teman sekelas berubah, yang dulunya menggoda saya karena masuk Islam, sekarang banyak bertanya tentang Islam dan mereka mengakui Islam tidak sama dengan agama-agama lainnya. Menurut mereka, Islam itu keren!” kata Yahya menirukan pendapat teman-temannya.

Yahya mengungkapkan, teman-teman sekolahnya menilai Muslim memiliki adab yang baik dalam berinteraksi dengan sesama manusia, bebas dari tekanan teman sekelompok seperti yang terjadi di sekolah mereka. Saat itu siswa-siswi di sekolah Yahya cenderung berkelompok atau membentuk genk, mulai dari genk hip hop, punk sampai kelompok genk siswa yang hobinya berpesta. Setiap siswa berusaha keras untuk diterima menjadi anggota genk itu.

Tapi Yahya, ia bisa berteman dengan siapa saja. “Saya tidak perlu mengenakan pakaian khusus agar terlihat keren. Yang terjadi malah, genk-genk itu sering mengundang saya dan teman-teman Muslim saya ke pesta-pesat barbeque mereka,” tandasnya.

“Yang istimewa dari semua ini adalah, mereka menghormati saya sebagai seorang Muslim. Mereka membelikan makanan halal buat saya dan mereka menggelar dua pesta barbeque, satu untuk mereka dan satu untuk kami yang Muslim. Masyarakat disini sudah mulai terbuka dengan Islam,” sambung Yahya mengenang masa-masa sekolahnya.

Yahya menambahkan, ia merasa lebih mudah menjadi seorang mualaf daripada menjadi seorang yang memang sudah Muslim sejak lahir. Ia banyak melihat banyak anak-anak muda Muslim yang ingin menjadi orang Jerman dan melihat Islam hanya sebagai tradisi. Anak-anak muda itu, kata Yahya, bersedia melepas ‘tradisi’ keislamannya supaya bisa diterima di tengah masyarakat Jerman.

“Meskipun faktanya, orang-orang Jerman tetap tidak mau menerima mereka meski mereka melepas agama Islamnya,” ujar Yahya.

Ia mengakui, kehidupan seorang Muslim di Jerman tidak mudah karena mayoritas masyarakat Jerman buta tentang Islam. “Kalau mereka ditanya tentang Islam, mereka akan mengatakan sesuatu tentang Arab. Buat mereka, pertanyaan itu seperti soal matematika, Islam=Arab”. Padahal negara ini memiliki bangsa yang besar,” tukas Yahya. (ln/readislam)

]]>
http://www.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/yahya-schroder-rela-meninggalkan-kenikmatan-hidup-demi-masuk-islam.htm/feed 0
Hikmah Puasa 10 Muharram http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/apa-hikmah-puasa-10-muharram-itu.htm http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/apa-hikmah-puasa-10-muharram-itu.htm#comments Sat, 25 Oct 2014 03:10:41 +0000 http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/apa-hikmah-puasa-10-muharram-itu.htm sigit1Assalamualaikum War Wab

Mau tanya pak Ustad,

Setiap tanggal 10 Muharram orang Islam disunnahkan untuk berpuasa, pertanyaannya apa hikmah puasa 10 Muharram tersebut? Bagaimana ceritanya bisa ada himbauan untuk berpuasa pada hari tersebut.

Atas jawabanya kami mengucapkan banyak terima kasih

Wassalam

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Ose yang dimuliakan Allah swt

Rasulullah saw menganjurkan agar berpuasa di hari-hari diluar bulan Ramadhan, diantaranya adalah hari asy Syura, sebagaimana diriwayatkan dari Muawiyah bin Abu Sofyan berkata,”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,’Sesungguhnya ini adalah hari asy Syura dan tidaklah diwajibkan terhadap kalian untuk berpuasa (di hari ini). Dan aku saat ini berpuasa maka barangsiapa yang ingin berpuasa (maka berpuasalah) dan barangsiapa yang ingin berbuka (tidak berpuasa) maka berbukalah.” (Muttafaq Alaihi)

Berpuasanya Rasulullah saw pada hari asy Syura adalah disebabkan bahwa Musa as telah berpuasa pada hari itu. Dan hari itu adalah hari diselamatkannya Musa dari Fir’aun. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata,”Ketika Nabi saw memasuki kota Madinah beliau saw menyaksikan orang-orang Yahudi berpuasa pada hari asy Syura. Beliau berkata,”Ada apa ini?” mereka menjawab,”Hari baik, di hari ini Allah telah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari musuh-musuh mereka dan Musa berpuasa (di hari ini).” Lalu Nabi saw bersabda,”Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.” Maka beliau saw pun berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa.” (Muttafaq Alaihi)

Dari Abu Musa al Asy’ariy berkata,”Hari asy Syura’ diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan mereka pun menjadikannya sebagai hari raya. Dan Rasulullah saw bersabda,’Berpuasalah kalian (di hari ini).” (Muttafaq Alahi). (Markaz al Fatwa no. 32561)

Baca juga : ”Dalil Puasa Satu Muharam

Wallahu A’lam

]]>
http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/apa-hikmah-puasa-10-muharram-itu.htm/feed 0
1300 Tentara FSA Bergabung dengan Milisi Kurdi untuk Hadapi Mujahidin IS http://www.eramuslim.com/berita/dunia-islam/1300-tentara-fsa-bergabung-dengan-milisi-kurdi-untuk-hadapi-mujahidin-is.htm http://www.eramuslim.com/berita/dunia-islam/1300-tentara-fsa-bergabung-dengan-milisi-kurdi-untuk-hadapi-mujahidin-is.htm#comments Sat, 25 Oct 2014 01:33:03 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=86058 fsaPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan hari Jumat bahwa 1.300  Tentara FSA  akan bergabung dengan milisi Kurdi dalam membela kota perbatasan Suriah Kobane dari serangan  Negara Islam.

Kurdi Suriah telah menerima 1.300 serdadu  dari Tentara Pembebasan Suriah (FSA) dan mereka mengadakan pembicaraan untuk menentukan rute strateginya ,” kata Erdogan kepada wartawan di ibukota Estonia Tallinn.

Milisi Kurdi juga telah mendapatkan  bantuan serangan udara yang dilakukan oleh koalisi pimpinan AS .

FSA pada Kamis mengatakan mereka mengirimkan kekuatan ke Kobane untuk mendukung milisi  Kurdi.

Ada sekitar 2.000 pejuang Kurdi dalam Kobane yang masih bertahan melawan IS selama beberapa minggu terakhir. (AFP/Dz)

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/dunia-islam/1300-tentara-fsa-bergabung-dengan-milisi-kurdi-untuk-hadapi-mujahidin-is.htm/feed 0
Mr Presiden, Masih Mau Pakai Kuntoro? http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/mr-presiden-masih-mau-pakai-kuntoro.htm http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/mr-presiden-masih-mau-pakai-kuntoro.htm#comments Sat, 25 Oct 2014 01:24:02 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=86055 aniOleh: Edy Mulyadi*

 

Kuntoro Mankusubroto. Pria kalem ini beberapa waktu belakangan cukup menyita perhatian publik. Pasalnya, mantan Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UPK4) tiba-tiba ‘digosipkan’ bakal kembali masuk kabinet. Kabar-kabur yang berseliweran menyebutkan, dia bakal didapuk menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sayangnya, tidak ada sepotong pun sumber resmi yang bisa dikonfirmasi kesahihan gosip ini. Tidak Joko Widodo, apalagi Jusuf Kalla. Tidak juga orang-orang yang dianggap menjadi lingkaran satu dan lingkaran ‘setengah’ Jokowi-JK.

Siapakah Kuntoro sebenarnya? Mengapa dia demikian sakti, hingga Jokowi pun sepertinya tak bisa ‘menolak’ dia?

Lahir di PurwokertoJawa Tengah, pada 14 Maret 1947, karir birokrasinya terbilang panjang dan lengkap. Dia pernah menjadi Dirjen Pertambangan Umum (1993-1997), dua kali Menteri Pertambangan (Kabinet Pembangunan VII 1998 dan Kabinet Reformasi Pembangunan 1998-1999), Direktur Utama PLN (2000), serta Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias (2005). Terakhir posisinya adalah Kepala UKP4 di era Presiden SBY.

Pejuang neolib

Sejauh itu kinerjanya biasa-biasa saja, jauh dari cemerlang. Bahkan selama di lingkaran kekuasaan, Kuntoro justru lebih banyak berperan sebagai kepanjangan tangan kepentingan kapitalis asing. Pengamat ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy bahkan menyebut Kuntoro sebagai salah satu simpul utama kekuatan kaum neoliberalis di Indonesia. Masuknya Kuntoro di jajaran kabinet Jokowi-JK akan mengembalikan kekuatan neolib untuk menguasai Indonesia.

Noorsy benar. Rekam jejak Kuntoro sebagai antek kepentingan asing yang mengorbankan kepentingan rakyat Indonesia tergurat jelas ketika menjadi birokrat. Salah satu jasa penting Kuntoro adalah disahkannya UU No.22/2001 tentang Migas. Dia punya peran sangat vital dalam masuknya kepentingan asing sejak pembuatan draft RUU sampai disahkan menjadi UU. Asal tahu saja, lewat Kuntoro pula USAID masuk, bahkan mengucurkan dollar demi suksesnya pembahasan RUU yang draft-nya mereka buatkan.

Kisah pengkhianatan anak bangsa kepada bangsanya sendiri ini masih dapat ditemukan dalam arsip Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia di Jakarta. Pada 29 Agustus 2008 Kedubes AS mengeluarkan pernyataan resmi mengenai keterlibatan USAID dalam apa yang disebut sebagai proses reformasi sektor energi.

Lewat dokumen itu sangat jelas peran yang dimainkan Kuntoro pada awal 1999. Saat itu, sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dia minta bantuan USAID me-review draft RUU Migas. USAID menyambut positif undangan itu dan selanjutnya bersama pemerintah Indonesia menandatangani Strategic Objective Grant Agreement (SOGA) yang berlaku untuk lima tahun, sekaligus mengucurkan bantuan US$20 juta.

Renegosiasi listrik swasta

Sepak terjang Kuntoro yang getol mengabdi pada kepentingan majikan asingnya itu juga ditunjukkan ketika menjadi Dirut PLN. Saat itu Pemerintah bermaksud merenegosiasi tarif 27 proyek listrik swasta yang harga jual ke PLN-nya selangit. Maklum, ke-27 perusahaan listrik swasta yang didirikan negara-negara industri maju itu menggandeng keluarga dan kroni Soeharto pada periode 1990an. Mereka datang dari Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Jerman.

Ke-27 perusahaan listrik swasta tadi pada tahun 1996 meneken perjanjian jual beli listrik dari pembangkit swasta ke PLN yang tertuang dalam Power Purchase Agreement (PPA) atau Energy Sales Contract (ESC). Harga jual energi listrik yang dibebankan kepada PLN ternyata sangat gila-gilaan, berkisar antara US$7-9 sen per kWh. Padahal, penjualan listrik swasta di negara-negara Asia lainnya waktu itu cuma sekitar US$3,5 sen per kWh.

Jika berpegang pada konrak PPA itu, PLN mesti merogoh koceknya dalam-dalam. Pada saat yang sama, kemampuan keuangan PLN pasca krisis ekonomi justru sangat jeblok. Semester pertama 2000, PLN didera rugi Rp11,58 triliun. Tahun 2001, kerugiannya melambung jadi Rp24 triliun.

Nah, apa peran Kuntoro selaku Dirut PLN waktu itu? Seharusnya, dialah orang pertama yang paling fight supaya tarif jual listrik swasta ke perusahaan setrum pelat merah itu diturunkan. Tapi faktanya tidak demikian. Jangankan menekan mitra asingnya, untuk sekadar melobi saja dia ogah-ogahan.

Melihat sikap itu, tidak heran bila Rizal Ramli, Menko Perekonomian selaku komandan Tim Renegosiasi Listrik Swasta, akhirnya mendepak Kuntoro. Rizal lalu menunjuk Eddie Widiono sebagai pengganti.

Syukurlah, sebagai Dirut PLN, Eddie bekerja dengan semestinya. Setelah menempuh perjuangan keras, renegosiasi pun akhirnya final. “Hasilnya, total kewajiban pemerintah dan PLN turun drastis, dari US$80 miliar menjadi US$35 miliar,” kata Rizal Ramli waktu dengan nada lega.

Gila jabatan

Kini mari kita telusuri lagi rangkaian jabatan yang pernah disandang Kuntoro. Sebelum menjabat Dirut PLN (2000), dia sudah dua kali menjadi Menteri ESDM (Kabinet Pembangunan VII, 1998 dan di Kabinet Reformasi Pembangunan 1998-1999), Sebelumnya, dia juga menjadi Dirjen Pertambangan Umum (1993-1997).

Siapa pun yang sekolahnya lulus SMP tentu paham benar, bahwa jabatan menteri pasti lebih tinggi dan bergengsi ketimbang dirut BUMN. Bahkan dibandingkan Dirjen saja, posisi sebagai Dirut BUMN sama sekali bukanlah tandingannya.

Tapi pertanyaan yang menggelitik publik ketika itu adalah, kok ya Kuntoro mau menjadi Dirut PLN setelah sebelumnya menjadi dirjen dan menteri? ‘Ironisnya’ posisi dirjen dan menteri itu justru ‘majikan’ langsung posisi dirut yang kemudian dipangkunya.

Menyikapi fakta ini, tidak mengherankan bila orang langsung berpendapat Kuntoro adalah manusia yang ‘gila’ jabatan. Mending kalau ‘kegilaan’ itu didasari sikap pengabdian kepada negeri, tanpa peduli posisi. Artinya, di posisi apa pun, semangat merah putih tetap bergelora di dada. Tentu saja, hal itu harus dibuktikan dengan berbagai sepak terang dan kebijakan yang diterlurkannya, semuanya berpihak pada kepentingan bangsa.

Tapi, sekali lagi, rekam jejak orang ini justru sebaliknya. Pengabdiannya kepada majikan asingnya seperti tanpa syarat. Dia tidak peduli, walau hal itu harus dilakukan dengan mengorbankan kepentingan bangsa dan negaranya.

Nah, dengan rekam jejak seperti ini, akankah Jokowi tetap menariknya sebagai menteri? Mr Presiden, masih Anda mau memakai Kuntoro? (*)

Jakarta, 24 Oktober 2014

 

Konsolidasi Perbankan-3Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

]]>
http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/mr-presiden-masih-mau-pakai-kuntoro.htm/feed 0
Resensi Buku : La Tahzan, Karya Best Seller dari Syeikh Al Qarni http://www.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-la-tahzan-karya-best-seller-dari-syeikh-al-qarni.htm http://www.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-la-tahzan-karya-best-seller-dari-syeikh-al-qarni.htm#comments Sat, 25 Oct 2014 01:20:10 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=73734
tahzanTidak banyak komentar…
Layak dibaca dan dihadiahkan kepada saudaramu atau temanmu yang kalian hormati dan cintai …
Sebagai salah satu buku kategori pencerahan hati (an-nafsu al-muthma Innah), La Tahzan menawarkan terapi yang lebih dekat dengan alQur’an dan Sunnah, ketimbang renungan-renungan reflektif semata. La Tahzan menjadi buku terlaris di Timur Tengah karena sejak cetakan pertamanya (th. 2001), buku ini telah terjual lebih dari 1 juta eksemplar.
Buku ini telah melambungkan nama penulisnya. Dr.Aidh al-Qarni, seorang doktor dalam bidang hadits yang hafizh Qur’an, ribuan hadits, dan juga ribuan bait syair Arab kuno hingga modern. Dalam usianya yang masih sangat muda, ia telah menjadi penulis paling produktif di Saudi Arabia saat ini. Di Indonesia, buku yang Anda pegang ini mendapat sambutan luar biasa dan telah terjual ratusan ribu eksemplar.
Judul Buku :La Tahzan
Harga Buku   : Rp 100,000 (belum termasuk ongkos kirim)
Untuk pemesanan hubungi atau sms/email dengan dituliskan nama, alamat dan jumlah pemesanan ke: 085811922988 email : marketing@eramuslim.com
]]>
http://www.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-la-tahzan-karya-best-seller-dari-syeikh-al-qarni.htm/feed 0
Melestarikan Budaya Sogok http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/melestarikan-budaya-sogok.htm http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/melestarikan-budaya-sogok.htm#comments Sat, 25 Oct 2014 01:14:40 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=86051 sogokOleh : Abdullah Muadz*

 

Upacara persembahan, sesajen, ruatan dan sebagainya adalah ritual sogok menyogok, sudah sangat jelas tidak pake filsafat, olah fikir atau semantik game. Ada tokoh fiktif yang mengancam dan sangat mengada-ada. Si Batara Kala mengancam kepada si Kembar, anak laki laki sulung, laki-laki tunggal, laki-laki kejepit antara kakak dan adik wanita, dan lain lain, akan dimakan atau akan ditimpa dengan berbagai bencana kalo tidak bisa memenuhi keinginan Batara Kala, maka diadakanlah upacara ruatan dengan berbagai sesajennya untuk meredam ancaman tersebut.

Pertama orang disuruh takut dengan tokoh fiktif.

Batara Kala adalah raksasa seram tinggi besar yang suka makan daging manusia. Hanya Guru dan Durga yang tahu siapa Kala sebenarnya, karena dia adalah anak Guru dan Durga. Kala adalah anak yang terjadi dari kama salah, sehingga menjadi mahluk yang berwatak jahat, yang hanya mementingkan diri sendiri.  Begini kisah kelahiran Kala :

Disatu hari Guru  bersama istrinya, Durga, dengan menaiki lembu Andini, bercengkerama mengelilingi dunia. Ketika sedang melintas diatas lautan tiba-tiba Guru kepingin bermain cinta dengan istrinya, hasratnya tak bisa dicegah. Istrinya berusaha menolak , tetapi tak kuasa.Dengan memaksa Guru menggauli istrinya. Durga mengingatkan bahwa ini bukanlah waktu dan tempat yang tepat untuk bercinta. Guru tak peduli, Durga mendorong  dan melepaskan diri dari cengkeraman suaminya.

Sperma Guru jatuh dan masuk kelaut, lalu benih itu tumbuh menjadi raksasa jahat yang bernama Kala. Jadi Kala adalah produk yang salah, kama salah, yang dilahirkan dalam keadaan dan waktu yang tidak tepat. Kala, yang adalah putra dewa-dewi menjadi raksasa jahat yang maunya memakan daging manusia.

Jika kita percaya dengan cerita dongeng seperti ini, berarti mematikan akal sehat kita sendiri. Dengan berbagai alasan perasaan dan takut yang tidak beralasan akhirnya terjadi upacara ritual pembunuhan akal sehat. Semakin banyak masyarakat yang irrasional dan semakin banyak pula masyarakat yang emosional, ini bibit-bibit kehancuran bangsa.

Kedua mencari-cari bentuk kesalahannya mengada-ada,

 

Menurut cerita dongengnya ada beberapa orang yang dianggap membawa sial ( Sukerto ). Orang inilah yang dizinkan oleh Batara Guru ( bapaknya ) untuk dimakan anaknya ( Batara Kala ) Ini contoh orang-orang yang diancam akan dimakan oleh batara kala karena dianggap membawa sial :

Sukerto yang berhubungan dengan kelahiran antara lain :

  1. Ontang-anting : Anak tunggal laki-laki.
  2. Unting-unting : Anak tunggal wanita.
  3. Gedhana-gedhini : Satu anak laki-laki dan satu anak wanita dalam keluarga.
  4. Uger-uger lawang : Dua anak laki-laki dalam keluarga.
  5. Kembar sepasang : Dua anak wanita dalam keluarga.
  6. Pendhawa : Lima anak laki-laki dalam keluarga.
  7. Pendhawa pancala putri : Lima anak perempuan dalam keluarga.
  8. Kembar : Dua anak laki-laki atau wanita lahir bersamaan.
  9. Gotong Mayit : Tiga anak wanita semua.
  10. Cukil dulit : Tiga anak laki-laki semua.
  11. Serimpi : Empat anak wanita semua.
  12. Sarambah : Empat anak laki-laki semua.
  13. Sendang kapit pancuran: Anak tiga, dua laki-laki, yang tengah wanita.
  14. Pancuran kapit sendang : Anak tiga, dua wanita, yang tengah laki-laki.
  15. Sumala : Anak cacat sejak lahir.
  16. Wungle : Anak lahir bule.
  17. Margana : Anak lahir sewaktu ibunya dalam perjalanan.
  18. Wahana : Anak lahir sewaktu ibunya sedang pesta.
  19. Wuyungan : Anak lahir diwaktu perang atau lagi ada bencana.
  20. Julung sungsang : Anak lahir ditengah hari.
  21. Julung sarab : Anak lahir waktu matahari terbenam.
  22. Julung caplok : Anak lahir disenja hari.
  23. Julung kembang : Anak lahir saat fajar.

Sukerto karena perbuatan salah atau tidak patut( Ora ilok) :

  1. Orang yang bersiul saat tengah hari, itu tidak patut/ ora ilok.
  2. Orang yang memecahkan gandhik, alat dari batu untuk membuat jamu.
  3. Orang yang menjatuhkan dhandhang sewaktu menanak nasi.

Sukerto yang dalam hidupnya mengalami banyak musibah, bencana dan sering sekali diancam bahaya.

Ada orang yang dalam menjalani hidup ini selalu tertimpa sial. Dalam melakukan pekerjaan  banyak salah, dalam usaha mengalami kegagalan. Terlibat banyak urusan yang tidak enak, terkena macam-macam penyakit, boleh dikata hidupnya tidak menyenangkan dan sebagainya. Ada yang bilang bahwa waktu dan kondisi selalu tidak berpihak kepadanya. Ada sesuatu yang salah, sehingga orang tersebut perlu diruwat.

Dalam pemahaman kuno, orang-orang yang termasuk tiga kelompok sukerto itu perlu diruwat secara tradisional. Mereka diruwat supaya tidak menjadi mangsa Kala, terbebas dari gangguan dan bencana yang merupakan ancaman Kala.

Menurut akal sehat, kelahiran, jenis kelamin, jumlah anak adalah takdir yang belum tentu sesuai dengan keinginan masnusia dan tidak bisa dilawan oleh manusia itu sendiri. Lalu kenapa dianggap sial atau bersalah?. Bukan saja mematikan akal sehat, tetapi juga mengandung kekejaman luar biasa, karena melawan hak-hak Allah SWT sebagai pencipta, sekaligus menzhalimi manusia ciptaan Allah, dengan mencari-cari kesalahan yang tidak masuk akal.

Filosopi ini jika masuk ke birokrat untuk mencari-cari kekurangan dari custumer setelah itu dijadikan alat untuk bisa berdamai, atau memilih jalur cepat. Tentu semua ada biaya yang harus dikeluarkan oleh custumer tetapi tidak bisa ditulis pakai kuitansi, kitalah yang harus TST. Kesalahan fiktif yang dicari-cari oleh Batara Kala saja bisa dijadikan alat memeras, apalagi kesalahan yang memang ada, akan lebih mudah lagi si custumer diperas.
Ketiga otoritas dan wewenang apa bisa mengancam kita?

Dalam kehidupan kita jika ada peraturan dan sekaligus sangsi yang diberlakukan, itu dibuat oleh seorang atau lembaga yang punya otoritas. Kepemilikan otoritas itu harus ada kekuatan yang bisa memaksa orang lain untuk menta’atinya. Setuju atau tidak, suka atau tidak maka kita harus melaksanakan peraturan tersebut.

Sementara Batara Kala cerita fiktif, maka semua bentuk-bentuk kesialan, kutukan, ancaman dan permintaan sesajen menjadi fiktif pula. Anehnya cerita fiktit seperti ini bisa menggerakan masyarakat dengan berbagai ritual ruatan.  Pertanyaannya siapa yang diuntungkan? Jawabannya pasti bukan si Batara Kala karena dia tokoh fiktif. Anehnya lagi masih ada orang yang percaya dikutuk, diancam dan mau memberikan sesajen kepada tokoh fiktif ini. Lagi-lagi mematikan akal sehat dan membangun peradaban diatas dongeng dan cerita fiktif.

Ketika filosopi ini masuk ke birokarasi maka sudah jelas pejabat itu punya otoritas, sogok menyogoknya ada untung rugi yang jelas, bukan lagi dongeng, kebutuhan dua belah fihak yang sudah kebelet, terjadilah simbiosis mutualisme. Si custumer butuh cepat tapi kurang syarat si birokrasi butuh fulus. Jadilah lagu KKN yang dinyanyikan secara kompak serempak : “ Bilfuluus likulli syai’in tembuuus, maa fii fuluus laisa muluus”

Keempat minta persembahan, sesajen ( Sogok ) untuk membatalkan ancamannya..

Orang-orang yang katagori sukerto merasa takut akan ancaman batara kala, sehingga berupaya bagaimana agar batara kala membatalkan ancamannya, atau menghentikan ancamannya.

Maka diadakanlah upacara seremonial dengan berbagai macam kelengkapan sesajenya untuk bisa menjinakkan si pengancam. Agar hidupnya merasa aman, terbebas dari segala ancaman. Ditatra berbagai kelengkapan sesajenan itu adalah sebagai berikut :

  • Dua ranting kayu dadap srep lengkap dengan daunnya.
  • Dua batang tebu dengan daunnya.
  • Sepasang kelapa muda.
  • Dua ikat padi.
  • Dua tandan buah kelapa.
  • Dua tandan buah pisang.
  • Alat dapur seperti penggorengan, centong dll.
  • Alat pertanian : cangkul, arit,caping dll.
  • Sepasang merpati, bebek, angsa dll.
  • Disedikan sejumlah ayam, satu sukerto satu ayam.Ayam jago untuk sukerto lelaki dewasa, ayam betina untuk sukerto wanita . Ayam jago muda untuk sukerto lelaki remaja, ayam betina muda untuk sukerto putri remaja.
  • 7/ tujuh lembar batik dengan motif : bangun tulak, sindur, gading melati, poleng semen, truntum, sulur ringin dan tuwuh watu.
  • Kendil baru diisi beras dan sebuah telor, dua sisir pisang raja, suruh ayu yang belum jadi,kembang boreh- tepung beras dicampur kembang, uang dengan nilai Rp.25 atau Rp.250 atau Rp.2500.
  • Tikar dan bantal baru, minyak wangi, sisir, bedak, cermin dan kendil.
  • Sekul among- nasi dengan sayuran dan telur, biasanya untuk bancakan, syukuran anak kecil.
  • Sekul liwet- nasi dengan lauk sambal gepeng.
  • Sepasang golong lulut- dua bulatan nasi ketan dengan telur goreng.
  • Beberapa buah ketupat, salah satunya diisi ikan lele atau wader goreng.
  • Golong orean untuk setiap sukerto ( bulatan nasi dengan ayam panggang). Untuk setiap sukerto jumlahnya sesuai dengan wetonnya.
  • Misal sukerto yang wetonnya Minggu Legi, golong oreannya 10 biji, yang Sabtu Paing jumlah oreannya 18, begitu seterusnya.
  • Tumpeng robyong, nasi tumpeng yang diatasnya ditaruh cabe merah dicampur sayur gudangan dan telur rebus mengitari tumpeng.
  • Sekul gebuli, nasi kebuli dengan lauk ikan.
  • Rasulan, nasi dengan lauk daging kambing dan sayuran.
  • Jajan pasar, beberapa kue yang biasa dijual dipasar.
  • Kala kependem,seperti ketela, kacang  dsb.
  • Empat tumpeng nasi, warnanya : merah, putih, hitam dan kuning.
  • 7 macam rujak dan 7 macam bubur. Jangan menir yang dibuat dari daun kelor, arang-arang kembang- nasi goreng sangan dengan air gula, gethok- potongan daging segar dengan santan dan air gula, edan- potongan kunyit dari papah lompong/batang talas dengan air gula, ulek –degan- irisan berbagai buah dengan cabai dan air gula, irisan kelapa dicampur air kelapa ditambah gula kelapa.
  • Berbagai bubur jenang : merah putih, pliringan- garis-garis merah putih dengan sedikit merah ditengah, bulus angrem – dalam bentuk bulus sedang mengeram, palang- diatas bubur merah ada palang putih, sungsum – bubur tepung beras diberi air gula Jawa.
  • Tuak dan badek/ legen- minuman segar dari pohon aren.
  • Klepat-klepet- daun gadungsari dan dadap srep dibungkus dengan daun kelapa.
  • Klepon – serabi merah putih, uler-uler – jadah dan wajik.
  • Sepasang kembar mayang yang dipayungi.
  • Sebuah pecut baru.
  • Sebuah sapu lidi yang diikat dengan gelang perak.

Filosofi ini masuk kedalam birokrasi kita, sehingga istilah sesajen itu juga menjadi istilah yang sangat familiar dikalangan birokrasi, sejajar dengan istilah istilah lain, seperti uang sabun, pelicin, dan sebagainya.  Banyaknya istilah tersebut menunjukan bahwa budaya sesajen sudah sangat mengakar ditengah-tengah masyarakat kita, orang-orang yang sering berhubungan dengan birokrasi akan tahu betul bagaimana budaya ini masih terus berlangsung hingga kini.

Kerusakan itu semakin jelas ketika ada lembaga pemerintah ingin mengurus hak-haknya berupa pembiyayaan atau anggaran ke lembaga yang lebih tinggi diatasnya. Paradigma yang terbangun harusnya ucapan trimakasih lembaga diatas kepada lembaga dibawahnya, karena telah membantu menyalurkan dana atau anggaran negara untuk segala keperluan biaya operasional unit-unit dibawahnya.

Justru yang terjadi sebaliknya, lembaga yang atas merasa jadi juragan pemegang dan pemilik uang, lembaga yang dibawah pengemis yang meminta minta, sehingga harus berterima kasih kepada lembaga diatas yang telah memberinya, dan ungkapan terimakasih itu tidak cukup hanya sekedar ucapan, tetapi lagi-lagi harus dengan sesajen. Ada istilah mancing uang dengan uang, sama dengan mancing ikan besar dengan ikan kecil. Padahal jelas-jelas uang negara yang diperoleh dari rakyat, tetapi karena filosfi pejabat adalah penguasa, maka siapa saja yang dapat amanah memegang uang merasa sebagai pemilik, dan siapa saja yang meminta posisinya sama seperti pengemis.

Lebih mengerikan lagi kalo itu terjadi dilembaga tinggi negara seperti DPR RI yang di sinyalir ada oknum anggotanya yang menjadi broker anggaran untuk kepala daerahnya. Sudah barang tentu angka sesajennya sangat besar, karena dihitung seperti broker memakai prosentase, jadi semakin besar anggaran yang berhasil ”diperjuangkan” maka semakin besar pula nilai komisinya. Na’uzubillahi min zaalik…

Ketika terjadi kunjungan tim audit dari lembaga pemeriksa keuangan kepada sebuah insatansi, bisa dipastikan instansi tersebut akan menyiapkan dana teknis, untuk menjamu tamunya dengan sangat istimewa, salah satu judulnya uang entertaint bahasa halus dari ungkapan sesajen juga, agar proses pemeriksaannya berjalan mulus. Apa lagi fihak lembaga tersebut menyadari ada kesalahan, maka sudah barang tentu akan menyiapkan tim nego, untuk membahas bagaimana caranya ”Memperbaiki Kesalahan” apapun namanya. Biasanya pula akan menyiapkan lebih dari sekedar entertain.

Kita bisa bayangkan kalo budaya model begini sudah berlangsung berpuluh-puluh tahun, dan sekian banyak orang sudah sangat asyik turut menikmatinya, menyebar dari pejabat sampai rakyat jelata,  seperti candu yang sudah masuk ke syaraf, daging, tulang, serta aliran darah. Maka untuk menghentikannya sama seperti seseorang yang juga ingin berhenti narkoba, atau berhenti merokok. Dilanjutakan makin berbahaya, tidak dilajutkan tidak kuat menahan sakau. Kita tidak hanya menghadapi sistem yang rusak, tetapi kita sedang berhadapan dengan sebuah budaya, paradigma, kebiasaan yang sudah berpuluh-tahun, maka paradigma yang kita bangun bukan hanya merubah sistem, tetapi bagaimana juga bisa merubah budaya, tentu saja pendekatannya sangat berbeda.

 

*       Penulis adalah :

  1. Ketua Umum Assyifa Al-Khoeriyyah Subang
  2. Pendiri PesantrenMa’rifatussalaam  Kalijati subang
  3. Pendiri, Trainer & Presenter di “Nasteco”
  4. Pendiri dan Trapis Islamic Healing Cantre
]]>
http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/melestarikan-budaya-sogok.htm/feed 0
Tahun Baru Hijriyah dan Tradisi Suro (Muharram) http://www.eramuslim.com/berita/analisa/tahun-baru-hijriyah-dan-tradisi-suro-muharram.htm http://www.eramuslim.com/berita/analisa/tahun-baru-hijriyah-dan-tradisi-suro-muharram.htm#comments Sat, 25 Oct 2014 00:47:18 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=86049 muharamOleh Hartono Ahmad Jaiz dan Hatede

Bulan Muharram adalah bulan awal tahun dalam penanggalan qamariyah (rembulan). Kumpulan dari 12 bulan qamariyah itu diawali dengan Muharram dan diakhiri dengan Dzuhijjah. Tahunnya disebut tahun Hijriyah. Penamaan tahun Hijriyah itu sejak zaman Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu.

Penanggalan qamariyah (rembulan) ini sangat erat hubungannya dengan ibadah dalam Islam, karena banyak ibadah yang berkaitan dengan tanggal qamariyah ini, seperti puasa selama bulan Ramadhan, Idul fithri pada 1 Syawal, Idul Adha 10 Dzulhijjah, hari tasyriq tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah, bulan-bulan Haji (Syawal, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah dengan puncaknya hari Arafah 9 Dzulhijjah), bulan-bulan  haram (bulan mulia, tidak boleh berperang): Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Semua ibadah yang dicontohkan ini ditentukan dalam Islam berkaitan dengan peredaran rembulan atau disebut syahrul qamariyah (bulan yang perhitungannya pakai rembulan). Adapun shalat lima waktu, maka ditentukan berkaitan dengan fajar, matahari, dan mega.

Perlu diketahui, penanggalan qamariyah itu di zaman jahiliyah pun sudah ada. Bahkan orang jahiliyah juga berhaji di Bulan Dzulhijjah. Hanya saja mereka membuat aturan yang jauh dari ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, hingga sebagian mereka thawafnya mengelilingi Ka’bah dengan telanjang.  Sebelum mereka berhaji, mereka beramai-ramai mendatangi lomba syair di pasar yang diadakan khusus menjelang musim haji. Yakni Dzulqa’dah hingga awal Dzulhijjah, setelah itu kemudian mereka ke Ka’bah. Dikenal ada 3 pasar: Ukadz (Okaz), Majinnah, dan Dzul Majaz. Para penyair jahiliyah berlomba syair di pasar itu, dan yang menang maka syairnya ditulis dengan tinta emas, dipasang di Ka’bah disebut al-mu’allaqat, yang digantungkan (di Ka’bah).

Ramainya Ka’bah yang didatangi orang dari mana saja inilah yang menjadikan dengki dan irinya Abrahah di Yaman. Maka dia membangun gedung Quailis untuk menyaingi Ka’bah, agar dihadiri banyak orang dari mana-mana. Namun gedung itu sebelum jadi sudah diberaki orang. Maka marahlah Abrahah, kemudian betandang mau mengamuk dan menghancurkan Ka’bah dengan tentara bergajah. Lalu Allah hancurkanlah Abrahah bersama tentaranya yang bergajah, yang diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Fiel. Tahun qamariyah saat itu disebut tahun gajah (al-fiel), tahun lahirnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bulan Rabi’ul Awwal tahun Al-Fiel (Gajah) tahun 571 Masehi. Jauh setelah itu, setelah Islam masuk ke Nusantara, lalu Rabi’ul Awwal di Jawa disebut Bulan Maulud (dilahirkan) yakni dilahirkannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jadi bulan qamariyah itu adanya bukan setelah datangnya Islam, tetapi sudah sejak sebelum Islam. Hingga dalam sejarahnya, kewajiban puasa Ramadhan itu mulai diwajibkan adalah pada tahun kedua Hijriyah. Artinya, sejak sebelumnya, nama bulannya sudah dinamai Ramadhan, baru pada tahun kedua Hijriyah lah mulai diwajibkan puasa Ramadhan. Maka para muballigh kini perlu hati-hati, jangan sampai pidato bahwa Ramadhan artinya membakar, yaitu membakar dosa. Yang sering dipidatokan orang seperti itu sebenarnya hanya otak atik gatuk (mengait-ngaitkan). Karena bulan Ramadhan itu sudah ada sejak zaman Jahiliyah bahkan mungkin sebelumnya. Walaupun artinya membakar, tetapi bukan dalil bahwa Ramadhan itu membakar dosa, karena nama Ramadhan itu sudah ada sebelum datangnya Islam. Kalau mau bicara soal dihapusnya dosa, ya harus merujuk dalil, di antaranya:

« مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ » . البخارى

Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala niscaya diampuni baginya dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR Al-Bukhari)

Bulan qamariyah itu berbeda dengan bulan Januari sampai Desember yang perhitungannya pakai matahari. Panjang tahunnya, beda 11-an hari antara tahun qamariyah dan tahun syamsiyah (matahari). Karena bulan qamariyah hanya 29 atau 30 hari, sedang bulan syamsiyah 30 atau 31 hari, sedang Februari 28 atau 29 hari. Tahun syamsiyah biasanya disebut tahun Masehi. Di sinilah di antara kasih sayang Allah Ta’ala yang perlu disyukuri. Dengan adanya ibadah dikaitkan dengan bulan qamariyah itu maka ibadah haji yang setiap tahun umat Islam berkumpul di Ka’bah Makkah tidak terpatok hanya satu musim, misalnya selalu musim haji itu pada musim panas. Tidak. Dengan perbedaan setiap tahun 11-an hari antara bulan qamariyah dan syamsiyah itu  maka musim panas, dingin dan sebagainya bergeser pula mengikuti bulan syamsiyah, hingga misalnya musim haji tahun ini musim panas, tahun berikutnya akan bergeser, dan selanjutnya.

Dengan masuknya Islam di Nusantara, kemudian penanggalan Qamariyah yang tahunnya disebut Hijriyah itu masuk pula ke Jawa. Sedang bulan Syamsiyah (Januari sampai Desember) tidak masuk ke penanggalan Jawa. Sehingga perhitungan tahun Jawa dihitung dengan penanggalan bulan qamariyah/ Arab Islam.

Yang jelas, penamaan bulannya mengikuti bulan qamariyah, hanya saja kadang berubah ucapannya (sesuai logat Jawa) dan kadang dikaitkan dengan apa yang dianggap sebagai peristiwa pada bulan itu.

Nama-nama Bulan Qamariyah ketika dijawakan jadi begini:

  1. Muharram –Suro/ Sura (mungkin karena ada puasa sunnah pada hari kesepuluh Muharram, hari ‘Asyura).
  2. Shafar –Sapar
  3. Rabi’ul Awwal- Mulud (mungkin karena ada muludan, maulidan, acara bikinan yang tidak ada tuntunannya dalam Islam).
  4. Rabi’uts Tasni/ Akhir- Bakda Mulud (setelah bulan Mulud).
  5. Jumadal Ula- Jumadil awal
  6. Jumadal Tsaniyah/ Akhir- Jumadil akhir
  7. Rajab-Rejeb
  8. Sya’ban- Ruwah (mungkin berkaitan dengan kepercayaan entah dari mana, dikaitkan dengan roh).
  9. Ramadhan- poso/pasa (puasa)
  10. Syawal-syawal
  11. Dzulqa’dah- Dulkaidah
  12. Dzulhijjah-Besar (mungkin dari lafal al-ahajjul akbaru, haji Besar).

Sebenarnya berkaitan dengan nama-nama bulan itu tidak ada ibadah/ritual apa-apa kecuali bila ada perintah dari Allah Ta’ala lewat rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pergantian bulan juga tidak ada ibadah khusus, kecuali bila ada dalil dari Qur’an dan sunnah. Sehingga, pergantian tahun pun tidak ada ibadah tertentu, dan ternyata memang tidak ada perintah dalam Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu, bila ada yang merayakan tahun baru qamariyah yakni Tahun Hijriyah, maka perlu ditanyakan, siapa yang menyuruhnya?

Yang berhak menyuruh hanyalah Allah Ta’ala. Dan kalau Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam menyuruh, berarti mendapat perintah dari Allah Ta’ala.

.

Kreasi berkaitan dengan hari, tanggal, bulan, dan tahun

Kreasi berkaitan dengan hari, tanggal, bulan, dan tahun ada juga di Jawa.

Setiap 8 tahun ada sebutan sendiri, namanya sewindu. Nama-nama tahun Jawa yakni: Alif, Ehe, Jim awal, Je, Dal, Be, Wawu, Jim Akhir. Dari tahun Alif sampai Jim Akhir itu 8 tahun, disebut sewindu.

Sedang untuk nama hari, sepekan hanya 5 hari disebut hari pasaran: Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi. Dari nama hari itu ada sindiran yang unik: Pahing kepesing, Pon ora kambon. Artinya: Pada Hari Pahing (mendapat rejeki atau keuntungan atau panenan yang banyak hingga) kepesing (terberak-berak), namun besuk harinya, Pon, sudah ora kambon, baunya pun sudah tidak mendapatkannya, sudah habis sama sekali. Itu sindiran untuk orang yang sangat boros.

Dengan adanya nama hari pasaran (sepekan lima hari) itu tadi, maka ada yang disebut selapan, 35 hari. Yaitu bertemunya lagi hari mingguan (Senin-Ahad) dengan hari pasaran (Pahing-Legi). Misalnya anak lahir Hari Kamis Kliwon, maka Kamis Kliwon berikutnya itu disebut selapan, 35 hari. Itu sangat mudah bagi dukun bayi, sang ibu bayi dan bapak bayi untuk mengingatnya. Kenapa, karena pada hari ke-35 (yang sudah diingat bahwa itu hari Kamis Kliwon) itu lalu dukun bayi memijat ibu bayi dengan pijatan khusus agar segera bergairah dalam melayani suami. Sang isteri pun sudah siap-siap, sedang suami pun demikian. Bahkan dukun bayi yang lihai, menawarkan apakah sang ibu bayi ingin dipijat khusus yang namanya walik (dibalik). Konon pijatan itu untuk membalik wadah bayi (rahim) agar dalam jangka sekian baru bisa hamil lagi. (Wah, jadi ngelantur, dan entah benar entah tidak, itu hanya pernah dengar promosi dari dukun bayi lho… maaf).

Kalau begitu, mari kita cari contoh yang lain saja. Dengan adanya apa yang disebut selapan (35 hari) itu, pembagian jadwal pengajian, khutbah dan sebagainya, pakai cara periode selapan itu cukup mudah. Misalnya Pak Modin khutbahnya di Masjid Kampung A tiap Jum’at Legi, maka khatib dan jamaah mudah hafal bahwa dia khutbahnya di sini tiap Jum’at Legi. Baru-baru ini saya diundang untuk menjelaskan tentang sesatnya Syiah di suatu daerah di Jawa. Pemimpinnya mengatakan, ini pengajian untuk para pimpinan Muhammadiyah setempat (sekecamatan) dalam bentuk pengajian lapanan (tiap 35 hari) yaitu tiap Jum’at Wage.

Ini artinya, nama hari Jum’at pakai Wage itu bukan milik Kejawen, tapi umum. Jadi ketika Muhammadiyah atau lembaga-lembaga Islam memakai hari pasaran Pahing Pon dsb itu, bukan berarti mereka itu mengikuti Kejawen. Demikian pula pasar-pasar di Jawa yang ramainya hari-hari tertentu, misalnya pasar A tiap Pahing ramai, Pasar B, hanya tiap Legi dan sebagainya, itu bukan karena mengikuti kejawen, tapi hari pasaran itu milik umum.

Celakanya, ketika hari-hari itu kemudian dikaitkan dengan perdukunan dan keyakinan-keyakinan batil, maka di situlah celakanya, karena kesesatannya lebih mengakar dan sulit diubah. Misalnya setiap Jum’at Kliwon, kuburan Anu di Surabaya didatangi berbondong-bondong orang dari mana-mana. Tahu-tahu ada da’i yang jauh-jauh dari Timur Tengah mau berdakwah di Masjid al-Akbar Surabaya beberapa tahun yang lalu, jamaahnya tidak banyak. Ketika ditanya-tanyakan kenapa bisa begitu? Ternyata jawab orang, karena sekarang Jum’at Kliwon. Apa hubungannya dengan Jum’at Kliwon? Karena orang-orang banyak yang sedang ke kuburan Anu… jadi banyak juga orang yang biasanya Jum’atan di sini, mereka ikut pula ke sana…

Demikianlah. Hari, tanggal, bulan, dan tahun ketika dipercayai dengan kepercayaan batil, maka kebatilan itu melekatnya lebih erat. Padahal, sebenarnya Islam ini sudah sempurna ajarannya, termasuk menyangkut hari, tanggal, dan bulan; seperti yang sudah dijelaskan tersebut di atas contoh-contohnya. Namun ketika manusia ini membuat-buat keyakinan sendiri tanpa merujuk dalil yang shahih, maka hari yang biasa-biasa saja pun dijadikan luar biasa, dengan aneka kaitannya. Bahkan sebagian desa ada yang punya pantangan, tiap hari tertentu misalnya Sabtu Legi tidak boleh ini dan itu. Bila berani melanggarnya, maka mereka mempercayai, akan kena bala’. Astaghfirullahal ‘adhiem, mereka membuat-buat kesialan sendiri tanpa dasar dalil yang jelas.

Demikian pula, hanya ada pergantian tahun saja lalu diadakan aneka macam ritual yang mengandung keyakinan yang bahkan mungkin berbahaya bagi keimanan. Inilah di antara contohnya.

Malam 1 Muharram atau 1 Suro

Tahun Baru Hijriyah, awal bulan Muharram. Bulan Muharram disebut bulan Suro dalam istilah Jawa. Kemungkinan istilah Suro diambil dari ‘Asyura (hari ke sepuluh). Di dalam ajaran Islam, memang disyariatkan menjalankan puasa ‘Asyura di bulan Muharram yaitu tanggal 10 Muharram, dan lebih baiknya dengan tanggal 9, agar menyelisihi Yahudi yang memperingati tanggal 10 Muharram itu karena mereka selamat dari Fir’aun. Di dalam Islam, tidak ada perayaan yang aneh-aneh, apalagi bermuatan syirik kepada Alah, bermuatan kemunkaran dan sebagainya.

Oleh sebagian orang, malam 1 Muharram atau malam 1 Suro diisi dengan berbagai kegiatan yang tidak dituntunkan oleh Islam, bahkan kemungkinan bisa menghancurkan keimanan. Misalnya, masyarakat Kaliurang Jogjakarta mengisi malam 1 Suro dengan menggelar kirab Topo Bisu, yaitu mengelilingi seluruh kawasan wisata di Kaliurang, tanpa bicara sedikit pun seraya mengucapkan doa (permohonan) di dalam hati. Peserta kirab, yang jumlahnya ratusan itu, berbusana Jawa lengkap dengan pernak-pernik khas Jawa.

Di Keraton Kasunanan Surakarta, pada malam 1 Suro tahun lalu, dirayakan dengan menggelar kirab pusaka dengan mengarak Kebo Kyiai Slamet. Kala itu, Keraton Surakarta  hanya mengarak empat ekor kebo bule Kyai Selamet, sebab sebagian kebo ngambek dan lainnya mengamuk. Akibat, kejadian ini, warga Solo menyimpulkan ngambeknya kebo tersebut pertanda akan terjadi sesuatu di tanah Jawa. (Ini kepercayaan tathayyur, menganggap suatu kejadian diyakini sebagai perlambang akan datangnya sial. Itu dilarang dalam Islam).

Masyarakat Jogjakarta, mengisi malam 1 Suro dengan melakukan tirakat Mubeng Beteng (memutari benteng) Keraton Yogyakarta sebanyak tujuh kali tanpa bicara. Itu merupakan salah satu tirakat, salah satu laku (amalan) yang dipercaya dapat menyingkirkan marabahaya yang akan menimpa Jogjakarta.

Bagi masyarakat Jogja yang memiliki benda pusaka (seperti keris, tombak, wesi aji, dan sejenisnya), pada saat itu mengkhususkan diri memandikan atau mencuci (njamasi) benda-benda pusaka tadi dengan air kembang setaman. Karena, mereka percaya benda-benda pusaka tadi memiliki kekuatan supranatural.

Di kawasan Parangtritis, Kabupaten Bantul, setiap malam satu Suro, sejumlah masyarakat memadati kawasan itu, khususnya di sekitar Puri Parangkusumo untuk memanjatkan doa (permohonan), entah kepada siapa. Puri Parangkusumo dipercaya sebagai tempat pertemuan asmara antara Panembahan Senopati (pendiri kerajaan Mataram Islam) dan Nyi Roro Kidul. Di tempat ini digelar ritual khusus bagi mereka yang percaya tentang masalah kejawen (ilmu kebatinan).

Malam 1 Suro bagi masyarakat Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, diisi dengan melakukan ritual sedekah di Gunung Merapi (Sedekah Merapi), berupa mempersembahkan kepala kerbau dan tujuh tumpeng nasi kepada leluhur Kyai/Nyai Singomerjoyo, Kyai/Nyai Simbarjaya, Nyai Gadung Melati (penunggu kawasan Pasar Bubrah) dan Kyai Petruk (penguasa seluruh Merapi).Tujuannya, agar Gunung Merapi tidak marah lagi dengan letusannya. Ritual ini dilengkapi pula dengan melantunkan shalawat dan memanjatkan doa berbahasa Arab (secara Islam?). Bersamaan dengan itu, kepala kerbau dan tujuh tumpeng nasi sebagai materi sedekah pun dibawa ke kawah Merapi dan dilabuh di sana. Meski ada lantunan shalawat dan doa berbahasa Arab, namun demikian tradisi ini tidak lepas dari dosa berbuat syirik (dosa paling besar) kepada Allah dan dosa berupa perbuatan tabzir.

Berebut Air Jamasan

Setiap malam 1 Suro di Pendopo Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah, dilakukan ritual memandikan (mencuci) pusaka milik Pura Mangkunegaran. Pusaka itu berwujud Tombak dan Joli (sebuah rumah-rumahan kecil berisi pakaian milik Mangkunagoro I atau Raden Mas Said), yang dipanggul empat orang prajurit Mangkunegaran.

Pusaka tersebut dibawa dengan cara dikirabkan (semacam pawai) mengelilingi Pura Mangkunegaran dengan ikuti para kerabat Mangkunegaran, abdi dalem dan masyarakat lainnya, sambil menerapkan “laku bisu” (sama sekali tidak bicara), sebagai wujud keprihatinan terhadap kondisi negara saat ini. Tujuannya, untuk mendapatkan keselamatan sekaligus dalam rangka tolak bala’.

Bersamaan dengan itu, sejumlah abdi dalem menyebarkan bungkusan nasi kepada ribuan orang yang mengikuti ritual tersebut. Mereka saling berebutan, karena diyakini siapa saja yang mendapatkan bungkusan nasi tersebut akan mendapatkan banyak berkah dan diberi kemurahan rezeki.

Benda pusaka tadi dicuci atau dimandikan atau dijamas dengan air bercampur bunga. Air sisa mencuci benda pusaka tadi, atau biasa disebut air jamasan, diperebutkan oleh ribuan warga masyarakat yang percaya bahwa air dan bunga sisa jamasan tadi dapat membawa berkah.

Ritual tersebut berlangsung pada 28 Desember 2008 (malam 1 Suro), sekitar pukul 19:00 waktu setempat.

Rebutan air jamasan juga terjadi di Jogjakarta. Menurut pemberitaan detknews edisi Jumat, 02/01/2009 13:27 WIB, ratusan warga berebutan air sisa jamasan (pencucian) kereta pusaka Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat. Berbeda dengan di Solo yang ritual mencuci benda pusakanya berlangsung pada malam 1 Suro, di Jogja ritual mencuci benda pusaka berlangsung pada hari Jumat tanggal 2 Januari 2009, bertepatan dengan tanggal 5 Suro (hari pasaran Jumat Kliwon) tahun 1942 berdasarkan penanggalan Jawa.

Benda pusaka (kereta pusaka Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat) yang dijamas adalah keretautama yang diberi nama Kanjeng Nyai Jimat, dan satu buah kereta pengiringnya. Pada masanya, kereta utama buatan Belanda pada pertengahan abad 18 tersebut, boleh jadi merupakan barang mewah. Kalau dikiaskan dengan masa sekarang, barangkali setara dengan mobil mewah Jaguar, Mercedes Benz atau Volvo. Barang mewah itu merupakan hadiah dari Gubernur Jenderal Belanda di Batavia (Jacob Mossel) kepada Sri Sultan Hamengku Buwono I sampai Sri Sultan Hamengku Buwono IV. Maksudnya, untuk dijadikan kendaraan utama para sultan tersebut.

Kalau saja saat itu sudah ada KPK, mungkin Sri Sultan sudah diseret KPK karena menerima hadiah barang mewah, dari penjajah pula. Hadiah yang diberikan penjajah tentu bukan tanpa maksud. Pasti ada tujuan-tujuan berupa mengekalkan kolonialisme di Nusantara. Siapapun yang menerima hadiah dari penjajah untuk mengekalkan kolonialisasi di daerah jajahannya, layak disebut sebagai pengkhianat.

Seandainya Jacob Mossel masih hidup dan melihat barang mewah yang dihadiahkannya kepada Sultan masih terawat, mungkin ia akan merasa senang. Tetapi, ketika ia melihat benda itu diperlakukan sebagai benda bertuah, bahkan air cuciannya diperebutkan banyak orang, mungkin ia akan tertawa terkekeh-kekeh melihat betapa bodohnya bangsa koeli van Jogja ini.

Boleh jadi Jacob Mossel juga akan terheran-heran dan bertanya-tanya, apakah tidak ada orang berpendidikan di nusantara ini, sehingga perilaku bodoh yang merendahkan martabat bangsa terus berlangsung tanpa ada yang memberi pencerahan sama sekali?

Kenyataannya, perilaku bodoh yang merendahkan martabat bangsa, bahkan menghancurkan keimanan itu justru diagung-agungkan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang luhur dan harus dilestarikan. Padahal, bangsa lain sudah mampu menciptakan pesawat terbang,  berbagai jenis mobil, dan mampu membangun budaya disiplin yang tinggi, eh…, bangsa kita boro-boro bikin mobil, disuruh sabar mengantre saja tidak bisa, disuruh tertib berkendaraan saja tidak bisa, bahkan air jamasan (bekas cucian) kereta kuda  saja diperebutkan, dan dijadikan objek wisata, dibiayai pula oleh pemerintah.

Ramai-ramai mengusung kemusyrikan

Kalau sudah seperti itu maka berbagai elemen, dari penguasa, seniman, budayawan, pelaku adat, dan pengelola media massa secara beramai-ramai mengusung kemusyrikan, kemaksiatan, dan kemunkaran yang merusak iman, atas nama adat, tradisi, dan budaya. Pada dasarnya mereka kalau mengaku beragama Islam (dan itu memang mayoritas, karena penduduk Indonesia ini mayoritas Muslim, termasuk pejabatnya pula) maka mereka jelas-jelas mlenteti (tidak mentaati sambil masih pula bernada meremehkan) Allah Ta’ala, yang telah memberikan segalanya: hingga mereka bisa hidup, bahkan punya jabatan, berpangkat, bisa jalan-jalan ke sana sini, tertawa-tawa dan sebagainya; namun Allah Ta’ala yang Maha Pemurah itu bukan dibalas dengan rasa syukur, justru diplenteti.

Mana buktinya?

Buktinya, mereka telah melanggar aturan Allah Ta’ala. Allah Ta’ala menyuruh manusia ini untuk bertolong menolong dalam kebaikan dan taqwa. Sebaliknya, melarang bertolong menolong dalam dosa dan pelanggaran.

 وَتَعاَوَنُوْا عَلىَ الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُوْا عَلىَ اْلاِثْمِ واَلْعُدْوَانِ وَاتَّقُوْا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيْدُ اْلِعقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS Al-Maaidah: 2).

Di kala manusia tolong menolong dalam keburukan, maka telah dikecam oleh Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an:

اْلمُنَافِقُوْنَ وَاْلمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُوْنَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ اْلمَعْرُوْفِ وَيَقْبِضُوْنَ أَيْدَيْهِمْ نَسُوْا  الله فَنَسِيَهُمْ إِنَّ اْلمُنَافِقِيْنَ هُمُ اْلفَاسِقُوْنَ

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[berlaku kikir]. mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. (QS At-Taubah/ 9: 67).

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/analisa/tahun-baru-hijriyah-dan-tradisi-suro-muharram.htm/feed 0
Resensi Buku : Kitab Fenomenal , Ihya Ulumuddin Imam Al Ghazali – Lengkap http://www.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-kitab-fenomenal-ihya-ulumuddin-imam-al-ghazali-lengkap.htm http://www.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-kitab-fenomenal-ihya-ulumuddin-imam-al-ghazali-lengkap.htm#comments Fri, 24 Oct 2014 12:30:19 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=85346 alghazaliImam al-Ghazali, sebuah nama yang tidak asing di telinga kaum muslimin. Ulama yang bernama lengkap Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad ath-Thusi Abu Hamid al-Ghazali ini dikenal sebagai seorang ulama besar dalam sejarah Islam. Ulama yang dikenal dengan  gelar hujjatul islam ini banyak hafal hadis Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Keluasan ilmunya, kedalaman analisanya, dan kejernihan hatinya menyebabkannya dikenal sebagai penulis yang luar biasa. Bukan semata karena jumlahnya yang banyak, tetapi pembahasannya pun sangat beragam dan dalam. Banyak dari karangannya yang menjadi buku Islam populer di seluruh dunia. Bahkan sampai saat ini. Sehingga wajar bila pengaruh al-Ghazali menyebar ke seantero dunia Islam.

Dalam masalah fikih, ulama yang dikenal sebagai seorang yang bermazhab Syafi’i ini telah menulis banyak buku, antaranya al-Wasith, al-Basith, dan al-Wajiz. Kitab al-Wajiz termasuk buku induk dalam mazhab Syafi’i. Kitab ini banyak mendapatkan perhatian khusus dari para ulama Syafi’iyah.

Dalam bidang tasawuf, salah satu karya imam al-Ghazali, Ihya Ulumuddin , menjadi buku Islam populer yang banyak diterjemahkan dan diterbitkan di seluruh dunia. Dalam kitabnya tersebut, Imam al-Ghazali membahas hampir semua tema agama Islam. Di awali dengan pembahasan tentang ilmu dan iman (aqidah). Kemudian, al-Ghazali melanjutkan pembahasan seputar ibadah. Lalu berlanjut ke adab keseharian, berikutnya ada pembahasan seputar akhlak, baik akhlak mulia maupun akhlak tercela, dan, di akhir ada pembahasan seputar kehidupan di akhirat.

Buku ini layak menjadi bahan keilmuan saudara seiman, insyaAllah

Judul Buku   : Ihya Ulumuddin, Set Lengkap 9 Jilid

Karya             : Imam Al Ghazali

Harga            : Rp 1.000.000,- (Belum termasuk ongkos kirim)

Untuk pemesanan hubungi atau sms/email dengan dituliskan nama, alamat dan jumlah pemesanan ke: 085811922988 email : marketing@eramuslim.com

]]>
http://www.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-kitab-fenomenal-ihya-ulumuddin-imam-al-ghazali-lengkap.htm/feed 0
Transparency International : Turki Dan Israel Masuk Dalam Negara Dengan Tingkat Korupsi Tinggi http://www.eramuslim.com/berita/transparency-international-turki-dan-israel-masuk-dalam-negara-dengan-tingkat-korupsi-tinggi.htm http://www.eramuslim.com/berita/transparency-international-turki-dan-israel-masuk-dalam-negara-dengan-tingkat-korupsi-tinggi.htm#comments Fri, 24 Oct 2014 10:35:41 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=86027 transparasi internasionalLembaga Transparency International dalam laporan terbaru yang diterbitkan hari Kamis (23/10) kemarin menyebut Israel dan Turki masuk kedalam catatan buruk dalam mencegah suap di lingkungna pemerintah.

Dalam laporan terbarunya, Transparency International menyebut negara Israel, Turki, Rusia, Spanyol, Belanda, Belgia, Meksiko, Brazil, Jepang, Korea Selatan, Irlandia, Polandia, Denmark, Republik Ceko, Luksemburg dan Chili masuk kedalam rapor merah tersebut.

Tercatat sebagian besar dari 41 negara di dunia yang ikut menandatangani konvensi untuk memerangi suap masuk kedalam catatan buruk Transparency International.

Sedangkan Amerika, Inggris, Jerman dan Swedia menjadi negara yang mengalami banyak kemajuan dalam memerangi penyuapan. (Dostor/Ram)

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/transparency-international-turki-dan-israel-masuk-dalam-negara-dengan-tingkat-korupsi-tinggi.htm/feed 0
45% Warga Yahudi Inginkan PM Benjamin Netanyahu Turun Dari Kursi Jabatannya http://www.eramuslim.com/berita/45-warga-yahudi-inginkan-pm-benjamin-netanyahu-turun-dari-kursi-jabatannya.htm http://www.eramuslim.com/berita/45-warga-yahudi-inginkan-pm-benjamin-netanyahu-turun-dari-kursi-jabatannya.htm#comments Fri, 24 Oct 2014 09:59:43 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=86029 Israeli Prime Minister Netanyahu Meets With California Gov. Jerry Brown In San FranciscoHasil jajak pendapat yang baru dilakukan oleh Channel 10 Israel menunjukan sekitar 45% warga Yahudi menginginkan PM Benjamin Netanyahu untuk melanjutkan pemerintahan Israel.

Dalam jajak pendapat yang diselenggarakan di bawah naungan Profesor Camil Fuchs dalam beberapa hari terakhir menunjukan tingkat ketidak percayaan publik Yahudi terhadap kepemimpinan PM Benjamin Netanyahu semakin meningkat.

Akan tetapi menurut jajak tersebut menyatakan bahwa jika pemilu dilakukan hari maka Parta Likud yang berada dibawah kepemimpinan PM Benjamin Netanyahu mendapatkan 22 kursi, disusul dengan Partai Home Yahudi dengan 17 kursi, dan Partai Buruh sebanyak 12 kursi. (Dostor/Ram)

]]>
http://www.eramuslim.com/berita/45-warga-yahudi-inginkan-pm-benjamin-netanyahu-turun-dari-kursi-jabatannya.htm/feed 0