Eramuslim http://www3.eramuslim.com Media Islam Rujukan Sun, 20 Apr 2014 12:30:56 +0000 id-ID hourly 1 http://www3.eramuslim.com/ Penghianatan Terbesar adalah Penghianatan Seorang Pemimpin http://www3.eramuslim.com/aqidah/penghianatan-terbesar-adalah-penghianatan-seorang-pemimpin.htm http://www3.eramuslim.com/aqidah/penghianatan-terbesar-adalah-penghianatan-seorang-pemimpin.htm#comments Sun, 20 Apr 2014 12:30:56 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=56697 pemimpinKota Madinah menjelang Ashar. Langit cerah. Orang-orang bergegas menuju ke masjid. Ingin bertemu dengan Baginda Rasulullah Shallahu alaihi wa salam. Mereka para sahabat Anshar dan Muhajirin, yang senantiasa setia bersamanya. Di waktu suka dan duka. Mereka dalam satu ikatan aqidah Islam, yang menjadi tali ‘buhul’, yang kuat bagi kehidupan mereka bersama. Para sahabat Anshar dan Muhajirin, senantiasa berpaut dalam ikatan ukhuwah, dan saling mencintai, atau ruhul mahabbah.

Usai shalat Ashar Rasulullah Shallahu alaihi wa salam menyampaikan khotbahnya, “Amma ba’du. Sesungguhnya dunia itu indah dan manis. Allah menjadikan kalian khalifah di sana untuk melihat apa yang kalian perbuat. Waspadalah terhadap dunia dan waspadalah terhadap wanita,karena fitnah pertama Bani Israel berawal dari wanita. Ketahuilah, Bani Adam diciptakan dengan bertingkat-tingkat. Ada yang dilahirkan sebagai mukmin,hidup sebagai mukmin, dan mati sebagai mukmin. Ada pula yang lahir sebagai kafir, dan hidup sebagai kafir, dan mati sebagai kafir. Ada yang dilahirkan sebagai mukmin, dan hidup sebagai mukmin, dan mati sebagai kafir. Tapi, ada orang yang dilahirkan kafir, dan hidup sebagai kafir, dan mati sebagai mukmin.”

Maka, kehidupan manusia itu sangatlah relative, tergantung manusia, bagaimana dalam menghadapi proses kehidupan ini. Jika seseorang selalu menjaga hubungannya dengan Allah Azza Wa Jalla, melalui cara-cara yang sudah disyariatkan, maka niscaya ia akan mengakhiri kehidupannya sebagai seorang mukmin. Tapi, betapa banyaknya manusia yang lahir sebagai mukmin, dan hidup sebagai mukmin, tapi ketika mati menjadi kafir. Karena, ia diakhir hidupnya meninggalkan syariat, ketentuan-ketentuan yang telah diberikan oleh Allah Azza Wa Jalla.

Rasulullah Shallahu alaihi wa salam, kemudian menyampaikan kepada kaum mukminin, yang berkumpul dihadapannya :

“Ketahuilah amarah adalah bara api yang dinyalakan di dalam dada anak Adam. Tidaklah kalian melihat matanya yang merah, dan urat-uratnya yang melembung? Jika, ada diantara kalian yang mengalaminya, hendaknya ia melihat ke tanah. Seorang lelaki yang baik adalah yang lambat marah dan cepat ridha, jika ia marah.

Seorang lelaki yang jelek adalah yang cepat marah dan lambat ridhanya, jika marah. Apabila, seseorang itu lambat marah dan lambat kembali sadar, atau cepat marah dan cepat sadar, maka kedua sifat itu sebanding”, ujar Rasulullah.

Kemudian, Rasulullah Shallahu alaihi wa salam melanjutkan khotbahnya : “Ketahuilah, setiap pengkhianat akan memiliki bendera pada hari Kiamat sebesar pengkhianatannya. Ketahuilah, pengkhiantan terbesar adalah pengkhianatan seorang pemimpin. Hendaknya ketakutan kepada manusia tidak menghalangi seseorang untuk mengungkapkan kebenaran, jika ia mengatahuinya.

Ketahuilah, jihad yang paling utama adalah mengungkapkan kebenaran dihadapan seorang penguasa yang zalim”. Rasulullah Shallahu alaihi wa salam terus berkhotbah,hingga matahari hanya tinggal berwarna kemerahan diujung dahan kurma.

Beliau bersabda : “Ketahuilah bahwa masa dunia yang tersisa dibanding yang telah lewat adalah seperti hari kalian yang tersisa ini dibanding keseluruhan waktu yang lewat”. (HR. Ahmad,Tirmidzi, dan Hakim).

Rasulullah Shllahu alaihi wa salam menyinggung salah satunya adalah mengenai bahaya dunia. Beliau menjelaskan bahwa rasa dan rupa dunia adalah manis. Lalu, Beliau memperingatkan kita akan bahaya dan godaan dunia. Beliau bersabda : “Maka, waspadalah terhadap dunia”. Karena dunia membawa bencana, apabila datang dan menjadikan tubuh kurus bila pergi.

Seorang penyair mengungkapkan : “Inilah dunia. Ia berkata dengan lantang : “Hati-hati. Waspadalah terhadap cengkeraman dan pembunuhanku. Janganlah kalian terkecoh dengan senyumku, karena ucapanku menjadikan kalian tertawa, tetapi tindakanku menjadikan kalian menangis”.Lalu, Rasulullah menutup khotbahnya dengan bersabda : “Ketahuilah, masa dunia yang tersisa …..”   Dengan kalimat itu, Beliau ingin mengingatkan kita bahwa dunia, seperti digambarkan oleh Allah Swt, dalam all-Qur’an : “.. Permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnya kuning, kemudian menjadi hancur ..” (al-Hadid : 20).

“Duniamu tidak lain seperti sebuah tempat berteduh yang menaungimu, lalu menyuruhmu pergi”, ujar seorang penyair. Marilah menarik pelajaran dari ini semua. Jangan kita termasuk orang-orang yang menganggap dunia merupakan jembatan penyeberangan menuju akhirat, atau sawah ladang tempat bercocok tanam, yang menjadi bekal akhirat. Karena, tak semua orang memahami tentang kehidudpan dunia ini.

Banyak diantara mereka yang tergelincir, dan kemudian menjadi budak dunia.Mereka orang-orang yang lalai, dan merasa mulia dengan kehidupan dunia, serta menikmati berbagai aksesoris yang megah, dan palsu. Berupa benda, jabatan, wanita, dan segala bentuk atribut lainnya, yang tak berarti apa-apa.

Padahal, mereka ketika sudah menghadap Allah Azza Wa Jalla, menjadi orang paling hina nestapa, tak memiliki kemuliaan apapun. Wajah hitam hangus. Akibat panasnya api neraka. Wallahu ‘alam. (Mh)

]]>
http://www3.eramuslim.com/aqidah/penghianatan-terbesar-adalah-penghianatan-seorang-pemimpin.htm/feed 0
Resensi Buku : Fathul Majid, Penjelasan Lengkap Kitab Tauhid http://www3.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-fathul-majid-penjelasan-lengkap-kitab-tauhid.htm http://www3.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-fathul-majid-penjelasan-lengkap-kitab-tauhid.htm#comments Sun, 20 Apr 2014 09:05:25 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=74659 majidPerjalanan dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, yang menulis matan kitab ini, penting untuk dicermati, karena beliau muncul dan berdakwah di tengah masyarakat yang sangat akrab dengan pengagungan terhadap kuburan, bid’ah, dan khurafat. Kondisi masyarakat yang beliau hadapi mirip dengan kondisi masyarat tanah air di sebagian wilayah. Karena itu, buku kita ini menjadi sangat penting, karena ditulis oleh seorang ulama yang menghadapi langsung segala rintangan dan penolakan dari banyak kalangan, sehingga buku ini benar-benar rujukan primer dan utama dalam masalah tauhid yang ditulis berdasarkan al-Qur`an dan as-Sunnah yang didorong oleh kondisi riil yang dihadapi penulisnya.

Sebagaimana yang telah disinggung , bahwa penegakan tauhid tidak akan berguna tanpa disertai dengan perang dan penolakan terhadap syirik. Itulah sebabnya para ulama mengatakan bahwa Agama Islam tegak di atas dua pondasi utama: pertama, mentauhid-kan Allah, mendakwahkan tauhid dan loyal kepada para penganutnya, dan kedua, Memerangi Syirik dan memusuhi serta anti terhadap para penganutnya.

Itulah sebabnya kalimat tauhid yang dititahkan kepada semua para rasul yang pernah diutus Allah, adalah La Ilaha Illallah (tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah). Pernyataan, Tidak ada tuhan yang berhak disembah adalah penolakan terhadap penuhaan segala apa saja selain Allah, dan pernyataan kecuali Allah adalah ikrar bahwa hanya Allah yang berhak dituhankan dan disembah dengan segala bentuk penyembahan dan penuhanan. Maka tidak ada gunanya seseorang atau suatu kaum mengikrarkan bahwa tidak ada tuhan selain Allah kalau masih melakukan praktik-praktik syirik dan membiarkan syirik tanpa pengingkaran bahkan loyal kepada para palaku syirik.

Inilah yang diungkapkan oleh al-Qur`an secara tegas dan jelas dalam banyak ayat. Perhatikan Firman Allah Ta’ala dalam Surat an-Nisa`: 36,

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu pun.”

Perintahnya tidak hanya sembahlah Allah tetapi disertai dengan jangan mempersekutukanNya dengan sesuatupun. Dan yang seperti ini banyak sekali dalam al-Qur`an dan as-Sunnah yang shahih.

Dalam buku  ini kedua sisi ini dibahas secara mendasar dan menyeluruh. Dan mudah-mudahan ulasan berikut ini dapat menjelaskan pentingnya buku ini sehingga Anda terpacu untuk mengkajinya.

Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur`an,

{كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيِّيْنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ}.

Mulanya manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan itu.

Pada mulanya umat manusia itu adalah umat yang satu dalam tauhid, mereka adalah satu umat yang tegak di atas Syari’at Allah dan kebenaran. Begitulah tafsir yang ma`tsur dan shahih dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma. Dan dalam riwayat Shahih disebutkan bahwa itu berlangsung selama sepuluh generasi. Kemudian menjelang diutusnya Nabi Nuh Alaihissalam sebagai rasul yang pertama, tercatalah ada lima orang ulama nan shalih yang menjadi panutan umat kala itu, wafat seorang demi seorang, sebagaimana yang disebutkan Allah dalam Surat Nuh. Para pengikut mereka tentu sangat merasa kehilangan dengan kepergian mereka, karena merekalah yang selama itu menjadi teladan mereka dalam beribadah kepada Allah. Dalam situasi itulah, muncul setan kepada mereka dan membisikkan agar mereka membuat semacam arca atau patung untuk lima orang shalih tersebut agar mengingatkan mereka bagaimana hebatnya keshalihan mereka sehingga mereka tetap bersemangat mengikuti jejak orang-orang shalih itu sekalipun mereka telah wafat.

Patung-patung mereka pun kemudian dibuat dan diletakkan pada majlis-majlis tempat mereka biasa menyampaikan pengajaran. Dan kala itu patung-patung tersebut, belum disembah. Ketika generasi yang membuat patung telah meninggal dunia satu demi satu, lalu datanglah generasi baru yang tidak mengetahui tujuan dibuatnya patung-patung orang-orang shalih tersebut, datanglah setan dan membisikkan kepada mereka bahwa generasi terdahulu menyembah mereka, maka patung-patung itupun mulai disembah. Inilah syirik pertama dalam sejarah yang dilakukan anak cucu Nabi Adam alaihissalam. Dan pada kaum itulah Nabi Nuh alaihissalam diutus Allah subhanahu wata’ala. Maka makna ayat di atas adalah lebih kurang sebagai berikut:
Pada mulanya manusia itu adalah satu di atas tauhid. Mereka semua bertauhid dan berpegang pada Syariat yang haq. Kemudian muncullah syirik sehingga terjadilah perselisihan, ada yang tetap teguh bertauhid ada yang terjerumus dalam syirik. Maka Allah mengutus para nabi sebagai rasul-rasul Allah alaihimussalam, demi untuk menyampaikan kabar gembira dengan surga bagi yang teguh bertauhid dan memperingatkan dengan neraka bagi yang melakukan syirik, dan bersama para rasul tersebut, Allah menurunkan kitab suci sebagai pemutus perselisihan yang terjadi tersebut.

Maka syirik yang dilakukan oleh kaum Nabi Nuh alaihissalam sama persis dengan syirik yang dilakukan kaum Quraisy di mana Nabi kita, Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, diutus oleh Allah kepada mereka. Orang-orang musyrik itu, semuanya, sama dalam prinsip kesyirikan mereka, yaitu bahwa mereka tidak berkeyakinan ada tuhan-tuhan lain yang menciptakan alam ini dan dapat memberikan mereka apa yang mereka minta. Tetapi mereka hanya menjadikan patung dan berhala tersebut, hanya sebagai semacam arca yang melambangkan sosok di baliknya, yang menjadi perantara antara mereka dengan Allah. Inilah hakikat syirik kaum Nabi Nuh dan ini pula syirik yang dilakukan oleh kaum Jahiliyah Quraisy.

Dan tipu daya dan fitnah paling besar yang diciptakan setan adalah pengagungan terhadap kuburan orang-orang shalih sebagai pengganti pengagungan kepada patung orang shalih. Dan inilah yang sampai sekarang masih mengotori dunia Islam.

Inilah hakikat perseteruan yang paling pokok antara kebenaran dan kebatilan hingga Hari Kiamat. Dan Allah telah mengingatkan orang-orang yang mendustakan seruan para rasul Allah dengan FirmanNya,

{وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ أُمَّةٍ رَسُوْلًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ فَسِيْرُوْا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ}.

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu’, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (An-Nahl: 36).

Ingin memiliki , silahkan hubungi no kontak di bawah ini :

• Judul Buku : Fathul Majid Penjelasan Lengkap Kitab Tauhid
• Penulis : Al Allamah Abdurrahman bin Hasan Alu Asy Syaikh
• Tebal : 1360 Halaman
• Harga : Rp.170.000,- (Belum termasuk ongkos kirim)

Untuk pemesanan hubungi atau sms/email dengan dituliskan nama, alamat dan jumlah pemesanan ke: 085811922988 email : marketing@eramuslim.com

 

]]>
http://www3.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-fathul-majid-penjelasan-lengkap-kitab-tauhid.htm/feed 0
Inilah Kabar Rasulullah Tentang Zaman Kini : Kekuasaan Orang-orang Bodoh dan Zalim http://www3.eramuslim.com/hadits/inilah-sabda-rasulullah-yang-gambarkan-zaman-ini-kekuasaan-orang-orang-bodoh-dan-zalim.htm http://www3.eramuslim.com/hadits/inilah-sabda-rasulullah-yang-gambarkan-zaman-ini-kekuasaan-orang-orang-bodoh-dan-zalim.htm#comments Sun, 20 Apr 2014 09:00:05 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=59012             turki demo2Pada akhir zaman nanti, akan dijumpai kekuasaan orang-orang bodoh dan zalim. Mereka mempunyai banyak penolong dalam kezaliman mereka, bahkan mencambuk manusia dan menghinakan mereka. Rasulullah SAW telah mnegumpamakan cambuk-cambuk tersebut dengan ekor sapi serta memperingatkan mereka dengan neraka dan azab Allah SWT.

Dari Abu Umamah r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Pada akhir zaman, akan ada orang yang membawa cambuk seperti ekor sapi. Mereka pergi pada pagi hari dalam kemurkaan Allah dan kembali pada sore hari dalam kemarahan Allah.” (HR. Al- Albaniy)

Dari Abu Hurairah r.a bahwa ia mendengar Raulullah SAW bersabda, “Jika engkau diberi kesempatan yang panjang, engkau akan melihat suatu kaum yang pergi pada pagi hari dalam kemurkaan Allah dan kembali pada sore hari dalam kemarahan Allah. Di tangan mereka ada semisal (cambuk) ekor sapi.” (HR. Ahmad)

Dari Abu Hurairah r.a bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua golongan ahli neraka yang belum pernah kulihat sebelumnya, yaitu suatu kaum yang bersamanya cambuk seperti ekor sapi, yang dipukul untuk memukul manusia, dan para wanita yang berpakaian, tetapi telanjang, berjalan lenggak-lenggok, dan kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga, bahkan tidak akan mencium baunya. Padahal,baunya dapat tercium dari perjalanan (jarak) sekian dan sekian.” (HR Muslim)

            Sebagai dari tanda itu telah terjadi dalam sejarah Islam dan akan muncul lebih hebat lagi sebelum terjadinya kiamat, yaitu ketika ilmu dicabut dan muncul kebodohan sehingga Islam tidak tersisa lagi, kecuali nama dan tulisannya saja.

Turunnya bencana alam dan siksaan berat dari pemimpin yang Zalim

Rasulullah SAW memberitahukan bahwa di akhir zaman nanti sebelum munculnya Al-Mahdi, umat akan ditimpa musibah besar, seperti cobaan dan siksaan berat yang dilakukan oleh para pemimpin dan hakim yang zalim. Mereka mempersempit ruang gerak orang beriman sehingga seseorang akan berharap dapat menempati seperti tempat saudaranya yang sudah meninggal agar terbebas dari cobaan, siksaan, kejahatan, dan kezaliman para pemimpin tersebut. Kondisi itu akan terus berlangsung hingga munculnya Al-Mahdi untuk menghukum mereka. Ia memenuhi bumi ini dengan kabaikan dan keadilan, sebagaimana sebelumnya bumi ini telah dipenuhi dengan kezaliman dan pembunuhan.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Akan turun kepada umatku di akhir zaman nanti cobaan yang dahsyat  dari pemimpin mereka. Belum pernah terdengar cobaan yang lebih dahsyat darinya sehingga bumi yang luas itu terasa sempit bagi mereka karena bumi dipenuhi dengan kejahatan dan kezaliman. Seorang mukmin tidak mendapatkan tempat berpindah dari kezaliman itu. Kemudian, Allah Azza wa Jalla mengutus seseorang dari keturunanku. Dia akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi dipenuhi dengan kejahatan dan kezaliman. Penduduk bumi dan langit ridha dengannya, dan bumi tidak menyimpan sesuatu pun dari bijinya, kecuali mengeluarkannya.  Begitu juga dengan langit, kecuali Allah menuangkannya ke bumi. Ia hidup di tengah-tengah mereka selama tujuh, delapan, atau sembilan tahun agar semua yang hidup dan mati menikmati apa yang tellah diperbuat Allah Azza wa Jalla terhada penduduk bumi dari kebaikan-Nya.”(HR Hakim)

Kondisi ini merupakan rangkaian dari bencana sebelumnya. Kezaliman mengakibatkan kondisi seperti ini. Begitu juga dengan berbagai fitnah, kejahatan, kezaliman pemimpin terhadap rakyatnya, dan sedikit rezeki serta kebajikan. Semua itu mengakibatkan kebimbangan manusia antara beriman dengan kufur.

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi hingga seseorang yang melewati kuburan dan mengatakan, seandainya aku dapat menempati tempatnya.”(HR Asy-Syaikhoni)

Mahir Ash Shufiy

]]>
http://www3.eramuslim.com/hadits/inilah-sabda-rasulullah-yang-gambarkan-zaman-ini-kekuasaan-orang-orang-bodoh-dan-zalim.htm/feed 0
Kedekatan Al Sisi Dengan Paus Koptik Mesir http://www3.eramuslim.com/berita/dunia-islam/kedekatan-al-sisi-dengan-paus-koptik-mesir.htm http://www3.eramuslim.com/berita/dunia-islam/kedekatan-al-sisi-dengan-paus-koptik-mesir.htm#comments Sun, 20 Apr 2014 08:21:24 +0000 http://www3.eramuslim.com/?p=75488 EGYPT-POLITICS-RELIGION-COPTIC-SISIKandidat presiden Mesir, As Sisi mendekat erat dengan Paus Koptik Ortodoks pada hari Sabtu menjelang perayaan Paskah , Al Sisi membuat penampilan publik pertamanya sejak ia secara resmi calonkan diri untuk kursi kepresidenan .

Paus Tawadros II adalah pendukung lama  Abdel – Fattah al – Sisi , jenderal yang  mengkudeta  presiden pertama negara itu yang terpilih secara demokratis musim panas lalu setelah gelombang protes massa .

Paus Tawadros sangat mendukung kudeta  militer atas  Mohammed Mursi , dan Paus Tawadros juga muncul bersama Sisi dengan para politisi sekuler setelah penggulingan Mursi.

Kunjungan Sisi ke Katedral St Mark merupakan penghargaan untuk warga  Kristen , sekitar 10 persen dari penduduk Mesir .

Menurut pernyataan  Sisi kepada Paus Tawadros, menyatakan bahwa  penganut  Kristen dan Muslim akan tetap bersatu di Mesir . (Arby/Dz)

]]>
http://www3.eramuslim.com/berita/dunia-islam/kedekatan-al-sisi-dengan-paus-koptik-mesir.htm/feed 0
Serangan Front Nusra Paksa Milisi ISIS Tinggalkan Deir al- Zour, Suriah http://www3.eramuslim.com/berita/serangan-front-nusra-paksa-milisi-isis-tinggalkan-deir-al-zour-suriah.htm http://www3.eramuslim.com/berita/serangan-front-nusra-paksa-milisi-isis-tinggalkan-deir-al-zour-suriah.htm#comments Sun, 20 Apr 2014 08:05:54 +0000 http://www3.eramuslim.com/?p=75485 Fighters from Islamic State in Iraq and the Levant hold their weapons as they stand on confiscated cigarettes before setting them on fire in the city of RaqqaBeberapa suku di provinsi Suriah timur , Deir al- Zour  mulai merekrut ratusan pejuang untuk  pertempuran dengan , milisi  jihadis  Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS ) , dilaporkan pada hari Sabtu .

Warga di pedesaan utara Deir al- Zour mengeluarkan pernyataan bersama memperingatkan bahwa siapa pun yang membantu ISIS akan ditargetkan dalam penyerangan , pernyataan itu dikeluarkan setelah ISIS  mengklaim menguasai wilayah  kota al- Sour dan Markada di provinsi timur .

Pertikaian ISIS dengan Front Nusra  dan kelompok-kelompok Islam lainnya di Deir al- Zour  telah terjadi berminggu-minggu di  wilayah Abu Kamal  yang sebelumnya dikuasai  dari pasukan rezim Bashar al – Assad , dan termasuk wilayah ladang minyak .

Pekan lalu seorang aktivis dari Deir al – Zour mengatakan kepada Associated Press bahwa para pejuang Nusra  dan sekutu mereka mendapatkan bala bantuan ke kota Abu Kamal dan memaksa  keluar milisi ISIS pada saat  tengah malam .

Sementara Al Nusra di kota Deir al – Zour telah berhasil menjauhkan ISIS , mereka  berharap serangan serupa juga akan dilakukan di kota al- Sour dan Markada dalam waktu dekat.

Pemimpin al- Qaeda Ayman al – Zawahiri ,  menyerukan persatuan organisasi jihad  dalam perang sipil Suriah .

Wawancara ini dirilis setelah ISIS menuduh al- Qaeda  telah ” menyimpang dari jalan yang benar . ”

” Mereka telah memecah jajaran mujahidin  di setiap tempat , ” kata juru bicara ISIS Abu Mohammed al – Adnani dalam sebuah pernyataan yang diposting di forum jihad . (Arby/Dz)

]]>
http://www3.eramuslim.com/berita/serangan-front-nusra-paksa-milisi-isis-tinggalkan-deir-al-zour-suriah.htm/feed 0
Profesor Frankel: 20 Tahun Menuju Islam http://www3.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/profesor-frankel-20-tahun-menuju-islam.htm http://www3.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/profesor-frankel-20-tahun-menuju-islam.htm#comments Sun, 20 Apr 2014 07:45:24 +0000 http://www3.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/profesor-frankel-20-tahun-menuju-islam.htm  

jamesfrankel2James D. Frankel adalah seorang profesor bidang perbandingan agama dan sekarang mengajar di Universitas Hawai. Di universitas itu, Frankel juga mengajar mata kuliah tentang Islam dan ia sendiri adalah seorang mualaf.

Dari kediamannya di Honolulu, Hawai, Profesor Frankel berbagi cerita tentang perjalanannya menjadi seorang muslim.

Sebelum pindah ke Hawai dua tahun yang lalu, Frankel menetap di New York, kota tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. Frankel tumbuh dalam lingkungan keluarga bahagia. Orang tuanya tidak menerapkan ajaran agama tertentu dan hanya menanamkan nilai-nilai moral, meski sebenarnya keluarga Frankel memiliki latar belakang Yahudi.

Satu-satunya koneksi yang pernah menghubungkannya dengan soal agama adalah nenek dari pihak ayahnya, yang masih menjalankan ajaran-ajaran agama Yahudi. Dari neneknya itulah, Frankel belajar sedikit tentang kisah-kisah dalam alkitab dan kisah-kisah nabi.

Orang tua Frankel pernah mengirimnya ke sekolah Yahudi agar Frankel bisa belajar banyak tentang agama Yahudi. Tapi itu tidak berlangsung lama karena Frankel merasa tidak nyaman di sekolah itu, dan sebenarnya ia dikeluarkan dari sekolah karena terlalu banyak bertanya.

“Mungkin itu sudah karakter saya. Sampai sekarang, sebagai seorang muslim dan seorang prfesor, saya tetap jadi orang yang banyak tanya,” ujar Frankel.

Jadilah ia tumbuh remaja tanpa basis ajaran agaman apapun. Di usia remaja, Frankel punya dua pengalaman yang menurutnya menjadi pengalaman hidup yang penting. Pada usia 13 tahun, Frankel membaca manifesto Karl Marx dan ketika itu ia memutuskan untuk menjadi seorang komunis. Ia terkesan dengan filosofi komunis yang menurutnya bisa menyejahterakan semua orang.

Pada usia itu juga, Frankel merasa untuk pertama kalinya mulai mendengar tentang agama Islam. Karena sekolah di sekolah internasional, Frankel punya teman dari berbagai negara. Salah satu teman baik Frankel saat itu seorang siswa muslim asal Pakistan. Temannya itu memberikan Al-Quran dan ingin Frankel membacanya.
“Saya tidak mau kamu masuk neraka,” ujar Frankel menirukan ucapan temannya saat memberikan Al-Quran.

Frankel mengatakan, selama hidupnya ia tidak pernah memikirkan soal neraka. Ia hanya menerima Al-Quran itu dan menyimpannya di rak buku selama bertahun-tahun. Frankel tidak pernah membuka-bukanya.

Beberapa tahun kemudian, Frankel menjadi ragu dengan komunisme yang dianutnya setelah melihat bagaimana prinsip komunisme di praktekkan di banyak negara. Ia lalu memutuskan untuk tidak lagi menjadi seorang komunis.

Frankel mengungkapkan, sejak kecil sebenarnya ia sudah memikirkan tentang apa makna hidup ini sesungguhnya; mengapa ia ada di dunia ini, kemana ia akan menuju dan mengapa ada orang yang menderita. Tapi pikiran-pikiran hanya mengendap di kepalanya, hingga beranjak dewasa dan kuliah, Frankel hanya memfokuskan aktivitasnya pada belajar. Hingga ia mengalami hal yang akan membawa perubahan padanya, kematian nenek dimana Frankel pernah belajar tentang Alkitab dan kisah nabi-nabi.

Kematian Nenek yang Mendadak

Pengalaman ini menggetarkan hati Frankel. Betapa tidak, sehari sebelum ia menerima kabar kematian sang nenek, Frankel dan neneknya sempat menikmati makam malam. Waktu itu, Frankel masih mahasiswa dan tinggal di Washington DS, ia mendapat kejutan berupa kunjungan nenek, bibi dan seorang sepupunya.

Frankel menghabiskan waktu sepanjang sore berbincang-bincang dengan neneknya. Frankel menceritakan keinginannya untuk pindah kuliah dan memperdalam studi tentang China. Malamnya, Frankel, nenek, bibi dan sepupunya pergi keluar untuk makam malam. Frankel tidak melihat tanda-tanda bahwa itulah malam terakhir ia bertemu dengan neneknya. Setelah makan malam, Frankel diantar pulang ke asrama.

Pagi dinihari, Frankel dikejutkan oleh dering telepon dari sepupunya, mengabarkan bahwa nenek meninggal dunia. Franke kaget dan tak percaya. Sepupunya bilang, nenek terkena serangan jantung saat tidur. Frankel langsung terbayang kembali pertemuan dengan neneknya semalam, ia tak menyangka neneknya akan “pergi” secepat ini.

Frankel pulang ke New York untuk menghadiri pemakaman neneknya. Pemakaman dilakukan dengan tradisi Yahudi. Pada Rabbi yang memimpin pemakaman, Frankel menanyakan tentang tradisi yang dilakukan keluarga Yahudi saat salah satu anggota keluarga meninggal dunia. Ia menanyakan, mengapa saat pemakaman, Rabbi mengatakan bahwa nenek sudah diambil kembali oleh Tuhan.

“Lalu dimana nenek sekarang? Setelah diambil Tuhan, kemana nenek pergi? kemana kita juga akan pergi, dan mengapa kita ada di dunia ini,” tanya Frankel pada Rabbi ketika itu.
Mendengar pertanyaan-pertanyaan itu, sang Rabbi, ungkap Frankel, melihat jam tangannya dan berkata, “Saya harus pergi” tanpa memedulikan betapa marahnya Frankel mengalami hal semacam itu, pertanyaan-pertanyaannya sama sekali tak dijawab.

Mencari Kebenaran

Frankel mencoba mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya itu. Saat itu, usia Frankel masih 19 tahun. Ia mengunjungi komunitas Yahudi, tapi jawaban yang diberikan tidak memuaskannya. Orang-orang Yahudi itu mengatakan, Tuhan–yang ingin diketahui Frankel–adalah satu-satunya Tuhan milik orang Yahudi.

Akhirnya, Frankel memutuskan untuk belajar sendiri. Ia mulai membaca isi Alkitab. Saat berkunjung ke Inggris, ia didekati oleh sejumlah orang penganut Kristen Evangelis. Tentu saja orang-orang itu ingin menarik Frankel sebagai penganut Kristen Evangelis, dan Frankel berpikir untuk mencobanya.

Saat membaca Alkitab, Frankel merasakan cinta yang kuat dan penghormatan terhadap Yesus. Tapi yang tidak bisa diterimanya, Alkitab menyuruhnya menerima Yesus sebagai Tuhan dan penyelamatnya. Bagi Frankel, Yesus tidak lebih seperti kakak kesayangan atau seperti seorang guru. Lagi-lagi Frankel merasa tidak menemukan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan-pertanyaannya tentang ketuhanan.

Frankel kembali mempelajari hal-hal lainnya, mulai dari filosofi agama Budha, filosofi Yunani, Romawi dan sejarah. Tapi semuanya belum menjawab pertanyaan Frankel. Saat kembali ke New York dari Inggris, Frankel bertemu dengan beragam pemuka agama. Ia mencoba berdiskusi dengan mereka soal agama, meski ia sendiri skeptis.

Interaksi dengan Al-Quran dan Menjadi Muslim

Interaksinya pertama Frankel dengan Quran berawal ketika ia bertemu dengan para aktivis Nation of Islam. Salah seorang diantara aktivis itu memberinya salinan Surat Al-Kahf beserta terjemahannya. Frankel membawa salinan salah satu surah dalam Quran itu ke rumah, dan ia teringat akan Al-Quran yang pernah diberikan temannya enam tahun yang lalu.

Frankel mulai membaca isi Al-Quran lembar demi lembar. Frankel merasakan sesuatu yang berbeda dibandingkan ketika ia membaca Alkitab. Membaca Quran, Frankel merasa Tuhan sedang bicara langsung padanya. Di satu titik, Frankel pernah sampai meneteskan air mata, merinding, ia merasa bulu kuduknya berdiri, saat membaca isi Al-Quran.

Januari 1990, Frankel bertemu dengan teman-temannya semasa sekolah menengah. Mereka minum kopi sambil berbincang menanyakan kabar masing-masing. Seorang teman yang tahu bahwa dulu Frankel adalah seorang komunis bertanya, “Apa yang kamu yakini sekarang?” dan spontan Frankel menjawab, “Yah, saya percaya pada Tuhan. Hanya ada satu Tuhan.”

Jawaban itu tentu saja membuat teman-temannya terpana. Mereka bertanya, darimana Frankel tahu bahwa Tuhan itu satu. Frankel menjawab, ia tahu dari Al-Quran. Salah seorang temannya yang muslim menanyakan apakah Frankel membaca Quran, dan oleh sebab itu, Frankel pun harus percaya bahwa Quran adalah pesan-pesan Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Frankel menjawab “ya”, ia percaya Muhammad utusan Allah. Temannya lalu mengatakan, maka Frankel sudah menjadi seorang muslim.

Frankel hanya tertawa mendengar perkataan temannya yang asal Pakistan itu. “Saya seorang muslim? Kamu yang muslim, kamu dari Pakistan. Saya cuma orang yang percaya pada Tuhan,” tukas Frankel.

Tapi temannya bersikeras, “Tidak, kamu adalah seorang muslim. Kamu percaya tidak ada Tuhan selain Tuhan yang satu dan percaya bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Maka, kamu adalah seorang muslim.”

Frankel syok mendengar perkataan sahabatnya itu.

Selama beberapa hari kemudian, ia memikirkannya. Frankel memutuskan untuk menelpon Mansour, teman yang dulu memberinya Al-Quran. Mansour kuliah di Pennsylvania dan bekerja di Asosiasi Mahasiswa Muslim di sana. Frankel meminta Mansour mengirimkan literatur-literatur tentang Islam dan persyaratan untuk menjadi seorang muslim.
Mansour mengiriminya sekira dua buku.

Dari buku-buku itu, Frankel membaca tentang rukum Islam, bagaimana caranya salat, wudu dan ucapan dua kalimat syahadat.

Frankel mulai mempraktekkan salat diam-diam di kamarnya–karena waktu itu ia sudah tinggal lagi dengan orang tuanya–bahkan untuk pertama kalinya ia ikut berpuasa di bulan Ramadan. Kondisi itu berlangsung hampir 8 bulan, dan itulah kehidupan pertamanya sebagai muslim.

Frankel tak bisa menyembunyikan keinginannya lagi. Ia menceritakan semua pada orang tuanya bahwa ia ingin menjadi seorang muslim. Ibunya bereaksi keras, menangis dan menanyakan mengapa semua ini bisa terjadi.

Hubungan Frankel dengan kedua orang tuanya jadi kaku. Frankel mencoba meyakinkan ayah ibunya bahwa ia menjadi mahasiswa dan manusia yang lebih baik setelah memeluk Islam.

“Alhamdulillah, kedua orang tua saya akhirnya menerima keislaman saya. Buat saya, ini adalah perjalanan selama hampir 20 tahun dan hanya Allah yang tahu, bagaimana dan kemana semua ini akan berakhir,” ujar Frankel.

“Maka pesan saya bagi para mualaf maupun mereka yang sudah lama menjadi muslim, untuk selalu bersabar dan lihatlah kejutan yang akan diberikan Allah pada kita, bukan dengan ketakutan tapi dengan cinta dan harapan,” tukas Frankel. (kw/oi)

]]>
http://www3.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/profesor-frankel-20-tahun-menuju-islam.htm/feed 0
Resensi Buku : Kumpulan Masyarakat Rahasia di Balik Konspirasi Dunia http://www3.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-invisible-hand-kendali-zionis-di-balik-konspirasi-dunia.htm http://www3.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-invisible-hand-kendali-zionis-di-balik-konspirasi-dunia.htm#comments Sun, 20 Apr 2014 06:01:44 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=72005 hand“Di balik sejarah manusia yang sangat panjang terdapat masyarakat rahasia

yang bergerak secara diam-diam, yang sering menentukan besarnya perubahan

yang terjadi di atas bumi.”

- Arthur Edward Waite, penulis Pictorial Key to the Tarot

* * *

Perjuangan belum usai, dan ada alasan untuk merasa yakin.

Namun, Anda adalah peserta terakhir.

Apa yang terjadi akan sangat tergantung pada apa yang akan

Anda perbuat setelah memahami tulisan saya ini.

Para Konspirator telah berkerja! Mereka adalah para perencana yang bekerja secara diam-diam, dan berusaha keras untuk memastikan rencana mereka tidak diketahui oleh masyarakat. Sehingga, tugas pertama dari sebuah konspirasi adalah meyakinkan masyarakat bahwa konspirasi itu tidak ada.

Buku ini membeberkan fakta-fakta bahwa konspirasi itu ada, sangat besar dan sangat kuat. Konspirasi tersebut berusaha untuk menguasai seluruh umat manusia secara mutlak dan kejam dengan menggunakan segala macam cara. Tujuan pasti dari Konspirasi adalah menghancurkan semua agama, pemerintahan, dan lembaga kemanusiaan. Dan mendirikan sebuah tatanan dunia baru di atas kehancuran yang telah mereka ciptakan.

***

Ralph Epperson adalah seorang sejarawan, penulis, dan dosen yang telah meneliti Pandangan Sejarah Konspirasi Dunia—bahwa peristiwa besar di masa lalu telah direncanakan sebelumnya oleh Anggota Konspirasi—selama 50 tahun. Ia telah menghasilkan empat buku laris yang berjudul Invisible Hand, New World Order, Masonry, dan Jesse Jame.

Judul Buku : INVISIBLE HAND, Kendali Zionis Di Balik Konspirasi Dunia

Karya : A. Raplh Epperson, Peneliti Sejarah Konspirasi Dunia

Ukuran : 17.5 x 25 cm

Jumlah lembar :  508 halaman

Terbit: Januari 2014

ISBN: 978-602-1258-13-2

Harga: Rp. 100.000 (Belum termasuk ongkos kirim)

Untuk pemesanan hubungi atau sms/email dengan dituliskan nama, alamat dan jumlah pemesanan ke: 085811922988 atau kirimkan email ke :  marketing@eramuslim.com

]]>
http://www3.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-invisible-hand-kendali-zionis-di-balik-konspirasi-dunia.htm/feed 0
Kartini dan Muslimah Sejati http://www3.eramuslim.com/akhwat/muslimah/kartini-dan-muslimah-sejati.htm http://www3.eramuslim.com/akhwat/muslimah/kartini-dan-muslimah-sejati.htm#comments Sun, 20 Apr 2014 05:47:40 +0000 http://www3.eramuslim.com/akhwat/muslimah/kartini-dan-muslimah-sejati.htm letters-from-kartini

Ibu kita kartini
Putri sejati, putri Indonesia, harum namanya
Ibu kita kartini pembela bangsa
Pembela kaumnya untuk merdeka

Masih ingat lagu kesayangan kita di waktu kecil? Lagu yang membangkitkan semangat nasionalisme dan rasa kebanggaan terhadap kontribusi dari kaum perempuan.

Perjuangan seorang Kartini bagaikan mata air di padang pasir, saat kaum perempuan dianggap lemah dan tak berdaya, beliau justru mematahkan semua paradigma terhadap perempuan, membuat dogma baru bahwa perempuan punya hak yang sama dengan kaum laki-laki dalam segala hal, yang membedakannya hanya dalam tataran konsep dasar dan hakikat bahwa perempuan berbeda dengan laki-laki. Sehingga kumpulan tulisannya pun dibukukan dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Bahagiakah Kartini? Entahlah. Tidak ada yang tahu. Apakah ia puas dengan semua pengorbanannya untuk bangsa ini, karena sekarang kaum perempuan justeru lebih tidak dihargai bahkan oleh perempuan itu sendiri dan berkembang pemikiran yang menyetarakan laki-laki dan perempuan.

Kebanyakan kaum perempuan menilai sama antara feminisme dengan apa yang diperjuangkan oleh seorang Kartini. Begitu banyak perbedaan pendapat tentang hal ini, yang jelas konsep seorang perempuan lembut namun cerdas yang dibawa oleh puteri bupati Jepara ini sekarang sudah mulai tereduksi atas nama Hak Asasi Manusia (HAM). Lagi-lagi HAM.

Benarkah seorang Kartini berjuang untuk kebebasan yang seluas-luasnya bagi kaum perempuan? Saya yakin tidak.

Karena bagi Kartini tidak ada pendiskriminasian terhadap perempuan, bukan berarti perempuan meninggalkan peran dan fungsi sebagi seorang perempuan itu sesuai kodratnya, sebagai seorang istri, dan sebagai seorang ibu bagi anak-anaknya.

Yang jelas sebelum Kartini lahir sudah ada seorang manusia sempurna yang jauh lebih berperan dalam perjuangan untuk mengangkat derajat kaum perempuan, ia bukan seorang perempuan, namun perjuangannya membuktikan betapa Islam menghargai dan memuliakan seorang perempuan. Konsep ini terlihat dari hadis.

Penyebutan ibu tiga kali dan ayah satu kali bukannya tanpa arti, namun tersirat makna bahwa yang lebih diutamakan untuk dihargai adalah ibu, bukan berarti pula tidak menghormati ayah.

Hanya saja, seorang perempuan harus melalui masa-masa berat untuk mendapat sebutan ibu, mulai dari mengandung, melahirkan hingga menyusui dan membesarkan anak. Tak heran jika dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 14 dikatakan:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.”

Perempuan dan laki-laki memang insan yang berbeda, namun dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa perbedaan itu hanya dalam masalah peran dan fungsi saja, bahwa seorang perempuan mempunyai fungsi sebagai : mar’atushsholihah, zaujatu muthi’ah, dan ummul madrasah berbeda dengan laki-laki.

Namun dalam masalah pendidikan, pekerjaan dan masalah teknis lainnya perempuan dan laki-laki sama asalkan perempuan tidak meninggalkan peran dan fungsinya tadi. Antara perempuan dan laki-laki mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan derajat tertinggi di mata Allah yaitu taqwa.

Jika Kartini menginginkan penghapusan diskriminasi terhadap perempuan, maka Islam jauh mempunyai impian yang lebih mulia terhadap perempuan, kembalikanlah segala sesuatu kepada Al-Qur’an dan hadis.

Bahwa apapun paham-paham yang berkembang sekarang namun tetaplah menjadi jati diri seorang muslimah, seperti Siti Khadijah yang walaupun seorang saudagar, namun mampu menjalankan perannya sebagi istri dan menjadikannya seorang wanita salehah .. karena setiap muslimah adalah mutiara.
Wallahu’alam bishshowab…

Penulis:
Ryan Muthiara Wasti
Fakultas Hukum Universitas Indonesia
ryan_muthiara@yahoo.com

]]>
http://www3.eramuslim.com/akhwat/muslimah/kartini-dan-muslimah-sejati.htm/feed 0
Jangan Terkecoh Emansipasi Sesat, Bunda http://www3.eramuslim.com/oase-iman/m-jono-ag-jangan-terkecoh-emansipasi-sesat-bunda.htm http://www3.eramuslim.com/oase-iman/m-jono-ag-jangan-terkecoh-emansipasi-sesat-bunda.htm#comments Sun, 20 Apr 2014 04:57:22 +0000 http://www3.eramuslim.com/oase-iman/m-jono-ag-jangan-terkecoh-emansipasi-sesat-bunda.htm ibu33Bunda,
Sebentar lagi, 21 April yang biasa diperingati sebagai hari Kartini. RA Kartini, tokoh emansipasi di Indonesia, akupun menghormatinya. Bahkan waktu SD dulu, aku sering sekali diajak bapak atau ibu guru untuk berziarah ke makam RA Kartini, yang kebetulan tokoh sejarah itu dimakamkan di Bulu-Mantingan, yang kebetulan hanya sekitar 14 km dari Blora ke arah Rembang. Bahkan beberapa kali aku dan teman-teman naik sepeda untuk menuju ke sana. Suasana ziarah akan ramai sekali pada bulan April. Jujur, waktu itu aku hanya tahu yang aku ziarahi bersama teman-teman adalah seorang tokoh perempuan yang sangat terkenal di negeri ini.

Bunda,
Usia emansipasi di negeri ini jauh lebih tua dari usia negerinya sendiri. Emansipasi itu sudah dimulai dari zaman penjajahan Belanda. Dan tokoh-tokohnya adalah muslim-muslimah yang taat, Insya Allah. Karena memang seharusnya seperti itulah adanya. Agama kita tidak pernah membeda-bedakan pahala antara laki-laki dan perempuan dalam hal ketaatan kepada Allah. Begitu juga sebaliknya, kalau perempuan. Ataupun laki-laki berbuat maksiat kepada Allah, balasannya tetap sama. Tidak sedikitpun Allah membedakan balasannya, walaupun secara fisik wanita diciptakan dengan sisi kelembutannya.

Kalaupun ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan adalah dalam hal kodratnya. Karena memang dari penciptaannya pun berbeda. Kalau laki-laki diberi Allah kekuatan dari segi fisik, tetapi di sisi lain sebagai penyeimbang Allah menciptakan perempuan dengan jiwa yang lembut. Tapi justru di situlah letak keperkasaan seorang wanita, dalam kelembutannya. Jadi sangat wajar apabila dalam hal-hal tertentu harus ada pengecualian, karena memang beda. Akan sangat lucu kalau seandainya untuk mencapai kesetaraan seorang laki-laki berhak untuk memakai gaun perempuan dan menunjukkan kefeminimannya sementara sebaliknya sang perempuan harus tampil gagah dan garang seperti layaknya seorang laki-laki. Justru di situlah letak keadilan Allah, karena adil memang tidak mesti harus sama.

Bunda,
Jujur aku katakan, saat ini banyak emansipasi yang menyesatkan dan semakin jauh dari tuntunan Islam, walaupun tentunya tidak semuanya seperti itu. Masih segar dalam ingatan kita ketika pada hari Jum’at tanggal 11 Juni 2010 kemarin di Oxford, Inggris barat dilakukan sholat Jum’at dengan khotib dan dan imam seorang perempuan asal Kanada yang bernama Raheel Raza. Walaupun itu jauh terjadi di sana, efeknya seperti bola salju, menggelinding ke seluruh negara-negara muslim, tanpa bisa di filter informasi tersebut karena memang zamannya memang zaman keterbukaan informasi. Tentu tidak akan menjadi masalah seandainya dia menjadi imam sholat bagi sesama perempuan. Bukan berati menghalangi hak perempuan untuk menjadi pemimpin, tetapi memang area yang harus dipimpinnya sudah diatur jelas oleh Allah melalui Rasul-Nya yang tidak mungkin salah. Percayalah Bunda, pada saat seorang perempuan menjadi imam sholat bagi laki-laki di belakangnya, sangatlah mengganggu kekusyukan dan konsentrasi jamaah pria dibelakangnya, apalagi shaf pertama.

Masih lagi hak waris yang saat ini sedang ramai-ramainya digugat oleh mereka yang mengaku ‘aktifis perempuan untuk kesetaraan gender’. Kadang aku tersenyum sendiri kalau mendengar mereka selalu mendengung-dengungkan bahwa Islam memasung kebebasan dan kesetaraan bagi kaum wanita. Kalau dilihat dari sistem pembaginya yang 2 bagian bagi laki-laki dan 1 bagian bagi perempuan memang kelihatan tidak adil bagi otak kita yang memang diciptakan terbatas daya jangkaunya ini. Mereka menuntut pembagian yang adil adalah 1:1. Sayang mereka hanya menonjolkan satu sisi, tetapi tidak mau belajar di sisi yang lain. Dan mereka lupa, tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu bahwa walaupun bagiannya hanya satu , tetapi oleh Allah bagian tersebut di atur hanya untuk wanita itu sendiri, tidak wajib baginya berbagi dengan yang lain. Beda sekali dengan 2 bagian bagi laki-laki yang harus dan wajib dipergunakan bersama istri dan anak-anaknya. Masihkah Allah salah mengaturnya?

Bunda,
Pernah dalam satu penerbangan Balikpapan-Surabaya yang kebetulan pesawat tersebut terbang malam hari, aku duduk dalam deretan bangku tengah yang kebetulan dua orang disebelahku adalah ibu-ibu paruh baya. Sesaat setelah duduk merekapun berkenalan dan menanyakan tujuan masing-masing. Rupanya keduanya mantan TKW yang baru berkunjung di tempat saudaranya di Balikpapan. Yang satu pernah bekerja di Arab Saudi selama 3 tahun dan yang satunya lagi bekerja di Malaysia selama 2 tahun, kemudian ke Brunei selama 1.5 tahun.

Yang menarik adalah, begitu pulang ke tanah air ternyata suaminya kawin lagi. Masya Allah. Saking kesalnya maka sisa uang yang didapat selama bekerja diluar negeri digunakan untuk jalan-jalan ke Balikpapan. Siapa yang salah? Suaminya jelas salah karena menelantarkan istri, tidak mau bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan satu lagi mengkhianati istrinya. Tapi juga alangkah indahnya kalau seandainya sang istri juga tidak berani bepergian selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun meninggalkan keluarga tanpa mahrom yang sebenarnya dilarang oleh Islam. Bagaimana bisa mendatangkan rahmat Allah kalau yang kita lakukan menyelisihi aturan-Nya? Terbalik rasanya kalau sang istri harus mencari nafkah sampai harus ke luar negeri menjadi TKW yang mungkin (maaf) dengan keterbatasan skill sementara sang suami enak-enak di rumah, merawat anak, sambil menikmati gaji kiriman dari sang istri? Adalah hak Bunda untuk menyampaikan hal tersebut ke suami, hak Bunda juga untuk mendapatkan nafkah dari suami, baik lahir maupun bathin.

Memang negeri ini jumlah pengangguran sangat tinggi sementara sepertinya para penguasa negeri ini masih bisa tersenyum di sela-sela rintihan rakyatnya yang tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari walaupun masih sebatas kebutuhan primer. Setidaknya itulah yang aku dan banyak orang rasakan saat ini. Satu-satunya jalan pintas yang dianggap mudah adalah memberi fasilitas/kemudahan warganya untuk menjadi TKI di luar negeri walaupun dengan jaminan keamanan dan kenyamanan bekerja yang tidak jelas. Akan sangat indah kalau seandainya yang dikirim adalah tenaga ahli, sehingga bangsa kita tidak menjadi bangsa yang bisa dianggap rendah oleh bangsa lain. Kadang aku miris setiap hari diberitakan tentang TKW yang pulang dengan kondisi kejiwaan yang terganggu atau bahkan menjadi korban perkosaan di tempatnya bekerja dan yang sebagian lagi harus menunggu hukuman mati karena sebenarnya mereka membela diri.

Bunda,
Sering kali di ekspose di media tentang ‘wanita-wanita perkasa yang kalau kita tidak jeli bisa membuat pemahaman kita tentang emansipasi menjadi keliru. Di sana ada wanita yang berprofesi sebagai petinju, pemain sepak bola, sopir bis, kondektur bahkan (maaf) tukang becak. Tidak ada maksud sedikitpun dari ananda untuk melecehkan profesi tersebut. Beberapa waktu kemarin aku naik bis Surabaya-Blora yang kebetulan kondekturnya perempuan . Bis itu jadwal berangkatnya jam 22:30. Tak lama setelah bis jalan, distop oleh 2 orang lelaki yang sepertinya baru selesai menenggak minuman keras. Dari bau mulut saat dia ngomong sudah sangat jelas mereka dalam keadaan mabuk. Pada saat di tarik karcis mereka malah marah dan hanya mau membayar 1 tiket. Semakin ditegur oleh ibu kondektur untuk membayar, mereka semakin marah. Akhirnya si ibu kondektur itupun mengalah.

Kalau hal seperti ini dianggap lumrah, tentu akan berbeda hasilnya ketika kondekturnya laki-laki, karena memang profesi itu sebenarnya cocok untuk laki-laki. Belum lagi kalau sopir bis nya juga perempuan. Masya Allah … Memang benar ada ungkapan bahwa sebenarnya apapun yang bisa dilakukan laki-laki sebenarnya bisa dilakukan oleh perempuan kecuali mengandung, karena laki-laki memang tidak mempunyai rahim. Dan itulah yang selalu didengung-dengungkan mereka yang mengaku membela perempuan. Dan itu dimanfaatkan oleh pemilik modal untuk mempekerjakan perempuan sebanyak mungkin. Mereka beranggapan bahwa dengan membayar murah dan tidak banyak tingkah seperti laki-laki, merupakan modal untuk mendapatkan keuntungan besar bagi perusahaan. Akan sangat cocok kalau perusahaan tersebut bergerak dibidang garmen, farmasi atau perusahaan bidang lain yang memerlukan ketelitian tinggi.

Mohon maaf kalau ini hanya idealisme ananda. Seandainya kaum hawa sedikit ‘merelakan’ beberapa pekerjaan yang memang seharusnya di lakukan oleh laki-laki mungkin pengangguran tidak separah ini. Contoh sederhana saja, saat ini banyak perusahaan kayu lapis yang sebagian besar pekerjanya adalah perempuan. Padahal di sana banyak memerlukan kegiatan/pekerjaan yang bersifat fisik. Belum lagi para pekerja di pompa bensin yang saaat ini sebagian besar dilakukan oleh perempuan. Pekerja-pekerja di toko material bangunan juga sebagian besar perempuan. Akan indah kalau sesuatu itu sesuai porsinya.

Mungkin sebagian besar akan sinis dengan hal di atas. Atau bahkan akan semakin menganggap bahwa dunia wanita adalah: sumur, dapur dan kasur. Bukan seperti itu maksudku. Wanita adalah mitra sejajar laki-laki. Bahkan Rasulullah SAW mengajari kita bagaminana mengukur kekuatan suatu bangsa. Ukuran kekuatannya terletak pada kaum wanita. Kalau kaum wanitanya baik Insya Allah baik dan kuatlah negara itu. Sebaliknya kalau kaum wanitanya rusak maka rusaklah seluruh negara itu. Di sini dituntut selain sholihah wanita juga harus pintar. Karena generasi sebuah bangsa berada dalam genggamannya. Islam tidak pernah membatasi kaum perempuan untuk sekolah dan menuntut ilmu setinggi-tingginya. Bahkan walaupun tidak diwajibkan untuk sholat Jum’at, seorang wanita boleh menuntut suaminya untuk menyampaikan ilmu yang didapat dari khotbah Jum’at sang suami.

Bunda,
Kadang hatiku gundah dan geram melihat eksploitasi wanita di semua lini. Coba kita lihat di televisi, iklan apapun akan menggunakan wanita sebagai ikonnya. Bahkan produk yang tidak ada hubungannya dengan wanitapun tetap menggunakan wanita sebagai daya tariknya. Belum lagi saat ini banyak ibu-ibu yang tidak merasa resah pada saat anak gadisnya belum pulang sementara sudah diatas jam 22:00. Justru mereka resah pada saat anak gadisnya yang berusia SMP belum mempunyai pacar. Astaghfirullah. Dan fenomena ini terjadi di depan mata kita, Bunda. Sebuah fenomena yang mungkin tidak terjadi pada saat Bunda masih muda dulu. Padahal mereka adalah generasi penerus kita kelak.

Kekuatan bangsa dimulai dari keluarga yang didalamnya peran Bunda sangatlah dominan. Jepang dikenal sebagai bangsa yang kuat karena kaum ibunya yang kembali ke rumah dengan modal pendidikan yang cukup. Pendidikan itu digunakan untuk mendidik anak-anaknya yang kemudian menjadi generasi yang unggul. Meraka tidak malu berkarir di rumah, sementara di negri kita akan disebut wanita yang sukses adalah yang berkarir tinggi di suatu perusahaan dengan ratusan karyawan pria di bawahnya, atau menjadi selebritis yang dielu-elukan di berbagai tempat. Padahal aku, yang dilahirkan dari salah satu Bunda sangat menantikan dan merindukan datangnya kaum ibu yang menghasilkan generasi yang berkualitas, generasi yang kuat ketakwaannya kepada Allah, sehingga tidak lagi aku harus menyaksikan profesi dokter ahli kebidanan dan kandungan yang saat ini justru masih didominasi oleh kaum pria. Aku tunggu baktimu dengan kerinduanku yang teramat dalam.

masjono@telkom.co.id

]]>
http://www3.eramuslim.com/oase-iman/m-jono-ag-jangan-terkecoh-emansipasi-sesat-bunda.htm/feed 0
Emansipasi Wanita http://www3.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/emansipasi-wanita.htm http://www3.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/emansipasi-wanita.htm#comments Sun, 20 Apr 2014 04:29:31 +0000 http://www3.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/emansipasi-wanita.htm samak_pangil_aku_kartini_sajaAssalamualaikum Wr Wb

Kita semua tahu RA Kartini adalah pengerak emansipasi wanita di Indonesia ini, dan kita juga tahu bahwa emansipasi wanita adalah salah satu program kaum pagan (Freemasonry, Brotherhood of Snake, dll) untuk menciptakan The New World Order”.

yang ingin saya tanyakan apakah RA Kartini dengan emansipasi wanitanya memiliki kaitannya dengan Konspirasi kaum pagan ini ?

mohon dijawab ya Pak…..Terima Kasih

Wassalamualaikum Wr Wb.

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Saudaraku Rian yang semoga selalu mendapat hidayah dan rahmat Allah Swt, sejarah resmi seringkali tidak jujur ditulis dan disampaikan. Salah satunya tentang sosok Raden Ajeng Kartini. Diakui atau tidak, sejarah nasional Indonesia sangat Jawa-Sentris dan dengan sendirinya menganggap remeh fakta-fakta sejarah yang ada di luar Jawa.

Gajah Mada dianggap sebagai pahlawan pemersatu Nusantara, padahal bagi orang-orang Swarnadwipa, Borneo, Celebes, Bali, dan lainnya, Gajah Mada tidak lebih sebagai seorang agresor dan penjajah. Dan sudah tepatkan RA Kartini dianggap sebagai tokoh pelopor kemajuan perempuan di Indonesia? Mari kita lihat fakta sejarah yang ada.

Faktanya adalah: delapan abad sebelum Kartini lahir, di Kerajaan Aceh Darussalam sudah ada tiga perempuan yang menjadi Sultan (Sultanah) dari 31 Sultan yang ada. Mereka adalah Sri Ratu Tajul Alam Safiatuddin (memerintah tahun 1050-1086 H), Sri Ratu Nurul Alam Naqiatuddin (1086-1088 H), Sri Ratu Zakiatuddin Inayat Syah (1088-1098 H), dan Sri Ratu Kamalat Syah (1098-1109 H).

Jika seorang Raden Ajeng Kartini baru bisa berdiskusi, bermimpi ingin ini dan itu, surat menyurat, dan mengajar di kediamannya, maka para perempuan Aceh sudah berjihad di belantara hutan memerangi kaum kafirin bersama-sama para Mujahidin prianya. Mereka adalah Laksamana Malahayati yang gagah berani dalam memimpin armada laut Kerajaan Aceh Darussalam melawan Portugis; Cut Nyak Din yang memimpin perang melawan Belanda setelah suaminya, Teuku Umar, syahid; Teungku Fakinah, seorang ustadzah yang memimpin resimen laskar perempuan dalam perang melawan Belanda, usai perang Fakinah mendirikan pusat pendidikan Islam bernama Dayah Lam Diran;

Lalu kita kenal ada Cut Meutia, yang selama 20 tahun memimpin perang gerilya dalam belukar hutan Pase yang akhirnya menemui syahid karena Meutia bersumpah tidak akan menyerah hidup-hidup kepada kape Belanda; Pocut Baren, seorang pemimpin gerilya yang sangat berani dalam perang melawan Belanda di tahun 1898-1906; Pocut Meurah Intan, yang juga sering disebut dengan nama Pocut Biheu, bersama anak-anaknya—Tuanku Muhammad, Tuanku Budiman, dan Tuanku Nurdin—berperang melawan Belanda di hutan belukar hingga tertawan setelah terluka parah di tahun 1904; Cutpo Fatimah, teman seperjuangan Cut Meutia, puteri ulama besar Teungku Chik Mata Ie yang bersama suaminya bernama Teungku Dibarat melanjutkan perang setelah Cut Meutia syahid, hingga dalam pertempuran tanggal 22 Februari 1912, Cutpo Fatimah dan suaminya syahid bertindih badan diterjang peluru Belanda.

Salah seorang pemimpin gerilya Aceh Darussalam, Pocut Baren, namanya diabadikan menjadi nama sebuah resimen laskar perempuan Aceh “Resimen Pocut Baren” yang merupakan bagian dari Divisi Pinong di Aceh semasa revolusi fisik melawan Belanda. Resimen perempuan Aceh ini sangat ditakuti Belanda karena terkenal tidak pernah mundur atau pun melarikan diri dalam setiap pertempuran. Mereka bahkan pantang menyerah hidup-hidup kepada penjajah.

Amat mungkin, disebabkan ruang gerak perempuan-perempuan Aceh yang sangat luas, tidak berbeda dengan kaum lelakinya, maka hal ini turut mempengaruhi cara berpakaian mereka. Prof. Dr. HAMKA menulis, “Di seluruh tanah air kita ini, hanya di Aceh pakaian asli perempuan memakai celana. Sebab mereka pun turut aktif dalam perang. Mereka menyediakan perbekalan makanan, membantu di garis belakang dan pergi ke medan perang mengobati yang luka.”

Mereka ini semua sudah sederajat dengan kaum prianya, di saat Kartini baru bermimpi. Dan satu lagi, adalah SALAH BESAR jika menganggap Kartini mencita-citakan persamaan antara perempuan dan laki-laki seperti dalam paradigma barat. Kartini bahkan menyerang peradaban barat. Hal ini tertuang dalam surat Kartini kepada Nyonya Abendanon, 27 Oktober 1902: “Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa dibalik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?

Sebagai seorang Muslimah yang ingin mendalami Islam secara kaffah, Kartini juga menyerang upaya Kristenisasi terhadap umat Islam yang dilakukan kafir Belanda. “Bagaimana pendapatmu tentang Zending, jika bermaksud berbuat baik kepada rakyat Jawa semata-mata atas dasar cinta kasih, bukan dalam rangka kristenisasi? …. Bagi orang Islam, melepaskan keyakinan sendiri untuk memeluk agama lain, merupakan dosa yang sebesar-besarnya. Pendek kata, boleh melakukan Zending, tetapi jangan mengkristenkan orang. Mungkinkah itu dilakukan?” (Surat Kartini kepada E.E. Abendanon, 31 Januari 1903).

Kartini adalah seorang priyayi Jawa yang ingin memberontak terhadap kultur keraton Jawa yang menganggap perempuan hanya pantas untu di tiga tempat: Dapur, Sumur, dan Kasur. Jiwanya menyala-nyala ingin mendalami Islam dan menjadi salah satu pejuangnya. Kecintaannya kepada Islam membuatnya rela menjadi isteri kedua.

Jika Kartini sekarang masih hidup, dia pasti akan menyerang pengertian emansipasi yang ada seperti sekarang ini. Kartini akan menyerang kontes ratu-ratuan yang mengumbar aurat, Kartini akan menyerang keinginan perempuan untuk menjadi seperti pria yang sebenarnya berangkat dari perasaan rendah diri dan pengakuan jika pria lebih unggul, sebab menurut Kartini, perempuan dan laki-laki itu memiliki keunggulan dan juga kelemahannya masing-masing yang unik, sebab itu mereja memerlukan satu dengan yang lainnya, saling melengkapi.

Walau demikian, jika negara ini mau jujur, sesungguhnya predikat pelopor kebangkitan perempuan Indonesia bukanlah RA Kartini, namun para Srikandi Aceh Darussalam. HAMKA sendiri menulis: “Pikirkanlah dengan dalam! Betapa jauh perbedaan latar belakang wanita Aceh 358 tahun yang lalu itu dengan perjuangan wanita zaman sekarang. Mereka itu didorong oleh semangat jihad dan syahid karena ingin bersama menegakkan agama Allah dengan kaum laki-laki, jauh daripada arti yang dapat kita ambil dari gerakan emansipasi wanita atau Feminisme zaman modern sekarang ini.”

Namun itulah tadi, para penguasa bangsa ini sejak dulu selalu menganggap negara ini seolah-olah hanyalah Pulau Jawa, sehingga ketinggian peradaban di luar Jawa sama sekali tidak dihitung sehingga sejarah resmi negeri kita ini sampai sekarang masih sangat Jawa-Sentris. Ini jelas tidak adil dan tidak benar. Sama seperti bila kita menyebut Boedhi Oetomo sebagai tonggak kebangkitan nasional, ini pun salah besar karena Boedhi Oetomo adalah organisasi yang berada di ketiak Ratu Belanda dan banyak tokohnya bergabung dengan Freemasonry, sebuah kelompok Luciferian yang melayani Dajjal. Beda dengan Sarikat Islam yang sudah berdiri dan mencita-citakan kemerdekaan Indonesia tiga tahun sebelum Boedhi Oetomo lahir. Ini pun harus diubah.

Emansipasi dalam Islam itu tidak ada. Karena Islam sama-sama menganggap perempuan dan laki-laki itu sederajat, dengan hak dan kewajibannya masing-masing. Yang membedakannya hanyalah tingkat ketakwaan terhadap Allah Swt. Itu saja.

Emansipasi yang salah kaprah seperti sekarang memang merupakan racun yang disusupkan ke dalam otak kita semua. Dan kalau mau jujur, sebenarnya Barat sendiri juga tidak melaksanakan emansipasi seperti yang digembar-gemborkannya selama ini. Salah satu contoh mudah, negara Amerika Serikat yang sudah berusia 233 tahun presidennya selalu saja kaum pria. Belum ada perempuan Amerika yang dianggap pantas untuk menjadi presiden. Ini bukti yang tidak terbantahkan.

Dan jika perempuan Indonesia ingin meneladani Kartini, maka jadilah seorang Muslimah sejati. Yang menutup aurat, mencintai Islam, dan berani mengatakan al-haq walau kepada penguasa sekali pun. Itu saja. Wallahu ‘alam bishawab. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Rizki Ridyasmara

]]>
http://www3.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/emansipasi-wanita.htm/feed 0