Yunani Hormati Demokrasi, Hormati Agama Lain, Tapi Tidak Hormati Islam

Redaksi – Senin, 17 Safar 1434 H / 31 Desember 2012 15:58 WIB

Ibukota Yunani Athena adalah satu-satunya di Uni Eropa di mana tidak ada masjid resmi bagi umat Islam, meskipun Yunani telah menjadi gerbang utama bagi imigran dari negara-negara Timur Tengah.

Perwakilan dari masyarakat Pakistan di Yunani mengatakan : “Orang-orang Yunani menciptakan demokrasi, budaya, dan prinsip untuk menghormati terhadap agama-agama lain, tetapi mereka tidak menghormati kita, kita umat Islam, mereka tidak memberikan kita lahan untuk membangun sebuah masjid untuk solat”

Orang-orang Muslim berkumpul di Athena setiap minggu di kamar bawah tanah untuk salat Jumat sehingga tempat itu penuh sesak. Di mana tempat ini adalah ilegal.

Namun,mereka berpikir tentang membangun masjid pertama di zona militer dekat Athena yang dapat menampung hingga 500 orang. Tapi krisis ekonomi dating sehingga pembangunan itu gagal.

Sejak Yunani merdeka dari Kekaisaran Ottoman pada tahun 1832,  pemerintah tidak mengizinkan mereka untuk membangun sebuah masjid di kota, yang mana di yunani agama Kristen Ortodoks mencapai lebih dari 90 persen, sementara itu jumlah Muslim di Athena meningkat setelah Yunani menjadi titik persimpangan utama untuk imigran yang datang ke Uni Eropa.

Menurut beberapa perkiraan bahwa jumlah Muslim di Athena sendiri berjumlah sekitar 300.000 orang, jika dijumlah total  secara keseluruhan mencapai sekitar lima juta.

(zae/islamtoday)

Dakwah Mancanegara Terbaru

blog comments powered by Disqus