Antonio Inoki, Legenda Gulat Jepang yang Menjadi Mualaf

Redaksi – Jumat, 19 April 2013 07:47 WIB

Bagi netters yang pernah menikmati tahun 70-80,  tentunya mengenal sosok pegulat legendaris dari Jepang ini, saat di tahun 70-an , pegulat ini pernah bertanding dengan Juara Tinju dunia Muhammad Ali, dengan berakhir seri atau berimbang, Inoki terkena 1 hook dari Ali , dan Ali juga sekali terbanting ala gulat oleh Inoki, dalam pertandingan 15 ronde.  

Ya PEGULAT dunia Antonio Inoki yang dikenal memiliki fisik kuat dan sangat melegenda dikabarkan telah masuk islam pada tahun 1990-an. Seperti dilansir media huffingtonpost.com, bulan lalu pegulat asal Jepang tersebut telah mengumumkan penggantian namanya menjadi Muhammad Hussain Inoki. Inoki kini gencar mengkampanyekan perdamaian internasional melalui aktivitas olahraga yang digelutinya.

Inoki memang telah lama dikenal semangatnya dalam mengusung perdamaian. Pada tahun 1990 ia diutus ke Irak untuk berunding dengan Saddam Hussein untuk berdiplomasi mengenai pembebasan warga Jepang yang disandera di sana.

Dilaporkan Huffingtonpost.com pada bulan Desember lalu Inoki ambil bagian dalam International Peace Wrestling Competion sekaligus untuk merayakan 60 tahun hubungan antara Jepang dan negara-negara di Asia Selatan di bidang olahraga.

Inoki, yang menobatkan dirinya sebagai duta perdamaian, juga mendirikan sebuah akademi gulat di Pakistan yang didukung oleh pemerintah setempat.

Inoki yang mengatakan dirinya mempelajari Islam , juga  menjadi lambang toleransi beragama, menggalang dukungan karena keimanannya dari seluruh penjuru dunia.

Sebuah stasiun TV melaporkan baru-baru ini saat Inoki berkunjung ke Pakistan, ia menerima ucapan “selamat datang pahlawan”. Inoki pertama kali mengunjungi negara itu pada tahun 1976 untuk bertanding melawan pegulat Pakistan Pahalwan. Ketika itu pertandingan tersebut ditonton hampir 50 ribu orang. (Inoki tidak hanya mengalahkan Pahalwan hari itu, tapi dia terkenal dislokasi dengan lawannya).

Di tahun yang sama Inoki juga berhadapan dengan Muhammad Ali,  seperti yang dilaporkan Guardian, ia dinilai sebagai “melawan prototipe seni bela diri campuran” di Tokyo. Ali mengenakan sarung tangan sementara Inoki tidak sama sekali.

Saat berada di Pakistan bulan lalu, Express Tribune melaporkan bahwa Inoki memberi penghormatan kepada Pahalwan dengan mengunjungi makamnya. Ia juga berbicara mengenai perpindahan agamanya menjadi islam, ia juga menyinggung Muhammad Ali sebagai sesama mualaf.

“Ketika saya menjadi mualaf, orang menyarankan agar saya mengubah nama saya menjadi Muhammad Ali tapi saya menolak ide itu karena saya sudah berjuang melawan Ali petinju hebat,” katanya, menurut Dawn.com.

Selama perjalanannya Inoki yang pada tahun 2010 menjadi orang Jepang pertama yang dilantik menjadu World Wrestling Entertainment’s Hall of Fame, mengatakan bahwa ia berharap bisa membantu lebih untuk memperkuat hubungan diplomatik antara Pakistan dan Jepang, dan untuk terus membawa pesan-pesan perdamaian di seluruh dunia.

Inoki lahir pada 20 Februari 1943, selain pegulat ia juga dikenal sebagai artis beladiri, sekarang ia dilaporkan tinggal di New York dan Jepang.[Huff/Dawn/atcehpost/DZ]

Dakwah Mancanegara Terbaru

blog comments powered by Disqus