Eramuslim » Berita Nasional http://www3.eramuslim.com Media Islam Rujukan Thu, 17 Apr 2014 09:17:37 +0000 id-ID hourly 1 http://www3.eramuslim.com/ Uang Kertas Penyebab Krisis Ekonomi Global http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/uang-kertas-penyebab-krisis-ekonomi-global.htm http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/uang-kertas-penyebab-krisis-ekonomi-global.htm#comments Sat, 15 Mar 2014 03:16:38 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=73544 uang kertasJika kita menggunakan alat ukur nilai mata uang kertas, sudah jelas kita lihat bagaimana suatu negara krisis diikuti oleh negara lain. Negara yang ikut krisis tersebut, karena menggunakan nilai mata uang kertas dari negara lain sebagai alat ukur nilai uang. Sedangkan negara itu mengalami krisis ekonomi, hingga terjadilah krisis ekonomi global.

Hal tersebut disampaikan oleh Konsultan Gold Dinar Spanyol Shaikh Umar Ibrahim Vadillo, dalam acaraTowards Establishing a Macroeconomic Equilibrium between Fiscal and Monetary System” digedung AR. Fachruddin B UMY, Jum’at (14/3). Acara Prodi Ilmu Ekonomi UMY ini terselenggarakan dengan kerjasama Yayasan Pengurusan Ilmu (YPI) Malaysia, Majelis Tarjih and Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ikatan Ahli Ekonomi Islam DIY.

Umar Vadillo memberikan solusi untuk mencegah krisis ekonomi global tersebut. Yaitu menerapkan alat tukar yang lebih stabil dikancah internasional, dengan emas dan perak (dinar dan dirham). “emas dan perak ini tidak terpengaruh krisis. Karena nilainya sama dimana- mana. Selain itu, pemerintah tidak bisa membuat emas dan perak dengan sesukan hatinya,” jelas Konsultan Gold Dinar ini.

Umar Vadillo menerangkan, ada dua cara untuk menerapkan system emas dan perak ini. yaitu dengan menjadikan emas dan perak sebagai alat ukur mata uang atau valuta asing. Dan menerapkan jual beli dengan menggunakan dinar dan dirham dalam komunitas kecil terlebih dahulu. “ini memang harus kita mulai dari diri sendiri, dari leingkungan yang terkecil. Seperti kampus UMY ini misalnya atau lebih besar lagi didaerah,” terangnya.

Dalam system moneter suatu negara, terutama untuk menghindari terjadinya krisis. Umar Vadillo menilai keberadaan International Monetary Fund (IMF) bukan solusi untuk negara, terutama negara berkembang. “Indonesia harus berani untuk keluar dari IMF. Karena IMF tidak membantu dalam menangani krisis di negara berkembang, malah memperparah. Selain itu, negara harus lebih melihat jika ingin tekan kerjasama internasional,” jelasnya.

Diretur IPIEF UMY sekaligus Ketua Panitia, Dr. Masyhudi Moqorobin mengatakan, peran emas dan perak ini perlu didalami lagi. Karena perilaku, system dan tatanan moneter yang ada belum dapat menjawab masalah krisis ekonomi global. “dalam seminar yang berlangsung 2 hari ini, kita membahas ide baru untuk memberikan solusi pada permasalahan ekonomi. Terutama masalah system moneter dan fiskal,” jelasnya.

Sedangkan Rektor UMY Prof. Dr. Bambang Cipto dalam sambutannya mengatakan, yang dipermasalahkan oleh banyak orang jika terjadi krisis ekonomi selalu minyak. Akan tetapi masalah kurs atau valuta ini juga ada pengaruhnya. “ini masalah yang menarik untuk dikaji lebih dalam, karena permasalahan ekonomi global saat ini selalu bicara minyak, minyak dan minyak,” terangnya. -

Ahlul Amalsyah

Journalist

 

]]>
http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/uang-kertas-penyebab-krisis-ekonomi-global.htm/feed 0
MPU Propinsi Aceh Melakukan Observasi Fajar Shadiq di Pulau Simeulue http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/mpu-propinsi-aceh-melakukan-observasi-fajar-shadiq-di-pulau-simeulue.htm http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/mpu-propinsi-aceh-melakukan-observasi-fajar-shadiq-di-pulau-simeulue.htm#comments Wed, 12 Mar 2014 06:30:56 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=73391

Oleh: Agus Hasan bashori Lc.,M.Ag.

(Mudir Pesantren Tinggi al-Aimmah, Pimred Majalah al-Umm)

Peta Simeulue

 

Alhamdulillah, kegigihan kaum muslimin Kabupaten Simeulue  Propinsi Aceh dalam mengamalkan sunnah Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam untuk melaksanakan shalat subuh berdasarkan terbitnya fajar shadiq telah membuahkan hasil, yaitu para ulama propinsi aceh terpaksa turun untuk ikut membuktikan terbitnya fajar shadiq di pulau Simeulue.

Selama tiga hari berturut-turut, empat delegasi Propinsi Aceh melakukan observasi fajar shadiq bersama tokoh masyarakat Simeulue , rombongan diikuti oleh Ustadz  Muhsin, Ustadz Usman Kaswan –namun kali ini ustadz Usman tidak dapat hadir.

Tepat pada hari Kamis 6 maret 2014, Pukul 6: 16 pagi kami ditelpon oleh Ustadz  Muhsin, bahwa beliau menceritakan baru saja selesai  menunaikan ibadah shalat subuh –ikut 15 derajat-  atau pukul 5:47 (Waktu Aceh) di pantai bersama empat  delegasi lainnya dari Aceh. Beliau menambahkan bahwa pada pukul 5:30 di bawah planet Venus terlihat cahaya terang ke atas. Beliau bertanya kepada saya: apakah itu fajar kadzib? Saya jawab iya. Tandanya fajar kadzib adalah cahaya yang menjulang ke atas, dan jika sudah membentang di ufuk barulah disebut fajar shadiq.

fajar kadzib
Fajar Kadzib

Lalu saya diperkenalkan dengan salah seorang diantara mereka yang bernama  Bapak firdaus , lalu telepon diberikan kepada Bapak Firdaus dan mulai berbicara dengan saya. Setelah berkenalan, saya tanyakan : bagaimana Bapak Firdaus? Beliau menjelaskan yang intinya: tadi cuaca agak Kabut, berawan, untuk membedakan antara dua fajar kurang pas, perlu lanjutan. “ lalu beliau meminta no kontak saya untuk diskusi” lalu pembicaraan lewat telepon kita tutup.

 

Keindahan Simeulue

tuhoe-7-geulanggang-rayek-simeulue

simeulue_aceh

Keesokkan harinya  saya telepon Bapak Usman Kaswan, beliau membenarkan bahwa empat delegasi dari Propinsi datang untuk melihat fajar Shadiq, dan menurutnya: mereka akan melakukan sampai tiga kali dan juga akan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Alhamdulillah kedatangan kami di Pulau simeulue, dan ceramah kami di masjid Taqwa Sinabang pada bulan januari 2011 yang lalu tidaklah sia-sia.

Semoga Allah ‘azza wajalla terus memberikan pertolongannya kepada hamba-Nya yang memperjuangkan agama-Nya. Aamiin. (binamasyarakat)

 

]]>
http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/mpu-propinsi-aceh-melakukan-observasi-fajar-shadiq-di-pulau-simeulue.htm/feed 0
Perhatian ! , RSUD ini Siap Tampung Caleg Stress Paska Pemilu http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/perhatian-rsud-ini-siap-tampung-caleg-stress-paska-pemilu.htm http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/perhatian-rsud-ini-siap-tampung-caleg-stress-paska-pemilu.htm#comments Wed, 12 Mar 2014 06:02:07 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=73384

calegRumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi telah menyiapkan ruangan untuk menampung para calon anggota legislatif (caleg) yang stres. Namun, rumah sakit tersebut tidak menambah daya tampung ruangan.

“Setelah pemilu nanti dikhawatirkan ada para caleg yang stres,’’ ujar Direktur Utama (Dirut) RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Suherman, Rabu (12/3).

Pasalnya, mereka sudah habis-habisan mengeluarkan kemampuan, tapi akhirnya tidak terpilih. Hal ini, kata Suherman, bisa memicu kondisi kejiwaan para caleg. Misalnya, akan terjadi tekanan pada para caleg sehingga menimbulkan penyakit stres, depresi, dan psikotik.

RSUD Syamsudin, kata Suherman, sudah mempersiapkan ruangan, para medis, dan dokter spesialis untuk mengantasipasi adanya caleg yang mengalami stres. Ruangan yang disiapkan adalah ruang Kemuning yang sebelumnya memang sudah ada.

Dokter Spesialis Kejiwaan RSUD R Syamsudin, Tommy Hermansyah, menambahkan, para caleg yang gagal terpilih sebagai wakil rakyat memang rawan menderita gangguan kejiwaaan. Rumah sakit pun sudah mengantisipasinya dan siap menghadapi kemungkinan tersebut. (RoL/Kh)

 

]]>
http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/perhatian-rsud-ini-siap-tampung-caleg-stress-paska-pemilu.htm/feed 0
Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun, Komedi Senior ini Meninggalkan Dunia Selama-Lamanya http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/inna-lillahi-wa-inna-ilaihi-rojiun-komedi-senior-ini-meninggalkan-dunia-selama-lamanya.htm http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/inna-lillahi-wa-inna-ilaihi-rojiun-komedi-senior-ini-meninggalkan-dunia-selama-lamanya.htm#comments Thu, 06 Mar 2014 07:27:10 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=73113 jojonInna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun , Komedi senior  Jojon telah meninggal dunia pagi ini. Pria dengan nama asli Djuhri Masdjan itu menghembuskan napas terakhirnya pada usia 66 tahun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun , Jojon dikabarkan akan disemayamkan di rumah duka di Sentul, Bogor, Jawa Barat dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Pedes, Bogor, siang ini.

Jojon lahir di Jakarta, pada 5 Juni 1947. Ia mulai dikenal pada 1970-an sebagai pelawak setelah bergabung dengan grup lawak Jayakarta Grup, bersama Cahyono, U’uk, dan Johnny. Kini  tiga dari keempat pelawak tersebut telah meninggalkan dunia ini .

Jojon selama ini dikenal dengan kumis di tengah mirip Charlie Chaplin dan selalu memakai celana yang tinggi di atas pinggang dengan bretel khasnya. (L6/KH)

]]>
http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/inna-lillahi-wa-inna-ilaihi-rojiun-komedi-senior-ini-meninggalkan-dunia-selama-lamanya.htm/feed 0
Banyak Caleg Gila (bila Gagal Terpilih) dan Pemilu 2014 http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/banyak-caleg-gila-bila-gagal-terpilih-dan-pemilu-2014.htm http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/banyak-caleg-gila-bila-gagal-terpilih-dan-pemilu-2014.htm#comments Thu, 06 Mar 2014 01:39:26 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=73094 calegOleh : Abdus Salam

(Ketua Lajnah Siyasiyah HTI DPD Sulawesi Selatan)

Pemilu 2014 kurang 36 hari jika benar-benar diselenggarakan sesuai jadwal 09 April 2014. Harapan semua pihak terutama yang berkepentingan sukses penyelenggaraannya, bisa berjalan lancar dengan tingkat partisipasi politik pemilih yang tinggi. Secara faktual, pemilu 2014 dibayang-bayangi oleh kekhawatiran tingginya tingkat prosentase golput, legitimasi keabsahannya, dan ketidak siapan prosesi penyelenggaraannya. Kekhawatiran tingginya tingkat prosentase golput diindikasikan oleh statement keras KPU bahwa Golput dipidana. Meski terkesan agak berlebihan menginterpretasikan UU Pemilu tentang golput. Indikasi lain adalah fatwa MUI tentang golput haram. Sementara itu banyak pengamat memprediksikan kecenderungan golput meningkat jika dibandingkan tahun 2009. Diperkirakan pada kisaran lebih dari 30 persen jumlahnya. Sebagaimana yang disampaikan oleh Peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI  R. Siti Zuhro, Rabu (5/2/2014) di Media Center DPN PKPI, Jakarta. Dan menurut Zuhro, faktor dominan penyebab golput adalah karena apatis dan tidak percaya lagi publik terhadap politik. Golongan golput ini besar terutama di kota-kota besar propinsi. Terutama pada kelompok menengah ke atas.

Legitimasi keabsahan pemilu 2014 juga membayangi penyelenggaraannya. Saat MK mengabulkan permohonan judicial review baik oleh kelompok Koalisi Masyarakat Sipil yang dikomandani oleh Efendy Ghozali maupun oleh Yusril Ihza Mahendra. Dimana MK memutuskan bahwa Pemilu (Pileg dan Pilpres) Serentak yang menjadi substansi uji materiil (judicial review) berlaku pada pemilu 2019.  Artinya bahwa pemilu 2014 dipertanyakan keabsahannya. Tak pelak beberapa tokoh partai menyampaikan ungkapan kegelisahan tentang hal itu. Diantaranya Sutiyoso (PKPI), menyebut “Saya khawatir pelaksanaan pemilu 2014 yang mengeluarkan biaya dan tenaga cukup banyak, hasilnya bisa digugat, dan MK kalah bila mengacu pada undang-undang keputusan MK yang seharusnya bersifat langsung,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan oleh Yusril Ihza Mahendra, “Jika Pemilu 2014 mendatang tetap menggunakan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden, maka hasil pemilu itu inkonstitusional.

Tentang ketidaksiapan prosesi penyelenggaraannya adalah berkaitan dengan potensi kecurangan yang disebabkan oleh pengelolaan DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang masih belum tuntas dan cuaca di bulan-bulan April yang menjadi tantangan tersendiri bagaimana proses distribusi perangkat-perangkat pencoblosan suara dilakukan. Apalagi belum juga seminggu gugatan Class Action No. 44/Pdt.G/2014/PN.JKT.PST tertanggal 6 Pebruari 2014 ajuan Advokat Taufik Budiman SH berada di Lembaga Peradilan yang dibawahi Lembaga Tinggi Negara yang bernama Mahkamah Agung Republik Indonesia, Lembaga Negara bernama Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 12 Pebruari 2014 menyatakan bahwa “Tahapan Siap, Pemilu Tetap 9 April”. Ini terkesan KPU terburu-buru.

Di antara bayang-bayang persoalan seputar Pemilu 2014, ada sisi lain yang menarik adalah statement : “Bahwa sistem Pemilu yang berlaku saat ini memang memungkinkan calon anggota legislatif yang gagal terpilih, menjadi gila. “(Karena) sistemnya ini terlalu membuka lebar pintu bagi orang untuk bereksperimen perilaku,” ujar Prof Dr Hamdi Muluk dari UI, Sabtu (15/2). Fenomena Caleg Gila dipicu oleh sistem pemilu proporsional terbuka dan banyak partai. Sistem itu memicu kompetisi caleg antar partai dan intern partai. Di tengah banyak parpol yang memalak calegnya. Atas nama seleksi kemampuan. Dan banyak caleg berspekulasi mencari peruntungan melalui pemilu.  Saat gagal, maka akan muncul kecenderungan banyak Caleg Gila. Karena mereka harus mengembalikan uang yang dikeluarkan untuk kampanye. Atau pura-pura menjadi gila karena ditagih hutang.

Akhirnya keinginan tinggi suksesnya Pemilu 2014, harusnya bukan sekedar ditopang oleh semangat yang besar saja. Namun disertai juga upaya serius mengidentifikasi akar persoalan mendasar yang membayangi Pemilu. Yang mengakibatkan rendahnya partisipasi politik pemilih karena apatis. Unlegitimasi legal of frame pemilu buah dari tarik ulur pembahasan substansi UU pemilu yang sarat dengan conflict of interest. Kisruh DPT sampai dengan persaingan tidak sehat antar caleg implikasi dari kultur politik kekuasaan. Kita bisa memahami kemudian bahwa persoalan seputar pemilu 2014 adalah persoalan sistemik. Sebagaimana sistemiknya persoalan lain yang muncul. Penyelesaian persoalannya harus dengan solusi yang sistemik, komprehensif dan integral. Penting direnungkan untuk berani berpikir merubah referensi ideologi negara yang kapitalis liberalis dengan sistem politik Demokrasi ini. Yang melahirkan kultur politik bargaining of power. Dengan referensi ideologi negara yang berakar pada keyakinan mayoritas bangsa ini. Yang terbukti secara historis, empiris dan konseptual membawa kerahmatan bagi seluruh manusia. Yakni ideologi Islam kaffah dalam bingkai sistem politik -Khilafah Islamiyah-Akan Banyak

]]>
http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/banyak-caleg-gila-bila-gagal-terpilih-dan-pemilu-2014.htm/feed 0
Izin Polwan Berjilbab Masih Terkatung-katung, Gimana POLRI? http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/izin-polwan-berjilbab-masih-terkatung-katung-gimana-polri.htm http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/izin-polwan-berjilbab-masih-terkatung-katung-gimana-polri.htm#comments Tue, 04 Feb 2014 08:00:19 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=71428 polwan berjilbabMasih terkatung-katungnya kejelasan izin jilbab bagi Polisi Wanita (Polwan) membuat ormas Muslimah beraksi. Melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI), mereka menyatakan siap membiayai jilbab yang dibutuhkan polwan.

Ditemui di Kantor MUI, Wakil Sekjen MUI Welya Safitri menuturkan 35 ormas Muslimah sudah meminta MUI untuk segera mendesak Kapolri Jendral Polisi Sutarman untuk mengeluarkan izin resmi jilbab Polwan. Mereka menyatakan siap biayai jilbab Polwan jika kendala yang dihadapi adalah dana walau mereka juga yakin, Polwan mampu membiayai diri sendiri.

Selain ormas, Welya mengatakan sudah banyak juga aduan dan laporan masyarakat yang isinya serupa dengan aspirasi ormas Muslimah. ”Jika mau, ini bisa dipercepat dengan membuat aturan internal. Berlama-lama hanya akan menggelisahkan hati para Polwan yang sudah ingin berjilbab dan membuat polemik berkepanjangan,” katanya di Jakarta, Selasa (4/2).

Istilah menunggu aturan dan anggaran, dinilai Welya terlalu normatif. Ia memandang Polisi yang mengayomi masyarakat akan semakin elok jika juga mengayomi hak Muslimah yang ada di dalamnya. Polwan berjilbab yang bertugas di lapangan akan membuat mereka lebih terjaga.

”Yang penting ada aturannya yang mengizinkan dulu,” ungkap Welya. Teknis kesamaan seragam bisa diatur dengan mengumpulkan para Polwan yang ingin berjilbab dan mensosialisasikan agar mereka menggunakan jilbab yang seragam, mencontoh jilbab Polwan Aceh misalnya.

Polri bisa menggandeng banyak pihak untuk sosialisasi itu, baik MUI, ormas Muslimah, tokoh Muslimah, atau bahkan komunitas Muslimah berjilbab seperti Hijabers Community.

Mempertimbangkan pandangan masyarakat yang belum melihat keseriusan Kapolri mengizinkan Polwan berjilbab, pekan ini MUI akan menyurati Kapolri terkait kejelasan jilbab Polwan. (RoL/KH)

]]>
http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/izin-polwan-berjilbab-masih-terkatung-katung-gimana-polri.htm/feed 0
Banjir Lagi, Banjir Lagi… http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/banjir-lagi-banjir-lagi.htm http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/banjir-lagi-banjir-lagi.htm#comments Mon, 03 Feb 2014 03:05:27 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=71333 jokowiSiapa yang tidak kenal sosok Jokowi yang dipandang sebagai pemimpin yang merakyat, akrab dengan blusukan, serta segala kiprahnya dalam setahun pemerintahannya. “Secara umum ada peningkatan kepuasan sejak November 2013 hingga januari 2014, tapi ada 2 bidang kenaikan ketidakpuasan yang signifikan yaitu banjir dan kemacetan Jakarta”, kata Direktur Ekskutif MEDIAN, Rico Marbun, dalam publikasi hasil survey median, “Melihat Persepsi Publik Jakarta atas Kinerja dan Wacana Pencapresan Jokowi” di restoran bumbu desa, Jakarta Pusat, Jumat (10/01/2014).

Jokowi pun tak mau dianggap gagal mengatasi banjir dan macet. Beliau justru melempar pertanyaan soal penanganan yang sudah dilakukan sebelum beliau menjabat, “yang 20 tahun, yang 30 tahun sudah berbuat apa?” kata Jokowi di sela-sela inspeksinya di pinggir pintu air karet – Pelompongan, kanal banjir barat, Jakarta Pusat, Minggu (12/01/2014). Sebagai kepala pemerintah DKI, beliau memang telah mencoba menyelesaikan permasalahan sampah dan pengerukan waduk.

Menyalahkan cuaca sebagai penyebab banjir adalah bentuk dari melarikan diri tanggung jawab dan menutup mata terhadap keserakahan dan sikap tidak peduli kepada pengurusan rakyat. titik banjir yang kian bertambah setiap tahunnya disebabkan karena pemerintah DKI membiarkan (mengizinkan) kawasan hijau diubah menjadi pemukiman dan kawasan komersial. Dalam kurun waktu 5 tahun, sebanyak 56 situ di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi telah menghilang. Yang tersisa pun mengalami pendangkalan dan kerusakan parah karena terabaikan. Luas total situ di Jabotabek berkurang drastis dari 2.337,10 hektar untuk total 240 situ sekarang hanya 1.462,78 hektar untuk 184 situ. Padahal, dengan potensi 42 danau, 13 sungai, kanal barat dan timur, serta curah hujan yang cukup besar hingga kapasitas 2 miliar kubik per tahun. Seharusnya penduduk Jakarta bisa memiliki air tanah dan air bersih yang melimpah.

Demi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), pemerintah merusak lingkungan, kongkalingkong dengan penguasa (kapitalis) demi meraih rupiah dan mengabaikan kepentingan masyarakat di masa depan. Maka, program penanggulangan banjir apapun, termasuk rencana pembangunan deep tunnel tidak akan bisa mengatasi permasalahan banjir secara tuntas. Karena permasalahan banjir bukan hanya tentang kesalahan tata ruang wilayah, akan tetapi berkaitan dengan sistem kehidupan yang diterapkan sebagai aturan di negeri ini. Bagaimana mungkin bisa memperoleh kesejahteraan sejati jika peringatan Allah swt, yang dalam genggaman-Nya lah keberkahan segala yang ada di langit dan bumi, diabaikan. Dalam Al Qur’an surat Al ‘Araaf ayat 96, Allah berfirman:

“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.”

Hal ini membuktikan bahwa sistem demokrasi kapitalis yang sekarang berlaku di negeri ini, hanya mementingkan segelintir orang saja, yaitu para pemodal. Sementara sejarah membuktikan betapa sistem Islam mampu menciptakan pemerintahan yang peduli kepada masyarakat dan menjaga lingkungan. Pada masa keKhilafahan Abbasiyah, dibangun beberapa bendungan di kota Baghdad. Bendungan-bendungan itu terletak di sungai Tigris. Pada abad 13 Masehi, di Iran dibangun bendungan kembar yang hingga kini masih bisa disaksikan. Bendungan ini dibangun untuk menampung luapan air ketika musim hujan datang. Bendungan-bendungan ini merupakan kreasi yang dihasilkan dari keharmonisan antara kecanggihan sains dan teknologi dengan kekuasaan yang berorientasi pada pelayanan rakyat. Sebagaimana disebutkan dalam hadits

“Seorang pemimpin (penguasa) adalah pemelihara dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas pemeliharaan urusan mereka” (HR. Bukhari)

dan hadits lainnya “Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka” (HR. Abu Nu’aim).

Berbagai bencana yang datang silih berganti ini seharusnya mendorong para penguasa dan rakyat negeri ini untuk mencampakkan berbagai kemaksiatan pada Allah swt, bersegera menerapkan syariatNya secara kaffah dalam semua aspek kehidupan. Itulah bukti sejati ketakwaan dan itulah jalan keberkahan hidup, sebagaimana firman Allah dalam Qur’an Surat Al ‘Araaf ayat 96.

Wallahu’alam bish shawab.

Tati Nurhayati

]]>
http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/banjir-lagi-banjir-lagi.htm/feed 0
Para Pembela Aliran Sesat Disuarakan untuk Gantikan Sahal Mahfudh di MUI dan NU ? http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/para-pembela-aliran-sesat-disuarakan-untuk-gantikan-sahal-mahfudh-di-mui-dan-nu.htm http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/para-pembela-aliran-sesat-disuarakan-untuk-gantikan-sahal-mahfudh-di-mui-dan-nu.htm#comments Wed, 29 Jan 2014 07:28:39 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=71175 muiOleh : Hajaiz Ahmad

Media sekuler seperti Tempo yang dikenal liberal dan mengusung isu-isu mengganjal Islam telah menyuarakan calon pengganti Sahal Mahfudh Ketua Umum MUI dan Rais ‘Aam PBNU yang wafat  baru-baru ini.

Bila tidak ada kepentingan apa-apa tentunya media sekuler liberal itu tidak segera menyuarakan siapa calon pengganti  di dua lembaga atau ormas Islam terkemuka itu sepeninggal Ahmad Sahal Mahfudh. Karena selama ini orang yang sudah tua dan tinggal di Pati Jawa Tengah itu belum tentu mampu hadir dalam setiap rapat-rapat. Sehingga jalannya roda dua lembaga atau ormas besar Islam itu belum tentu ditentukan oleh Mbah Sahal.

Buktinya, sampai Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj diam-diam menandatangani kerjasama dengan perguruan tinggi syiah di Qom Iran tanpa sepengetahuan kepengurusan PBNU, lalu ditanya mungkir, kemudian tertangkap basah karena ditunjukkan buktinya ; ternyata yang mencabut « perselingkuhan » SAS (Said Aqil Siradj) itu bukan Mbah Sahal. Lihat artikel berjudul Nah, Said Aqil Siradj tertangkap basah kerjasama dengan Syiah – See more   at: http://www.nahimunkar.com/nah-said-aqil-siradj-tertangkap-basah-kerjasama-dengan-syiah/#sthash.tQsnWcef.dpuf

Demikian pula ketika bawahan Mbah Sahal di NU yaitu A Mustofa Bisri menyuara demi membela aliran sangat sesat yakni Ahmadiyah, ternyata Mbah Sahal tidak terdengar menegurnya apalagi menindaknya. Masalah pembelaan terhadap aliran sangat sesat Ahmadiyah di antaranya dapat dilihat tulisan berjudul Ngawurnya A. Mustofa Bisri dalam Membela Ahmadiyah http://www.nahimunkar.com/ngawurnya-a-mustofa-bisri/ – See more at: http://www.nahimunkar.com/nu-akan-dipimpin-pasangan-liberal-pembela-aliran-sesat/#sthash.LfGW5vvc.dpuf

Sedangkan di MUI, bawahan Mbah Sahal dan sama-sama NU  yakni Ma’ruf Amin dikenal runtang-runtung bahkan wira-wiri didampingi “petugas khusus” LDII. Padahal LDII adalah aliran yang dinyatakan sesat menyesatkan dan membahayakan aqidah Islam maka MUI dalam rekomendasinya mendesak Pemerintah agar membubarkannya. Ternyata Mbah Sahal tidak terdengar menegur bawahannya yang tidak amanah itu apalagi menindaknya. Padahal rekomendasi MUI secara tegas dapat dibaca:


Rekomendasi MUI untuk Pembubaran Ahmadiyah, LDII dan sebagainya

 

MUI dalam Musyawarah Nasional VII di Jakarta, 21-29 Juli 2005, merekomendasikan bahwa aliran sesat seperti Ahmadiyah, LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dan sebagainya agar ditindak tegas dan dibubarkan oleh pemerintah karena sangat meresahkan masyarakat.

Bunyi teks rekomendasi itu sebagai berikut:

Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah.

MUI mendesak Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap munculnya berbagai ajaran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam, dan membubarkannya, karena sangat meresahkan masyarakat, seperti Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan sebagainya. MUI supaya melakukan kajian secara kritis terhadap faham Islam Liberal dan sejenisnya, yang berdampak terhadap pendangkalan aqidah, dan segera menetapkan fatwa tentang keberadaan faham tersebut. Kepengurusan MUI hendaknya bersih dari unsur aliran sesat dan faham yang dapat mendangkalkan aqidah. Mendesak kepada pemerintah untuk mengaktifkan Bakor PAKEM dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya baik di tingkat pusat maupun daerah.” (Himpunan Keputusan Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia, Tahun 2005, halaman 90, Rekomendasi MUI poin 7, Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah).

 

Sangat disayangkan, orang yang oleh media liberal disuarakan untuk menggantikan Mbah Sahal di MUI adalah Ma’ruf Amin, yang komplot dengan aliran sesat LDII. Di antara jejak rekam Ma’ruf Amin dapat dibaca sebagai berikut.

BILA aliran sesat LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) kini kian berani, itu karena memang ada dalihnya.

Pertama, kehadiran KH Ma’ruf Amin Ketua Komisi Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) –saat itu– pada acara Rapat Kerja Nasional LDII yang berlangsung di Balai Kartini Jakarta, Selasa 6 Maret 2007. Kehadiran Ma’ruf Amin ketika itu atas nama pribadi. Padahal, MUI telah mengeluarkan ketetapan bagi seluruh pengurusnya berupa larangan menghadiri acara-acara yang diselenggarakan LDII seperti Rakernas dan semacamnya, termasuk kehadiran secara pribadi. Alasannya, karena MUI tetap menyatakan LDII  sebagai aliran sesat, meski mereka secara gencar telah mengkampanyekan (kebohongan) bahwa LDII sudah berubah.

Larangan menghadiri acara LDII itu sejalan dengan hasil Munas Ulama 2005. MUI dalam Musyawarah Nasional VII di Jakarta, 21-29 Juli 2005, merekomendasikan bahwa aliran sesat seperti Ahmadiyah, LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dan sebagainya agar ditindak tegas dan dibubarkan oleh pemerintah karena sangat meresahkan masyarakat. Bunyi teks rekomendasi itu (seperti tersebut di atas).

- See more at: http://www.nahimunkar.com/aliran-sesat-ldii-semakin-berani-maruf-amin-dan-jusuf-kalla-perlu-waspada/#sthash.IaHiQfRU.dpuf

Sepeninggal Mbah Sahal, apakah di MUI akan digantikan kedudukannya oleh Ma’ruf Amin yang ditengarai telah komplot denga aliran sesat LDII ? Sedang di NU, apakah kedudukan Mbah Sahal sebagai Rais ‘Aam akan digantikan oleh A Mustofa Bisri yang terang-terangan membela aliran sesat Ahmadiyah?

Kalau oran-orang yang di MUI masih mau memperhatikan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan juga mereka yang di PBNU masih menggubris sabda Nabi Sahallalahu ‘Alaihi Wa Sallam, maka perlu diperhatikan bahwa Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan:

سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الأَمِينُ ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ : قِيلَ : يَا رَسُولَ اللهِ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ ؟ قَالَ : السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ.

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya, dimana pendusta dipercaya dan orang jujur didustakan, pengkhianat diberi amanah dan orang yang amanah dikhianati, dan berbicara di zaman itu para Ruwaibidhoh.” Ditanyakan, siapakah Ruwaibidhoh itu? Beliau bersabda, “Orang bodoh yang berbicara dalam masalah umum.”
[HR. Al-Hakim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dishahihkan dalam Shahih Al-Jami’, no. 3650]

Apakah para ulama di MUI hanya kenal dan mengakui adanya hadits peringatan tegas itu namun justru akan melanggarnya dan tetap mempercayakan amanah kepada yang telah mereka kenal sendiri “kurang amanah”? Semoga saja tidak.

Adapun kepada NU, monggo kerso, samang badhe dadosaken nopo niku urusan samang. (terserah kalian, kalian mau jadikan apa itu NU adalah urusan kalian). Tetapi menyampaikan hadits Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam yang telah wanti-wanti seperti itu memang perlu dilakukan, karena gejalanya memang sudah tampak jelas. Sehingga ketika kalian (NU) benar-benar mengangkat orang yang tidak amanah bahkan membela dan pro aliran sesat, maka sebelumnya sudah diingatkan. Itu saja.

(nahimunkar.com)

]]>
http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/para-pembela-aliran-sesat-disuarakan-untuk-gantikan-sahal-mahfudh-di-mui-dan-nu.htm/feed 0
Pandangan Ter-Barat-Kan Ancam Krisis Identitas Islam http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/pandangan-ter-barat-kan-ancam-krisis-identitas-islam.htm http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/pandangan-ter-barat-kan-ancam-krisis-identitas-islam.htm#comments Tue, 28 Jan 2014 08:09:27 +0000 http://www.eramuslim.com/berita/nasional/pandangan-ter-barat-kan-ancam-krisis-identitas-islam.htm Nama penemu (ilmuan/saintis) lampu listrik, Thomas Alfa Edison, seolah sebagai cahaya bagi kehidupan. Ia disanjung-sanjung, dipuji, dan dijadikan rujukan sebagian kalangan untuk menyakini bahwa seorang Muslim tanpa iman tetap akan diangkat derajatnya oleh Allah Swt. Sang Pencipta alam sebagaimana Edison. Alasannnya cukup sederhana, ia dianggap berjasa kepada dunia dengan lampu listriknya. Karena itu oleh sebagian kalangan sarjana Muslim, “hasil karyanya” Edison dinilai sebagai amal saleh.

Inilah sebuah kerancuan berfikir yang lazim terjadi di kalangan mereka. Bagi mereka, amal perbuatan orang-orang kafir yang memberikan manfaat bagi kehidupan dunia, maka itu termasuk kebajikan (al-khair), yang layak mendapatkan pahala sebagaimana orang Muslim, kendati ia tidak beriman kepada Allah. Tak hanya itu. Mereka juga yakin para saintis kafir itu derajatnya diangkat oleh-Nya.

Pikiran dan keyakinan demikian juga menjalar di kalangan para calon sarjana. Karena itu, bagi mereka, bukan hal yang aneh bila tak menjalankan shalat wajib, shaum Ramadhan, atau ibadah-ibadah lainnya. Demikian pula mabuk atau sejenisnya bukanlah dosa yang harus dihindari. Mereka berani bersikap seperti itu dasarnya ”amal” Edison.

Menurut cendikiawan Muslim Ahmad Muflih Saifudin, keyakinan dan sikap meniru saintis Barat itu telah menjebak kaum muslimin kehilangan jati dirinya sebagai Muslim. ”Krisis identitas selanjutnya melanda umat Islam dan ditukar dengan sikap taqiyah. ” (Ahmad Muflih Saifudin, (Ed), Desekularisasi Pemikiran: Landasan Islamisasi, 1987).

Ironisnya lagi, krisis identitas ini merambah di kalangan terpelajar dan pemuka agama Islam. Pengertian amal saleh sudah dikacaukan dengan pandangan empirisme, materialisme (kapitalisme maupun sosialisme) dan pandangan keduniawian lainnya. ”Mereka tanpa sadar telah memilah-milah pengertian Islam yang kaffah ke dalam pengertian yang parsial dalam praktek hidup bermasyarakat, ” tegasnya.

Pikiran, keyakinan, dan sikap demikian tidak hanya menyesatkan, tapi bertentangan dengan prinsip dan nilai tawhid Islam. Dalam Islam secara tegas dinyatakan, bahwa amal seseorang hanya diterima Allah ketika diawali dengan iman. Karena itu, semua perbuatan yang tidak bermuara dari iman dan kembali untuk iman, secara otomatis tertolak.

”Demi masa. Sesungguhnya semua manusia itu dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal shaleh, saling berpesan dalam kebenaran dan dalam kesabaran. ” Tiga rangkaian surah Al-’Ashr ini menegaskan, bahwa amal apapun tidak ada nilainya bila tidak dimulai dengan iman kepada-Nya.

Di tempat lain, surah Al-Mujadilah, Allah menyatakan, ”Allah akan mengangkat beberapa derajat orang yang beriman dan berilmu dari kalian. ” Dengan demikian, derajat seseorang yang diangkat Allah, baik di dunia maupun di akhirat kelak, adalah mereka yang beriman dan berilmu.

Otomatis ’amal baik’ Edison dan kawan-kawan sejenisnya tidak bisa dikategorikan sebagai amal saleh. Sebab, amal perbuatan mereka tidak berlandaskan iman kepada Allah. Inilah yang membedakan amal Mukmin-Muslim dengan amal orang musyrik atau kafir, dan semacamnya.

* * *

Wahyu-Akal: Satu

Dalam Islam, mereka yang dianggap berjasa tidak hanya dilihat dan dinilai dari peran dan hasil karyanya dalam mengeksplorasi alam dan isinya. Penghargaan itu hanya diberikan kepada mereka yang mampu menemukan Yang Maha Benar (Al-Haqq) dalam kegiatannya itu dan bagaimana ia memperjuangkan nilai-nilai Tawhid itu dalam kehidupan.

Sebab, jika asumsi yang dipakai adalah hasil karya Edison, maka jasa dan perjuangan Bilal bin Rabbah, Amar bin Yasir, Fathimah bin Muhammad Saw, Umar dan lainnya seolah tak ada nilainya. Alasannya, secara saintis mereka tidak menemukan apa yang ditemukan Edison.

Bila kita mau bersikap arif dan melongok sejarah peradaban dan ilmu, banyak ilmuan Muslim lahir dan tampil dengan berbagai karyanya tanpa menggunakan temuan Alva Edison. Ibn Sina ketika menulis Al-Qanun fil-Tibb, ia tidak memakai lampu temuan Edison, Al-Ghazali ketika menulis Ihya ’Ulum al-Din dan ratusan karyanya yang lain, ia juga tidak menggunakan lampu desain Edison, demikian pula Ibnu Rusyd, Imam Syafi’i, Imam Malik, al-Khawarizmi dengan rumus kalkulus atau aljabarnya, al-Biruni dengan dengan temuan optiknya, Ibn Khaldun, dan lainnya.

Fakta ini membantah bahwa mereka menjadi ulama agung dan mulia bukan karena karya Thomas Alfa Edison. Mungkin kita, orang mutaakhirin (belakangan)-mungkin juga terbelakang- yang hanya menikmati karya Edison. Ini juga karena kualitas kita tidak sekelas para ulama itu.

” Seorang Muslim adalah seorang rasionalis karena dia menegaskan kesatuaduan antara dua sumber kebenaran (pengetahuan), yaitu, wahyu dan akal, ” tegas Ismail Raji’ al-Faruqi (Ismail Raji’ al-Faruqi, Tawhid: Its Implications for Thougth and Life, 1982).

Dan kita tahu dan sepakat bahwa wahyu dan akal, keduanya, berasal dari Allah Swt. Karena itu mereka yang dinilai berjasa kepada alam adalah mereka yang mampu memadukan keduanya. (dina)

]]>
http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/pandangan-ter-barat-kan-ancam-krisis-identitas-islam.htm/feed 0
Muslim Indonesia Berduka Cita akan Wafatnya KH Sahal Mahfudz http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/muslim-indonesia-berduka-cita-akan-wafatnya-kh-sahal-mahfudz.htm http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/muslim-indonesia-berduka-cita-akan-wafatnya-kh-sahal-mahfudz.htm#comments Fri, 24 Jan 2014 02:41:33 +0000 http://www.eramuslim.com/?p=70902 sahalMuslim Indonesia kembali berduka cita atas meninggalnya rais Aam Nahdhatul Ulama, KH Sahal Mahfudz, dini hari. Wafatnya Kyai Sahal adalah duka cita yang mendalam bagi Rakyat Indonesia

KH Sahal adalah orang yang sangat bersahaja. Ilmu keislaman yang dikuasainya, terutama dalam bidang fikih, menjadikan almarhum rujukan bagi umat. Tatkala ada kedangkalan pemahaman tentang fikih, KH Sahal tampil memberikan pencerahan.

Selain itu, beliau banyak memberikan nasihat dan masukan bagi banyak tokoh di negeri ini. Imbauan dan wejangan yang disampaikannya banyak memberikan manfaat bagi indonesia.

Jenazah KH Sahal disemayamkan di rumah duka, Kompleks Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Margoyoso. Kab. Pati, Jawa Tengah. Beliau wafat setelah menderita sakit parah yang membuat dirinya harus dirawat di Rumah Sakit. (KH)

]]>
http://www3.eramuslim.com/berita/nasional/muslim-indonesia-berduka-cita-akan-wafatnya-kh-sahal-mahfudz.htm/feed 0