Suriah, Idul Fithri Di Tengah Dentuman Bom

Redaksi – Minggu, 11 Agustus 2013 12:49 WIB

idul fitri tim 8Salma, 1 Syawal 1434 H/ 8 Agustus 2013

Selepas berbuka puasa di salah satu rumah pen duduk. Tim HASI mencoba untuk mencari informasi tentang kapan berakhirnya Romadhon.Tentu saja, perpisahan dengan Romadhon adalah sesuatu yangmenyedihkan sekaligus menggembirakan bagi para kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia. Begitu juga yang dirasakan oleh tim relawan HASI, relawan Syam  Organizer dan relawan medis yang ada di RSL Salma.

Beberapa saat kemudian, Abu Ahmad Ya’qub –sahabat kami di RSL Salma- memberitahukankepada kami bahwa besok hari Id –in syaaAlloh-. Kami pun bertanya –hanya sekedar ingin tahu saja “apakah di sini (Suriah) melakukan ru’yah hilals endiri ?”. Abu Ahmad Ya’qub menjawab; “Ya, hanya saja kami sering bersamaan awal dan akhirRomadhon dengan negara-negarea yang ada di jazirah Arab (seperti; Saudi Arabia, Kuwait, Qatar, dll).

Sepanjang perjalanan pulang dari berbuka puasa bersama penduduk, kami serombongan mengumandangkan kalimat takbir. Sungguh, suasana malam takbiran yang sangat jauh berbeda dengan di kota Jakarta atau kota-kota lain di Indonesia. Di sini, tidak ada kembang api, yang ada adalah bom dan roket yang siap menghancurkan bangunan dan melumatkan badan. Di sini tidak ada sorak sorai bocah, yang ada hanyalah tangisan dan rintihan anak danwanita. Di sini tidak ada gelak tawa kegembiraan, yang ada hanyalah ketegangan dan suasana mencekam.

Rasa kekhawatiran akan adanya serangan roket dari rezim pun nampak dari para relawan RSL salma dan tim HASI serta Syam Organizer.Mereka semua berharap tidak ada serangan di hari Id seperti sekarang ini.Namun yang terjadi adalahs eperti hari-hari sebelumnya. Malamt akbiran pun dihujani roket. Kota Salma pada malam takbiran bak kota mati. Sesuatu yang masih membuat kami heran, masih ada di antarakita yang malah membela rezim thoghut yang berkuasa dan bahkan mengatakan sebagai pahlawan Islam. Subahanllooh, mana ada orang yang mengaku Muslim gemar membantai saudaranya sesama Muslim yang tidak berdaya ? mana ada orang Islam yang memborbardir kaum Muslimin di saat-saat beribadah dan mengagungkan asma Allah seperti sekarang ini ?

Laahaulawalaaquwwataillaabillaah….. Walloohulmusta’aan.. Wa ‘alaihi at tuklaan…..

Jam 2 dini hari waktu setempat, tim dikejutkan dengan serangan roket dari rezim thoghut. “Alloohummaihminaa…”(YaAllohlindungilahkami.red) ungkapan tersebut sering kali diucapkan oleh para relawan medis yang ada di RSL Salma. Sesaat kemudian kondisi mulai mereda.

Tak terasa waktu shubuh telah tiba, adzan pun dikumandangkan. Tim HASI dan Syam Organizer sejak sebelum shubuh sudah bersiap-siap diri untuk menyambut hari id. Senyum ceria dan kegembiraan akan hadirnya hari Id nampak pada wajah mereka. Lantunan takbira nmembahana di ruangan kami. Saat itu kami melaksanakan sholat shubuh di lantai paling dasar, karena untuk mengantisipasi jika ada serangan lagi dari rezim.

Setelah menunaikan sholat shubuh secara berjama’ah dan usai dari dzikir dan wirid pagi, kami pun menyiapkan hidangan makanan sebagai pertanda hari Idul Fithri sekaligus menauladani sunnahRosululloh SAW yaitu makan dan minum sebelum berangkat menuju sholat Id. Karena tidak ada snack dan kurma, maka kami pun berinisiatif memasak mie yang dicampur dengan telur dan sedikit daging kaleng. Alhamdulillah, kami menyantapnya dengan sukacita, meskipun tetap harus waspada.

Jam menunjukkan pukul 6 pagi waktu setempat. Suasana kota Salma masih seperti kota mati. Namun beberapa pendduduk di sekitar RSL Salma mencoba untuk menghidupkan sunnah Nabi SAW yaitu mengumandangkan lantunan takbir. Begitu juga dengan kami para relawan medis yang ada di RSL Salma. Lantunan takbir membahana di lorong-lorong kamar RSL Salma.

Ketika jam menunjukkan pukul 7 waktu setempat, sholat sunnah Idul Fithri dilaksanakan. Pada kesempatan ini, ustadz Abu Shofi dariSyam Organizer mendapatkan kehormatan untuk menjadi Imam dan Khotib sholat Id. Suasana syahdu dan khusyu meliputi para jama’ah. Secara umum ustadz Abu Shofi memberikan motivasi kepada para jama’ah untuk membela negri Syam dan penduduknya. Karena Syam adalah negri kaum Muslimin bukan hanya bagi penduduknya saja. Beliau pun juga mengingatkan kembali tentang makna ukhuwah Islamiyyah. Karena ukhuwah Islamiyyah adalah barometer iman seorang Mukmin. Tidak sempurna iman seseorang hingga dirinya merealisasikan tuntutan ukhuwah Islamiyyah.

Seusai sholat dan khutbah Idul Fithri, para jama’ah saling memberikan tahniah (ucapanselamat). Nampak para jama’ah menahan tangis haru ketika semua bersalaman dan berta’anuq.

Ya Alloh, terimalah amalan ibadah kami…

Taqobbalallohu Minnaa Wa Minkum shoolihal a’maal…

Iid Mubaarok …. Kull ‘aam wan tum bikhoir….

Abu harits

Tim Relawan ke-8 HASI untuk Suriah

Laporan Khusus Terbaru

blog comments powered by Disqus