Jerman Tanpa Islam & Problematika Pendidikan Islam Sekolah

dimas – Jumat, 8 Maret 2013 15:00 WIB

 Minimnya sumber daya guru pendidikan Islam serta kurangnya materi yang sesuai, menghambat upaya untuk menyediakan pendidikan agama yang semestinya didapatkan oleh kaum Muslim di Jerman.

Ada sekitar 100.000 siswa Muslim di sekolah dasar di North Rhine – Westphalia (NRW), negara bagian paling padat penduduk di Jerman.

Namun, tenaga pengajar di sana hanya cukup untuk mendidik 2.000 siswa tentang Islam.

NRW telah memasukkan pendidikan agama Islam dalam kurikulum sekolah tahun ini, menjadi negara bagian pertama di Jerman yang melakukannya.

Walau begitu, program ini sulit dimulai karena minimnya tenaga pengajar pendidikan Islam.

Pelatihan bagi para guru pendidikan Islam di universitas-universitas Jerman juga baru dimulai tahun ini.

Lulusan tahun pertama Universitas Munster baru akan siap mengajar pada 2017.

Kurangnya materi pendidikan agama yang sesuai juga menambah rumit permasalahan.

“Ada buku untuk kelas 5 dan 6, namun untuk tingkat yang lebih tinggi tidak ada,” Aziz Fooladvand, guru yang mengajar di Bonn, mengatakan kepada Deutsche Welle.

“Saya memilih sendiri materi untuk semua kelas, namun ini memakan waktu dan menguras tenaga.” ”

Ia mengeluhkan tidak adanya silabus yang sesuai untuk tingkat-tingkat yang lebih tinggi.

Optimisme

Terlepas dari masalah-masalah tersebut, optimisme akan tersedianya pendidikan agama yang sesuai untuk kaum Muslim Jerman mengalami peningkatan.

“Hal ini menunjukkan tanda pengakuan akan Islam dan kaum Muslim sebagai masyarakat yang sama dengan masyarakat lain di negara ini,”

Tiga negara bagian Jerman telah mengakui organisasi-organisasi Muslim sebagai badan agama resmi, yang membuka jalur bagi kaum Muslim untuk terciptanya kelas-kelas agama Islam di sekolah.

Jerman Tanpa Islam

Jumlah kaum Muslim di Jerman antara 3,8 juta hingga 4,3 juta orang, sekitar 5 persen dari total 82 juta populasi penduduk, menurut laporan pemerintah.

Sebagian warga Jerman baru-baru ini tengah berseteru dengan kehadiran kaum Muslim, perdebatan memanas menolak imigrasi kaum Muslim ke negara tersebut.

Polling yang baru-baru ini dilakukan olh Universitas Munster menunjukkan bahwa warga Jerman lebih negatif memandang kaum Muslim dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya.

Harian Der Spiegel telah melaporkan bahwa pada Agustus lalu, negara tersebut bersikap sangat tidak toleran kepada kaum minoritas Muslim. Menurut riset polling nasional tahun 2010 oleh Institut Infrarest-dimap, hampir 2/3 dari responden lebih memilih “Jerman tanpa Islam.”

(Ds/Islamonline)

Berita Terbaru

blog comments powered by Disqus