Ulama Maroko Bolehkan Perempuan Hamil Minum Minuman Beralkohol

Al Furqan – Minggu, 6 September 2009 09:07 WIB

Seorang ulama Maroko, Syaikh Abdul Bari az-Zamzami, membela pendapat dan fatwanya terkait pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang perempuan Eropa yang baru masuk Islam. Perempuan tersebut tengah hamil, dan ia mengaku khawatir akan kesehatan dan keselamatan janin yang tengah dikandungnya akibat pusing dan mual akibat ia tidak meminum minuman beralkohol, hal yang biasa dilakukannya sebelum ia masuk Islam.

Secara mengejutkan, az-Zamzami menjawab pernyataan perempuan itu dengan mengatakan boleh baginya untuk meminum minuman beralkohol tersebut.

"Dalam konteks ini, ia boleh meminumnya," terang az-Zamzami yang juga ketua al-Jam’iyyah al-Maghribiyyah lid Dirasat wa al-Buhuts fi Fiqh (organisasi Maroko untuk kajian dan penelitian fikih).

Dijelaskan oleh az-Zamzami, pertanyaan dan kasus tersebut dikemukakan oleh seorang perempuan yang, pertama, baru masuk Islam, dan kedua ia besar di Eropa dengan kulturnya yang memang biasa meminum minuman beralkohol. Nah, pada usia kehamilannya inilah, ia kerap merasa mual-mual, pusing, dan banyak ngidam untuk meminum minuman tersebut.

"Ia mengaku, bahwa jika tidak meminum minuman tersebut, ia terus merasa pusing dan mual. Ia jadi khawatir akan keselamatan janinnya, takut-takut akan gugur," terang az-Zamzami.

Menurut az-Zamzami, kasus ini bisa dikategorikan dalam masalah darurat syara’. Salah satu kaidah fikih menegaskan, keadaan darurat dapat membolehkan hukum sesuatu yang sebelumnya dilarang (ad-dharurah tubihu al-makhdzurah).

"Tetapi fatwa ini khusus untuk kasus yang juga khusus, untuk perempuan tersebut, bukan untuk umum. Karena, tidak mungkin fatwa ini diterapkan bagi para wanita Muslimah yang sejak lahir hidup mereka tak ada sangkut pautnya dengan minuman beralkohol." (L2/aby)

Dunia Islam Terbaru

blog comments powered by Disqus