Derita Muslim Myanmar Terus Berlanjut

Al Furqan – Jumat, 25 Februari 2011 13:46 WIB

Laporan terbaru menyebutkan bahwa sejak awal tahun ini (2011), gelombang etnis Muslim Myanmar telah berusaha melarikan diri dengan perahu dalam menghadapi penindasan sistematis oleh pemerintah Myanmar.

Dikenal sebagai Rohingya, muslim Myanmar telah diberi label sebagai salah satu kelompok yang paling teraniaya di dunia, seorang koresponden Press TV melaporkan.

Pemerintah Myanmar menolak untuk mengakui mereka. Mereka mengatakan etnis Rohingya bukan penduduk asli Myanmar dan mengklasifikasikan mereka sebagai migran ilegal, meskipun mereka telah tinggal di Myanmar selama beberapa generasi.

Masyarakat yang hidup di negara bagian Rakhine Myanmar dilaporkan sengaja dibentuk untuk menindas mereka (muslim Rohingya), mereka sering diusir dari rumah mereka dan sangat dibatasi dalam melakukan aktivitas, kepemilikan dan kesempatan kerja.

"Apakah seseorang itu adalah Rohingya berpendidikan dengan pekerjaan yang layak, atau seorang itu migran ilegal atau berada pada ujung paling bawah dalam strata ekonomi, tidak peduli, diskriminasi tetap berlaku untuk semuanya," kata Benjamin Zawacki dari Amnesty International kepada Press TV .

Mereka berusaha melarikan diri menghadapi diskriminasi dan perlakuan tidak manusiawi oleh otoritas imigrasi negara penerima mereka.

Kelompok terakhir pengungsi telah mengungsi ke daratan India, Indonesia dan Thailand.

"Ada sejumlah Rohingya, sembilan puluh satu jumlahnya, yang terdampar di Kepulauan Nicobar di India, mengklaim telah diusir oleh otoritas Thailand, dalam sebuah kapal yang tidak layak untuk melaut, tanpa mesin," kata Zawacki .

"Tetapi pada saat yang sama, pemerintah Thailand mengklaim bahwa jumlah orang yang sama, sembilan puluh satu Rohingya, yang kembali, dipulangkan dari Thailand ke Myanmar," tambah Zawacki.

Sebagai tambahan 129 orang yang mengaku sebagai Rohingya terdampar ke Indonesia pada bulan Februari.

Di Bangladesh, mereka kebanyakan berakhir sebagai migran ilegal dengan lebih dari 200.000 kasus terdaftar. Di Thailand, mereka mengalami kondisi yang buruk dengan kesempatan terbatas dan kurangnya pengakuan sebagai pengungsi.

Kelompok hak asasi manusia telah menyerukan kepada pemerintah yang menerima para pengungsi untuk memberikan mereka hak penuh terhadap proses verifikasi sebagai pengungsi.(fq/prtv)

Dunia Islam Terbaru

blog comments powered by Disqus