Misil Shahab-3, Senjata Andalan Iran Jika AS-Israel Berani Menyerang

Magdalena – Rabu, 21 Rajab 1427 H / 16 Agustus 2006 16:01 WIB

Iran nampaknya siap ‘tempur’ untuk mempertahankan program nuklirnya. Presiden Mahmud Ahmadinejad kembali menegaskan, negaranya menolak resolusi PBB dan tidak akan tunduk pada tekanan Barat dan Eropa. Sementara tokoh agama terkemuka di Iran, Ahmad Khatami menyatakan, jika Israel dan AS berani menyerang Iran, maka Iran akan membalasnya dengan tembakan rudal balistik dengan sasaran kota Tel Aviv.

"Jika mereka (AS dan Israel) ingin melakukan agresi ke Iran, mereka selayaknya takut pada suatu hari di mana misil kami dengan jarak tempuh 2.000 km akan menghantam jantung kota Tel Aviv," kata Khatami.

Misil yang dimaksud Khatami adalah misil Shahab-3 yang mencontoh model misil Korea Utara No-Dong. Misil ini kabarnya memiliki jangkauan 1.300 km, jarak yang cukup untuk mencapai Israel dan instalasi-instalasi milik militer AS di Timur Tengah.

Iran dilaporkan sedang melakukan pengembangan misilnya sehingga bisa menjangkau jarak yang lebih jauh. Seorang jenderal Iran mengatakan, bulan Januari mendatang Shahab-3 sudah mampu menjangkau jarak sejauh 2.000 km.

"Misil-misil Hizbullah yang jangkauannya hanya 70 km saja sudah membuat kota-kota Israel seperti kota hantu," kata Khatami yang juga anggota Dewan Pakar Iran yang dimotori pemimpin besar Iran Ayatullah Ali Khamenei.

"Bush dan Olmert harus belajar dari pengalaman dan memahami bahwa jika mereka main-main dengan Islam ibarat mereka sedang memainkan buntut singa," sambungnya dalam wawancara dengan televisi nasional Iran.

Di kota Ardebil, Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad menegaskan kembali penolakannya atas resolusi dewan keamanan PBB yang meminta Iran menghentikan aktivitas nuklirnya. Ahmadinejad juga menyerukan agar Timur Tengah bebas dari kehadiran Israel dan AS.

"Jika mereka berpikir bisa menggunakan resolusi untuk memukul kita, mereka harus tahu bahwa rakyat Iran tidak akan tunduk pada bahasa paksaan," kata Ahmadinejad.

Terkait dengan penolakannya itu, Ahmdinejad sudah menghubungi Sekjen PBB Kofi Annan lewat telpon dan mengatakan bahwa Iran mau menyelesaikan masalah nuklirnya lewat negosiasi, tapi dengan keluarnya resolusi dewan keamanan PBB, Iran sudah tidak percaya lagi pada PBB.

"Hari ini, kita secara penuh sudah menguasai siklus bahan bakar nuklir untuk kepentingan damai. Ini merupakan teknologi kita, dan tak seorangpun bisa merampasnya dari kita," tegas Ahmadinejad. (ln/arabnews/aljz)

Dunia Islam Terbaru

blog comments powered by Disqus