Lima Menit Bersama Mujahidin Asal Arab Saudi di Suriah

Redaksi – Jumat, 31 Mei 2013 14:35 WIB

mujahidin srhLatakia –  Kamis (31/5), kami Tim JITU I mengunjungi sebuah bangunan  di Idlib yang sedang dipersiapkan untuk Rumah Sakit Rehabilitasi Mujahidin dan warga sipil Suriah. Bangunan dua lantai ini dahulunya merupakan tempat penyembelihan hewan milik orang Kristen untuk kebutuhan daging di wilayah Idlib. Berbeda dengan wilayah Salma, tempat ini telah aman dari serangan Nushairiyah setelah dibebaskan sejak delapan bulan lalu.

Dalam perjalanan pulang ke tempat istirahat, kami dipertemukan oleh Allah dengan sejumlah mujahidin asal Arab Saudi yang berjihad di Suriah. Beberapa di antara mereka berpakaian gamis model Pakistan dan sebagian lain bergaya seperti orang-orang Taliban, sehingga kesan pertama tampak seperti anggota Al-Qaedah Afghanistan. Setelah kami tanya, mereka mengiyakan berasal dari Arab Saudi.

Namun ketika kami menanyakan dari kota mana, ia berteriak, “Hei, jangan… jangan.” Ia buru-buru menutupi wajahnya dengan surban.  Rupanya ia kaget ketika melihat rekan kami hendak mengambil gambar. Hmm ini mengambil gambar mujahid yang kami temui memang pekerjaan yang banyak menjadi persoalan bagi kami di sini. Sering kali kami didatangi oleh mujahid dengan muka tegang dan meminta agar menghapus fotonya, padahal kami hanya menenteng kamera tanpa memotretnya. Bahkan, dua hari yang lalu dua pemuda mujahid menyatakan kepada kami akan menuntut di akhirat bila gambarnya disebarkan.

“Mengapa Anda datang ke mari?” tanya kami kepada salah seorang dari mereka yang mengaku bernama Tamim, setelah kami jelaskan bahwa kami tidak akan mengambil fotonya.

“Untuk berjihad dan menolong saudara-saudara kami di sini,” jawabnya.

“Bukankah ulama negara Anda telah mengeluarkan fatwa larangan bagi warga Saudi berjihad ke Suriah?”

“Ah, itu ulama sulthon (ulama penjilat; red),” jawabnya singkat.

“Tetapi, pihak keamanan telah mengancam siapa saja yang keluar ke Suriah secara sembunyi-sembunyi untuk menangkap mereka saat kembali ke Saudi. Apakah Anda tidak khawatir bila pulang ditangkap dan dipenjarakan?”

“Kami hanya takut kepada Allah. Kami lebih takut bila hanya diam lalu di hari kiamat nanti Allah menanyakan kepada saya, mengapa  engkau tidak menolong saudaramu yang terzalimi?”

“Sudah banyak pendahulu kami yang ditangkap dan dipenjarakan puluhan tahun. Dan kami yakin Allah akan menjaga kami dan tidak ada sesuatu pun yang bisa membahayakan kami kecuali atas izin Allah.”

Kemudian, sambil menempelkan dua jarinya ke dada kami, ia mengatakan, “Ketahuilah seandainya seluruh makluk yang ada di langit dan bumi berkumpul untuk mengancammu dengan sesuatu, itu tidak akan terjadi kecuali atas takdir yang telah ditulis oleh Allah.”

Tim JITU I di Suriah, Kamis, 31/5/2013

Dunia Islam Terbaru

blog comments powered by Disqus