Israel Produksi Video Porno Guna Lumpuhkan Pemuda Arab

Rizki Ridyasmara – Minggu, 26 Agustus 2007 07:41 WIB

Israel telah memproduksi video-video porno yang kemudian di sebar di negara-negara Arab. Tujuannya untuk melumpuhkan iman dan membuat pemuda-pemuda Arab terjerumus ke dalam lembah kemaksiatan. Harian Yehdiot Ahronot edisi Agustus ini menurunkan artikel tersebut.

Distribusi video-video yang dibintangi para pelacur dan tentara perempuan Israeli Defences Forces (IDF) ini didistribusikan secara langsung maupun dishare dan bisa didownload lewat situs-situs berbahasa Arab yang sengaja dibuat Israel untuk memuluskan tujuan ini.

Dari statistik yang ada, situs-situs porno Israel yang berkedok situs Arab tersebut dikunjungi banyak orang dari wilayah Arab sendiri. Banyak orang Arab yang telah melakukan registrasi untuk mendownload isi situs tersebut, sebagian besar dari Mesir, Saudi, Tunis, Yordania, dan Palestina.

Seorang pengelola situs porno ini mengaku, tiap hari situs-situs ini mengalami peningkatan kunjungan dari wilayah Arab. Selain situs yang gratis menyediakan content porno, ada pula situs Israel yang menarik bayaran. Walau harus membayar, namun banyak pula orang-orang Arab yang melakukan registrasi.

Sebelum harian Yehdiot Ahronot menurunkan tulisan tentang hal ini, berita bahwa Israel telah memproduksi video-video porno untuk disebarkan ke wilayah Arab dianggap isapan jempol belaka. Namun informasi yang diberikan harian Israel tersebut telah menjadi bukti tak terbantahkan bahwa hal ini benar-benar ada.

Samuel Zweimer, Ketua Liga Yahudi Internasional, dalam satu pertemuan puluhan tahun silam pernah berkata pada peserta konferensi:

“Tujuan kita tidak menjadikan generasi muda Islam beralih agama dan menjadi seorang Yahudi atau Kristiani, tetapi cukuplah dengan menjauhkan mereka dari Islam. Kita jadikan mereka sebagai generasi muda Islam yang suka berfoya-foya, senang dengan segala kemaksiatan, dan berorientasi hidup mengejar harta dan kekayaan dunia. Itulah tujuan kita!” (Rizki)

Dunia Islam Terbaru

blog comments powered by Disqus