Distorsi oleh Media Barat, di Jerman, Islam Terkesan menjadi Ancaman

Redaksi – Kamis, 21 Jumadil Akhir 1434 H / 2 Mei 2013 14:11 WIB

1 1Saat ini citra Islam banyak terdistorsi oleh  media media barat, dampaknya tercermin dalam  sebuah studi baru yang  menunjukkan  setengah dari warga Jerman melihat Islam sebagai ancaman bagi negara mereka dan tidak cocok berdampingan dengan dunia Barat.

“Studi  itu bahkan menunjukkan Buddhisme atau Hindu adalah agama yang cinta damai,”  *** kata Detlef Pollack, seorang sosiolog yang turut menulis penelitian, mengatakan kepada Deutsche Welle.

“Gambaran mereka (karena pengaruh media) tentang Islam lebih terlihat fanatisme dan agresif.” Menurut peneliti tersebut.

Laporan studi  itu berjudul  “Memantau Agama” oleh Yayasan Bertelsmann, studi ini menemukan bahwa setengah dari warga Jerman melihat Islam sebagai ancaman bagi negara mereka.

Studi ini juga menggambarkan  pandangan di 13 negara tentang makna sosial agama dan nilai-nilai budaya negara tersebut.

berikut prosentase di berbagai negara yang menggambarkan Islam sebagai ancaman  :

- Jerman  51 persen

- Spanyol berkisar 60 persen

- Swiss 50%

- Amerika Serikat 42%

- India 30%

- Korea Selatan 16%

Sedangkan di negara-negara Eropa lainnya seperti Perancis, Inggris, dan Belanda, melihat Islam  lebih positif daripada Jerman.

Dengan hasil ini, Pollack mengatakan, bisa jadi prosentase ini sangat berkaitan erat dengan level  pendidikan  umat Islamnya di masing-masing negara.

“Contoh, di Jerman kami memiliki sangat sedikit orang yang berpendidikan tinggi di kalangan imigran,” katanya.

“Itu jelas  mempengaruhi sikap masyarakat, terutama terhadap imigran Muslim.” tambahnya

Muslim Jerman setuju bahwa media massa memiliki efek buruk pada citra mereka, tetapi hal ini ditanggapi positif bahwa hal ini mendesak komunitas muslim untuk terlibat lebih banyak dengan masyarakat untuk memperbaiki citra mereka.

“Di media kita sering melihat distorsi dan gambaran yang sangat menyimpang dari Islam,” kata Aiman ​​Mazyek, ketua Dewan Pusat Muslim di Jerman,.

Dia menambahkan bahwa bisa juga persepsi negatif  itu disebabkan kurangnya kontak pribadi antara warga setempat dengan umat Muslim. Untuk mengatasi persepsi negatif ini, Mazyek mendesak umat Islam untuk terlibat lebih banyak aktif bersosialisasi dengan masyarakat.

“Muslim harus menyingsingkan lengan baju mereka, lebih terlibat dalam masyarakat dan membuat jelas bahwa mereka juga berkomitmen untuk berpartipasi sosial di negara ini,” katanya.

Jerman memiliki antara 3,8 dan 4,3 juta Muslim, sekitar 5 persen dari total 82 juta penduduk. (onislam.net/eramuslim/HK)

*** Apakah mereka tidak melihat pembantaian muslim di Myanmar oleh militan Budhis?

Dunia Islam Terbaru

blog comments powered by Disqus