Argentina Perkenalkan UU Baru yang Ramah Terhadap Pemakai Jilbab

Al Furqan – Rabu, 20 Safar 1432 H / 26 Januari 2011 12:40 WIB

Sebuah masjid di Buenos Aires, ArgentinaArgentina telah memperkenalkan undang-undang baru yang memberi lebih banyak kebebasan untuk penduduk Muslim mempraktekkan iman mereka tanpa rasa takut akan penganiayaan.

Pemerintahan Presiden Argentina Cristina Fernandez mendorong undang-undang baru tersebut, yang memungkinkan perempuan Muslim untuk mengenakan jilbab di tempat umum, koresponden Press TV di Buenos Aires melaporkan pada hari Selasa (25/1).

Menurut undang-undang baru itu, muslimah Argentina dapat menggunakan foto mengenakan jilbab untuk KTP nasional mereka.

Dikatakan bahwa UU baru ini dapat membantu mempromosikan kebebasan beragama dan berekspresi di negara Amerika Latin dan akan membantu komunitas Muslim untuk lebih berintegrasi ke dalam masyarakat Argentina.

Fernandez mengatakan, "Pesan kami kepada semua orang, dan semua negara di dunia, adalah bahwa kami bisa menyelesaikan perbedaan-perbedaan di antara kami untuk sesuatu yang lebih baik."

Dia menambahkan, "pandangan yang berbeda-beda – terutama tentang agama – tidak harus dipaksakan ke orang lain."

Direktur Islamic Center Argentina, Samir Salech, menyambut baik berita tersebut, mengatakan bahwa UU itu memungkinkan muslimah Argentina memiliki KTP tanpa harus melepas jilbab mereka.

Pemerintah mengatakan akan menegakkan hukum untuk yang terbaik sesuai kemampuan dan bekerjasama dengan pasukan polisi, peradilan, dan masyarakat bisnis.

Menurut laporan 2009 Pew Research Center, komunitas Muslim membuat sekitar dua persen dari populasi Argentina. Mayoritas muslim di negara itu penganut Syiah terutama berlokasi di Buenos Aires, Tucuman, Rosario, dan Mar del Plata.

Meskipun jauh dari negara-negara Islam, Muslim Argentina mengikuti tradisi mereka dan bersatu dengan dunia Islam dalam ritual mereka.(fq/prtv)

Dunia Islam Terbaru

blog comments powered by Disqus